Jenis Vitamin untuk Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun

Published date

Selepas merawat dan mengasuh Si Buah Hati di masa yang dinamis, para Bunda tentunya mulai ancang-ancang untuk mempersiapan tumbuh kembang anak usia 3 tahun tercapai sesuai standar. 

Ya, pada usia ini anak bakal memasuki fase pra-sekolah. Tahapan transisi dari masa balita menuju sekolah ini perlu dipersiapkan secara matang, Bunda. Salah satunya lewat pemenuhan gizi agar Si Buah Hati mendapatkan beragam vitamin penting untuk menunjang pertumbuhannya. 

Sebelum mengenali beberapa jenis vitamin yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembangnya, mari simak sejenak tahapan tumbuh kembang alias milestone anak usia ini.

Tahapan Tumbuh Kembang Usia 3 Tahun

Bunda perlu tahu, tahapan tumbuh kembang balita tidak hanya pada faktor berat dan tinggi badannya semata. Lebih dari itu, perkembangan anak juga dipantau dari kemampuan motorik kasar dan halus, bicara dan bahasa, sosialisasi, sampai kemandirian.

Milestone merupakan hasil kematangan berbagai sistem tubuh. Nah, pada usia 3 tahun, Bunda bakal mendapati si Buah Hati menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, anak juga lebih banyak berinteraksi dengan orang lain, khususnya teman sebaya.

Berikut ini beberapa tahapan tumbuh kembang usia 3 tahun yang perlu Bunda cermati:

Kemampuan Motorik Halus dan Kasar

Anak usia 3 tahun cenderung aktif. Anak usia ini bakal lebih jago naik tangga, bisa naik sepeda roda tiga, main lempar tangkap bola, banyak lari-lari, hobi melompat, mampu berdiri satu kaki, bisa menggambar garis lurus, juga membangun menara dari susunan 4 balok. 

Kemampuan Bicara dan Bahasa

Pada usia 3 tahun, anak panen perbendaharaan kata dari segala sesuatu yang ia dengar dari sekitarnya. Ada beberapa kata yang mungkin dipahami Si Buah Hati, tapi susah atau belum bisa ia ungkapkan. Tapi, umumnya anak sudah lancar bicaradengan kalimat yang terdiri dari 2-3 kata. Si Buah Hati berusia 3 tahun juga sudah bisa menyebut beberapa anggota badan dan juga nama benda yang ditunjuk. Anak usia ini juga sering terpesona dengan dunia sekitarnya. Jadi, Bunda siap-siap sering dihujani pertanyaan.

Kemampuan Emosi dan Sosialisasi

Usia 3 tahun jadi tonggak perkembangan emosional anak. Si Buah Hati bakal paham bedanya perasaan senang, sedih, takut, atau marah. Anak juga melihat dirinya sebagai diri yang utuh dengan tubuh, pemikiran, dan perasaannya sendiri. Karena telah mengenal emosi, anak juga bisa menunjukkan kepeduliannya pada orang sekitar. Anak usia ini juga lebih suka main dengan anak lain. Karena itu, anak usia pra-sekolah mulai paham konsep kerja sama dan berbagi. 

Kemampuan Sehari-hari dan Kemandirian

Anak umur 3 tahun mulai mengerti rutinitas. Selain itu, Bunda bisa mencermati anak usia ini lebih mandiri. Hal ini ditunjukkan dengan makan, pakai sepatu yang tidak bertali, melepas dan memakai pakaian, sampai sudah berani ke toilet sendiri.

Untuk selalu memastikan tahapan tumbuh kembang anak 3 tahun sudah sesuai standar, Bunda sebaiknya membawa Si Buah Hati periksa ke layanan kesehatan terdekat. 

Untuk dukung tumbuh kembang Si Buah Hati, asupan nutrisi Si Buah Hati perlu diperhatikan. Salah satunya yaitu asupan vitamin.

Baca Juga: Cara Menaikkan Berat Badan Anak 1 Tahun

Jenis Vitamin untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun

Setiap anak-anak, termasuk Si Buah Hati usia 3 tahun membutuhkan sejumlah vitamin esensial untuk menunjang tumbuh kembang dan kesehatannya.  Berikut beberapa jenis vitamin yang diperlukan beserta fungsinya:

Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks adalah sekelompok zat gizi yang terdiri atas beberapa jenis vitamin B, yakni tiamin, riboflavin, niacin, niacinamide, asam pantotenat, piridoksin, biotin, asam folat, dan vitamin B12.

Fungsi vitamin B kompleks ini penting untuk membantu fungsi otot dan saraf, produksi sel darah merah, membantu pencernaan dan produksi energi, menunjang perkembangan otak, sampai proses metabolisme.    

Vitamin C

Fungsi vitamin C berguna untuk pembentukan pembuluh darah , tulang, dan jaringan tubuh. Studi menunjukkan vitamin C juga berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Tidak hanya itu, vitamin C juga berperan dalam sistem imun dengan menstimulasi aktivitas sel darah putih.

Vitamin D

Vitamin D adalah zat gizi yang membantu tubuh menyerap kalsium dari asupan yang sehari-hari dikonsumsi anak. Bersama kalsium, vitamin ini juga penting untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dikeluarkan Kemenkes tahun 2019, anak usia 3 tahun butuh vitamin D sebanyak 15 mcg.

Selain itu, dalam penelitian di laboratorium, vitamin ini juga terbukti dalam mengurangi pertumbuhan sel kanker, mengontrol infeksi, dan mengurangi peradangan.

Vitamin E

Vitamin E dapat menjaga kesehatan kulit dan mata. Selain itu, vitamin E juga penting dalam memperkuat daya tahan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Vitamin E juga dikenal memiliki sifat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. 

Vitamin K

Vitamin K adalah jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh anak, tapi dalam jumlahnya sangat kecil atau mikro. Anak usia 3 tahun hanya memerlukan vitamin K sebanyak 15 mcg setiap harinya.3 Fungsi vitamin K utamanya untuk membantu pembekuan darah. Pembekuan darah diperlukan agar ketika si Buah Hati terluka darah dapat berhenti keluar sehingga luka bisa sembuh. 

Dari beragam vitamin penting untuk mendukung tahapan tumbuh kembang si Buah Hati usia 3 tahun di atas, Bunda bisa mendapatkannya dari sejumlah sumber alami lewat makanan yang dikonsumsi sehari-hari. 

Bunda, dukung tumbuh kembang Si Buah Hati dengan DANCOW 3+ Imunutri, yang mengandung vitamin A, C dan vitamin E, tinggi zink, DHA, omega 3 & 6, zat besi, dan juga mengandung protein, kalsium, dan vitamin D.

Image Article
5 Jenis Vitamin untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Dukung Tahapan Tumbuh Kembang Anak? Ini Stimulasi Tepat!

Published date

Tumbuh kembang anak usia 3 tahun meliputi berbagai aspek seperti pertumbuhan kognitif, fisik, kemampuan bahasa, dan sosial. Oleh karena itu, Bunda perlu senantiasa mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati.

Apa saja yang bisa Bunda lakukan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak usia 3 tahun? Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Stimulasi untuk Dukung Pertumbuhan Kognitif

Apa itu pertumbuhan kognitif pada anak? Pertumbuhan kognitif Si Buah Hati mengacu pada proses belajar yang melibatkan memori, bahasa, pemikiran, dan penalaran. Selain itu, pertumbuhan kognitif juga meliputi perolehan pengetahuan dan kemampuan memproses informasi. 

Berikut ini stimulasi yang bisa Bunda lakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak pada aspek kognitif:

Menyanyikan Lagu

Menyanyikan lagu adalah salah satu cara stimulasi tumbuh kembang anak, khususnya di aspek kognitif. Itulah sebabnya lagu selalu menjadi bagian dalam pembelajaran di kelas-kelas anak prasekolah.

Pilihlah lagu yang melibatkan hitungan untuk dinyanyikan anak-anak, seperti “Satu Satu Aku Sayang Ibu”. 

Dari beberapa lagu anak lainnya, Si Buah Hati juga bisa belajar tentang huruf, angka, dan nama hari. Belajar yang menyenangkan bukan?

Bermain Puzzle

Bermain puzzle membuat anak belajar untuk mengenali warna, bentuk, posisi, dan memikirkan strategi menyelesaikannya.

Ajak Si Buah Hati menyusun puzzle warna-warni dengan gambar yang menarik untuk mengisi aktivitas hariannya.

Stimulasi untuk Dukung Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik anak usia 3 tahun meliputi kemampuan motorik kasar dan halus. Pertumbuhan motorik halus mencakup keterampilan otot yang lebih kecil, seperti gerakan jari dan tangan. Sementara itu, perkembangan motorik kasar mengacu pada keterampilan yang membutuhkan penggunaan otot-otot besar, seperti kaki dan lengannya untuk berjalan, berlari, atau melompat.

Berikut ini cara stimulasi pertumbuhan fisik anak 3 tahun:

Beri Tantangan Motorik Halus

Bunda bisa menstimulasi pertumbuhan fisik anak usia 3 tahun dengan menciptakan tantangan keterampilan motorik halus. Contohnya, pada usia 3 tahun, si Buah Hati bahkan sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri seperti celana atau jaket yang longgar.

Ajak Anak Aktif Bergerak dan Bermain

Untuk melatih motorik kasar, Bunda bisa mengajak Si Buah Hati lebih aktif bergerak atau memainkan permainan yang melibatkan fisiknya. Di usia 3 tahun umumnya sudah bisa naik turun furniture tanpa bantuan orang lain.

Oleh sebab itu, biarkan Si Buah Hati mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dengan terus bergerak aktif. Namun, tentunya aktivitas itu harus dalam pengawasan orang tua ya Bunda.

Baca Juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Susu Anak

Stimulasi untuk Dukung Kemampuan Bahasa

Kemampuan bahasa juga menjadi salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia 3 tahun keatas. Pada usia toddler, Si Buah Hati mulai bisa menggunakan beberapa kata untuk menunjukkan gambar dan objek untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bunda perlu segera membawa si Buah Hati ke profesional jika pada usia 24 bulan belum dapat membuat frase (gabungan 2 kata atau lebih) yang bermakna atau pada usia 30 bulan Bunda masih tidak mengerti perkataan anak.

Berikut ini cara menstimulasi kemampuan bahasa anak:

Dengarkan dan Beri Respons

Mendengarkan ocehan Si Buah Hati dengan seksama adalah salah satu cara terbaik agar Bunda dapat menilai kelebihan dan kelemahannya. Bunda bisa memperhatikan dengan saksama apa hal-hal yang menarik perhatian si Buah Hati, lalu buat itu menjadi kesempatan untuk mengajarkan kata baru pada anak. Dengan begitu, Bunda bisa memberikan respons positif dan jawaban yang informatif untuk Si Buah Hati. 

Belajar Menyebut Namanya Sendiri

Bunda dapat mengajarkan Si Buah Hati untuk dapat menyebut namanya secara lengkap. Selain itu Bunda juga dapat mengajarkan ia tentang nama benda, misalnya dengan menunjuk gambar benda atau meminta Si Buah Hati mengambil benda kemudian meminta ia menyebutkan nama benda itu kepada Bunda.

Bacakan Cerita

Bunda juga bisa menstimulasi kemampuan bahasa Si Buah Hati dengan membacakan dongeng atau cerita kepadanya. Pastikan membaca dengan setiap kata dan kalimat dengan suara jelas ya Bunda.

Stimulasi untuk Dukung Pertumbuhan Sosial

Pada usia toddler, Si Buah Hati juga mulai mengembangkan kemampuan sosialnya. Di tahun kedua kehidupan si Buah Hati, ia akan mulai mengerti ada orang lain selain dirinya sendiri. Anak akan mulai mengerti tentang kehidupan sosial dan pertemanan. 

Memasuki usia 3 tahun, si Buah Hati mulai lebih tidak egois dibanding sebelumnya. Anak juga akan mulai belajar mengenai kemandirian pada usia ini sehingga mulai tidak bergantung pada Bunda. Mereka juga mulai bisa benar-benar bermain dan berinteraksi dengan anak lain.

Berikut ini cara stimulasi pertumbuhan kemampuan sosial anak:

Ajak Anak Berempati

Bunda dapat mengajak Si Buah Hati untuk mulai belajar berempati kepada orang lain. Awalnya mungkin sedikit sulit bagi Si Buah Hati untuk mengerti, namun saat Bunda terus memberi contoh dan seiring berjalannya waktu anak akan semakin baik memahaminya.

Ajak Anak Bermain dan Interaksi dengan Temannya

Membiasakan Si Buah Hati bermain bersama teman-temannya dan mau berbagi mainan juga bisa menjadi stimulasi untuk mendukung pertumbuhan sosialnya. Sesekali, ajaklah Si Buah Hati ke taman bermain agar ia bisa berinteraksi dengan teman sebayanya.

Pada usia 3 tahun, si Buah Hati sudah mulai mengerti bahwa orang lain juga memiliki pemikiran dan perasaan yang mungkin berbeda dengan yang dirasakannya. Kerap mengajaknya bermain dengan teman sebaya dapat menjadi stimulasi yang baik agar si Buah Hati belajar mengenai hubungan sosial dengan orang lain seperti bilang maaf saat salah, memahami perasaan orang lain, dan penyelesaian konflik.

DANCOW 1+ Imunutri dilengkapi Vitamin A, C, E, & Zink, tinggi Kalsium, Protein, Vitamin D serta, DHA, Zat Besi, dan Omega 3 & 6 yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak usia 1-3 Tahun.

Yuk Bunda, lengkapi gizi Si Buah Hati untuk dukung tumbuh kembangnya agar percaya diri dan bebas bereksplorasi.

Image Article
Dukung Tahapan Tumbuh Kembang Anak? Ini Stimulasi Tepat!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Manfaat Zink untuk Anak dan Jumlah yang Dibutuhkan Sesuai Usia

Published date

Bunda, tahukah ada mineral penting yang dibutuhkan si Buah Hati dalam masa pertumbuhannya tapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh? Mineral tersebut adalah zink.

Anak-anak memerlukan zink atau seng untuk tumbuh dan berkembang. Zink adalah mineral penting untuk fungsi kekebalan tubuh, penyembuhan luka, serta indera penciuman dan perasa.

Zink sangat penting di setiap tahapan perkembangan anak. Manfaat zinc untuk anak dalam masa tumbuh kembang utamanya adalah untuk membangun jaringan baru dalam penyembuhan luka.

Selain itu, zink juga dibutuhkan untuk aktivitas lebih dari 100 enzim berbeda di dalam tubuh. Zink juga memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, nafsu makan, dan perkembangan tulang.

Efek Kekurangan Zinc

Bunda telah mengetahui berapa takaran zinc yang dibutuhkan anak dari informasi di atas. Lalu, apa ya efeknya jika jumlah tersebut tidak terpenuhi?

Secara umum, defisiensi zink pada anak-anak dapat menyebabkan fungsi kekebalan tubuh menurun, pertumbuhan fisik terhambat, nafsu makan rendah, hingga masalah reproduksi saat dewasa nantinya.

Anak-anak dengan defisiensi atau kekurangan zinc bisa mengalami sejumlah hal berikut:

  • Diare

  • Rambut mudah rontok

  • Kehilangan selera makan

  • Pertumbuhan lambat

Manfaat Zinc untuk Anak

Secara keseluruhan, zinc untuk anak penting bagi kesehatannya. Namun, berikut beberapa manfaat zinc untuk anak di masa tumbuh kembangnya.

  • Kekebalan Tubuh

Zinc membantu memelihara fungsi kekebalan tubuh Pada anak-anak yang tidak cukup mendapatkan asupan zinc lebih mungkin terserang pneumonia dan infeksi lainnya.

  • Bantu Penyembuhan Diare Balita

Penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat zinc untuk anak 1 tahun dan balita adalah membantu menyembuhkan diare. Hingga saat ini, WHO dan UNICEF merekomendasikan suplementasi zinc sebagai salah satu tata cara perawatan diare anak. Prosedur perawatan diare anak yang dikeluarkan IDAI juga menyebutkan tentang pemberian tablet zink 10 hari berturut-turut.

  • Mencegah Stunting

Zink diperlukan untuk memastikan si Buah Hati tumbuh dengan baik, terutama tinggi badannya. Penelitian menemukan bahwa suplementasi zink selama 6 bulan pada anak berusia 6-24 bulan dapat mencegah stunting. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zink dapat mengurangi dan mengatasi stunting pada anak usia sekolah.

  • Penyembuhan Luka

 Zink merupakan zat gizi yang membatu proses penyembuhan luka, metabolisme tulang, sistem saraf pusat, dan sistem imun.

  • Meningkatkan Nafsu Makan

Bunda, makanan yang mengandung zink dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak usia 2-6 tahun. Studi juga menunjukkan kekurangan zink bisa memicu masalah anoreksia pada anak.

  • Perkembangan Otak

Seperti banyak mikronutrien esensial lainnya, zink juga berfungsi untuk mendukung perkembangan otak dan kognitif si Buah Hati. Defisiensi atau kekurangan zink  dapat berdampak pada kesulitan belajar si Buah Hati. Bahkan, kurangnya asupan zink selama kehamilan bisa menyebabkan si Buah Hati memiliki kelainan saraf bawaan.

  • Mempersingkat Waktu Sakit Karena Pilek

Memberikan suplemen zink, menurut penelitian dapat mempersingkat sakit akibat pilek dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Bunda Inilah Manfaat Zink untuk Si Buah Hati

Takaran Kebutuhan Zinc Sesuai Usia

Sejak lahir, si Buah Hati sudah memerlukan zink dan itu dipenuhi dengan asupan ASI. Kadar zink dalam air susu ibu (ASI) hanya memenuhi kebutuhan bayi hingga usia 4-6 bulan. Sehingga setelah 6 bulan, penting untuk memperkenalkan makanan dengan seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Pada anak berusia 1-3 tahun perlu mendapat asupan harian zink sebesar 3 mg/hari.

Agar kebutuhan nutrisi anak tercukupi, sangat penting untuk memilih makanan yang sarat akan kandungan zink.

Beberapa makanan yang kaya kandungan zink seperti daging sapi, ikan, dan makanan laut.

Untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan harian zink, Bunda bisa memperhatikan asupan gizi si Buah Hati. Salah satunya dengan memberi produk susu yang mengandung zink seperti DANCOW 1+ Imunutri.

DANCOW 1+ Imunutri mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh si Buah Hati berusia 1-3 tahun seperti zinc, kalsium, protein, vitamin A, vitamin C, dan lainnya.

Selain itu, DANCOW 1+ Imunutri juga mengandung 0 gr sukrosa lho, Bunda. Dengan memberikan si Buah Hati DANCOW 1+ Imunutri dua kali sehari dapat membantu untuk dapatkan manfaat zinc untuk anak usia 1-3 tahun.

Image Article
Manfaat Zink untuk Anak dan Takaran yang Dibutuhkan Sesuai Usia
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Pahami Penyebab Anak Sulit Bersosialisasi

Published date

Bunda, sosialisasi atau menjalin pertemanan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak.

Namun, tidak semua anak mudah dalam bersosialisasi. Beberapa anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain dan hal ini bisa menjadi penyebab masalah di masa depan.

Karenanya, yuk Bunda ketahui apa saja penyebab anak sulit bersosialisasi dan cara mengatasinya.

5 Penyebab Anak Sulit Bersosialisasi

Bunda perlu mengetahui apa saja penyebab anak susah bergaul yang sering dijumpai. Berikut 5 penyebab kenapa anak susah bergaul yang paling umum.

1. Malu

Rasa malu sebenarnya respon adaptif yang akan dialami sebagian besar anak sebagai bagian perkembangan normal. Namun, dalam beberapa kasus, rasa malu bisa menjadi ekstrem sehingga mempersulit anak-anak mengembangkan interaksi sosial dan persahabatan.

2. Orang Tua yang Overprotektif

Salah satu alasan anak sulit sosialisasi yang sering ditemui adalah orang tua overprotektif dan  mengajarkan bahwa dunia ini berbahaya. Sehingga, anak-anak tidak terlibat dalam situasi sosial dan membatasi kesempatan anak untuk membangun persahabatan dan belajar bersosialisasi. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh overprotektif cenderung kurang mampu bersosialisasi.

3. Keterlambatan Bahasa

 Faktor kemampuan sosial dan emosional pada anak juga dapat mempengaruhi keterlambatan bicara.

4. Gangguan Pemrosesan Sensori

Gangguan pemrosesan sensori (sensory processing disorder/SPD) adalah kondisi neurologis yang terjadi ketika sinyal sensorik tidak diatur menjadi respons yang sesuai.

Orang dengan SPD sulit memproses informasi sensorik, misalnya suara, sentuhan, dan gerakan dari dunia di sekitar mereka.

SPD dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk berinteraksi di lingkungan yang berbeda dan melakukan aktivitas sehari-hari. Anak dengan SPD sulit berinteraksi 2 arah, lebih suka bermain sendiri atau sulit bermain dengan anak lain. Selain itu juga sulit bergabung dengan teman sebaya dan membuat persahabatan.

Baca Juga: Bunda, Inilah Fungsi Zink untuk Tubuh Anak

5. Trauma Psikis

Anak yang mengalami trauma psikis juga bisa mengalami masalah sosialisasi dengan orang lain. Trauma yang dialami pada masa anak-anak usia dini misalnya, bisa mempengaruhi bagaimana di Buah Hati berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan trauma yang dialami pada masa remaja tidak jarang memunculkan efek seperti penariksan sosial atau enggan bersosialisasi.

Trik Mengatasi Anak Susah Bergaul

Bunda, untuk mengatasi berbagai penyebab anak sulit bersosialisasi tersebut, dibutuhkan dukungan penuh dari Bunda dan Ayah. Karenanya, beberapa trik di bawah ini bisa Bunda lakukan untuk membantu anak yang sulit bergaul:

1. Hindari Memberi Label Pada Anak

Memberi label pada anak mempengaruhi cara anak memandang dirinya. Saat seorang anak diberi label tertentu, label itu akan menjadi bagian dari identitasnya. Memberi label pada anak juga membatasi potensi anak.

2. Kontak Mata

Kontak mata terlihat hal yang sederhana tetapi skill penting yang harus dimiliki. Kontak mata merupakan bagian penting dalam komunikasi non verbal. Kontak mata sendiri sudah bisa dilakukan sejak si buah hati lahir.

Kontak mata menunjukkan adanya interaksi yang dilakukan oleh anak dengan lawan bicaranya. Pada anak usia dini, hal ini akan membuka kesempatan besar untuk si kecil belajar bahasa dan komunikasi.

3. Jadi Contoh yang Baik

Bunda harus sopan, menghormati, dan peduli sesama jika ingin memiliki anak yang hormat dan peduli. Ini karena si Kecil belajar dari apa yang Bunda dan Ayah lakukan dalam bersosialisasi.

4. Berbagi perasaan dan tunjukkan empati

Bunda bisa berbagi perasaan dan menunjukkan empati atas apa yang sedang dialami si Buah Hati yang masih sulit berteman. Bunda bisa menceritakan pengalaman pertama Bunda dalam melakukan sesuatu. Misalnya saja, Bunda menceritakan betapa gugupnya Bunda saat pertama kali masuk sekolah. 

Gaya pengasuhan yang banyak menunjukkan empati dapat memberi dampak pada perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak lho, Bunda.

5. Tahu “Batas” Anak

Setiap anak bersosialisasi dengan cara berbeda. Anak introvert lebih cepat capek dalam acara sosial yang riuh dan bising, sementara anak yang ekstrovert tak suka suasana hening dan intim. Jangan paksa anak memasuki lingkungan yang mereka tak nyaman. 

Beri anak kesempatan dan waktunya sendiri dan jangan lupa beri pujian ketika mereka tetap mau berusaha ya.

6. Siapkan Anak Hadapi Level Kemampuan Sosial yang Lebih Tinggi

Saat memasuki usia baru, si Buah Hati tentunya akan memiliki kemampuan sosial yang juga berkembang. Kemampuan sosial yang lebih tinggi, seperti negosiasi, resolusi konflik, ketegasan, komunikasi non verbal dan public speaking akan berkembang saat anak semakin besar.

Bermain peran adalah salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan si Buah Hati dalam bersosialisasi. Misalnya saja bermain pura-pura sebagai penjual dan pembeli bisa mendorong kemampuan anak bernegosiasi.

Bunda, membantu anak agar mampu bersosialisasi tentu harus dilakukan dengan tekun dan tidak dapat memberi hasil yang instan karena Bunda dan si Buah Hati butuh waktu dan energi untuk mempelajarinya. 

Untuk memastikan proses berkembangnya tidak terganggu, pastikan bahwa asupan gizinya sudah lengkap dan seimbang. Bunda bisa memberikan DANCOW 5+ Imunutri untuk mendukung kebutuhan gizi hariannya.

DANCOW 5+ Imunutri merupakan susu bubuk yang mengandung 0 gram sukrosa serta nutrisi atau zat gizi berupa Vitamin B6, B12, dan Biotin, minyak ikan (DHA) serta asam lemak Omega-3 dan Omega-6, juga tinggi Vitamin C dan zink.

Dengan lebih memahami apa saja penyebab anak sulit bersosialisasi, Bunda memiliki strategi khusus untuk membantu Si Buah Hati. Karena, bagaimanapun, mendorong Si Buah Hati belajar bersosialisasi sejak dini akan membantunya meraih kesuksesan di masa depan.

Image Article
Pahami Penyebab Anak Sulit Bersosialisasi Berikut Ini
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Ini Pengertian dan Manfaatnya

Published date

Sebagai orang tua, Bunda tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi Si Buah Hati, termasuk saat memberikan fasilitas pendidikan yang berkualitas untuk menjamin masa depannya. Berdasarkan Harvard Graduates School of Education, tak cukup hanya dianggap “bagus” oleh banyak orang, lingkungan sekolah yang sehat dan ramah anak menjadi pertimbangan utama kebanyakan orang tua saat memilihkan sekolah untuk Si Buah Hati. Sebab, peran lingkungan sekolah pada karakter anak sangatlah besar dan harus diperhatikan dengan baik agar tidak menyesal di kemudian hari.

Apa itu lingkungan sekolah ramah anak?

Melansir dari UNICEF USA, sekolah ramah anak adalah model sekolah yang dapat mendorong inklusivitas, kepekaan gender, toleransi, martabat, dan pemberdayaan pribadi dan didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Sekolah harus beroperasi demi kepentingan terbaik bagi anak.
  2. Lingkungan sekolah harus aman, sehat, dan dapat melindungi siswanya dengan baik.
  3. Ruang kelas harus memiliki guru yang terlatih dan sumber daya yang memadai.
  4. Hak-hak Si Buah Hati harus dilindungi dan suara mereka harus didengar.

Melihat dari prinsip ini, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi lingkungan ramah anak khususnya di sekolah yang sehat adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung proses belajar-mengajar agar berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.
  2. Meminimalisir gangguan yang mungkin terjadi pada siswa didiknya, mulai dari ketakutan, bullying, pelecehan, pertengkaran, kekerasan baik verbal maupun non-verbal, hingga masalah narkoba.
  3. Mendukung dan membantu mengembangkan kemampuan serta keterampilan anak, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis.
  4. Menciptkan aturan dan konsekuensi yang jelas bagi mereka yang melanggarnya.

Peran lingkungan sekolah pada karakter anak

Mengenalkan Si Buah Hati pada lingkungan sekolah yang sehat dan ramah harus dilakukan sejak dini. Sebab hal ini akan berpengaruh pada pengembangan karakternya hingga dewasa nanti. Melansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengenai cara menguatkan karakter anak usia dini, karakter adalah sifat batin dalam diri Si Buah Hati yang berupa tata nilai kebaikan yang dapat diketahui melalui perkataan dan perbuatan dalam kesehariannya. 

Pada dasarnya, karakter Si Buah Hati terbentuk atas potensi baik dalam diri yang telah dibekali Tuhan dengan nilai, akhlak, dan moral yang diajarkan oleh lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga dan sekolahnya. Potensi baik inilah yang harus dipertahankan bahkan diperkuat dengan terus menerus agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang baik. Beberapa karakter anak yang utama dan harus diperkuat antara lain:

  1. Karakter religius yang mencerminkan keimanan anak pada Tuhan Yang Maha Esa dan diwujudkan melalui kegiatan ibadah sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianut.
  2. Karakter nasionalisme yang mencakup cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, bangsa, dan negara Indonesia.
  3. Karakter mandiri baik dalam bersikap dan perilaku dengan tidak bergantung pada orang lain, serta selalu berusaha menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sendiri.
  4. Karakter gotong royong yang diwujudkan melalui kerjasama, menjalin komunikasi dan persahabatan, hingga memberi bantuan pertolongan pada yang membutuhkan.
  5. Karakter integritas, yaitu selalu dapat dipercaya, jujur, serta baik dalam perkataan maupun tindakan.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak SD Kelas 1 agar Mudah Paham

Ciri-ciri sekolah ramah anak

Menurut Cambridge School, berikut ini beberapa ciri-ciri yang mencerminkan lingkungan sekolah yang ramah anak, sehat, dan terpercaya.

1. Memiliki rencana dan kebijakan mutu yang jelas

Lingkungan sekolah yang baik memiliki tujuan atau visi yang jelas agar kinerja setiap orang menjadi lebih baik untuk mencapai tujuan akhir.

2. Mendukung siswanya dengan baik

Sekolah yang baik mendorong pertumbuhan setiap siswa dengan menggunakan setiap peluang, bakat, keunggulan, dan sumber daya yang ada.

3. Memiliki standar pengajaran yang baik

Tujuannya agar kinerja para siswa meningkat sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

4. Memiliki staff pendukung yang handal

Beberapa staf pendukung yang sebaiknya ada di dalam lingkungan sekolah antara lain seperti dokter, konselor bimbingan, dan psikolog untuk memenuhi kebutuhan siswa tepat waktu. 

5. Memiliki fasilitas pendidikan yang baik

Beberapa diantaranya adalah peralatan olahraga, taman bermain, buku-buku perpustakaan, peralatan laboratorium, komputer, dan fasilitas lain terkait dengan penyedia layanan terbaik.

6. Lingkungan belajar yang aman bagi siswa

Sekolah yang ramah anak memiliki lingkungan sekolah yang sehat dan saling menghormati antara guru dan siswa. Sekolah tidak mentolerir perilaku negatif seperti pelecehan dan perundungan di sekolah, menjelaskan tindakan disipliner yang tegas terhadap anak yang melanggar peraturan sekolah, dan mencegah perilaku buruk anak melalui kegiatan pelayanan masyarakat atau pekerjaan sosial untuk beberapa waktu.

7. Memiliki tenaga pengajar yang berkualitas

Sekolah yang baik memiliki guru yang berpikiran adil, bersemangat, jujur, sopan, inspirator, terampil, dan mendukung, dan dapat memberikan dampak positif pada sikap dan kepribadian siswa.

Tenaga pengajar yang berkualitas juga akan selalu meluangkan waktu untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menemukan cara untuk membuat siswa termotivasi serta terlibat saat mengajar. 

8. Memiliki lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi serta kondusif untuk belajar

Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman dapat mendorong siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya dengan lebih baik. 

9. Pemantauan proses belajar mengajar 

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan siswanya terpenuhi dengan baik.

Selain memberikan fasilitas pendidikan yang ramah anak, dukung juga proses belajar serta tumbuh kembang Si Buah Hati dengan memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik. Salah satunya adalah melalui pemberian susu sebagai menu pelengkap setiap harinya. Sebagai rekomendasinya, Bunda bisa memberikan DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi saat Si Buah Hati di sekolah. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!

Image Article
Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Ini Pengertian dan Manfaatnya
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Memotivasi Anak agar Rajin Belajar

Published date

Seiring dengan bertambahnya usia, maka semakin banyak pula tanggung jawab serta tugas yang dimiliki oleh anak-anak. Sayangnya, rasa lelah dan bosan seringkali membuat mereka merasa kesulitan bahkan malas untuk mulai menyelesaikannya. 

Alih-alih memaksa Si Buah Hati untuk melakukannya, cara memotivasi anak agar rajin belajar yang harus Bunda lakukan pertama kali adalah memahami terlebih dahulu hal apa yang membuat mereka kehilangan semangat belajarnya.

Perubahan signifikan seperti hilangnya motivasi pada Si Buah Hati untuk belajar bisa menjadi salah satu tanda mereka mengalami stres. Stres membuat Si Blebih sulit untuk fokus selama hari sekolah atau ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Tak hanya itu saja, berikut ini beberapa alasan Si Buah Hati kehilangan motivasi motivasi belajarnya.

  1. Pemahaman materi yang buruk.
  2. Pekerjaan yang tidak cukup menantang.
  3. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya.
  4. Kecemasan tentang sekolah, misalnya ketika Si Buah Hati mengalami perselisihan dengan temannya.
  5. Kepercayaan diri yang rendah.

Cara motivasi anak agar rajin belajar

Untuk membantu Si Buah Hati menemukan kembali dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik, simak kumpulan motivasi agar anak rajin belajar seperti yang dilansir dari situs Center of Developing Child Harvard University berikut ini!

1. Ikuti minat Si Buah Hati

Pada dasarnya anak secara alami akan memalingkan muka dari objek yang terlalu familiar dan juga objek baru yang terlalu rumit. Oleh karena itu, saat Si Buah Hati kehilangan motivasi akibat rasa bosan atau kesulitan memahami suatu hal, sebaiknya jangan paksakan Si Buah Hati untuk melakukannya. Ikuti kemauannya dan terus dampingi saat mereka merasa kesulitan. 

2. Timbulkan rasa ingin tahunya

Bunda juga bisa mengalihkan perhatian Si Buah Hati terhadap hal lain yang lebih disukainya dan bisa memicu rasa ingin tahunya. Misalnya saat Si Buah Hati bosan menghitung, coba alihkan dengan permainan yang juga melibatkan proses menghitung dan menerapkan strategi di dalamnya, seperti ular tangga, monopoli, atau balok susun. Berikan Si Buah Hati kesempatan untuk berinteraksi dengan hal baru dan biarkan mereka mempelajarinya.

3. Ajak Si Buah Hati untuk bereksplorasi dengan cara yang menyenangkan

Misalnya dengan melakukan sebuah permainan yang melibatkan kerjasama tim. Secara tidak langsung, permainan ini dapat meningkatkan memotivasi, memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru dan belajar dari orang lain, membuat Si Buah Hati terlibat secara aktif, serta dapat memperkuat ikatan sosial dan mengurangi stress yang dialaminya. Dengan begini, otaknya akan kembali segar dan dapat termotivasi untuk belajar.

4. Prioritaskan interaksi sosial saat belajar

Jika Si Buah Hati merasa bosan belajar hanya dengan membaca buku saja, Bunda bisa Saat memanfaatkan aplikasi dan media sosial sebagai cara motivasi anak agar rajin belajar dengan lebih menyenangkan. Alih-alih membiarkannya belajar sendiri, sebaiknya dampingi Si Buah Hati saat belajar sambil memastikan bahwa bacaan yang ia nikmati sudah sesuai untuk anak seusianya ya, Bunda.

5. Berikan tantangan yang cukup kepada Si Buah Hati

Tips motivasi agar anak tidak malas dan termotivasi untuk belajar selanjutnya adalah memberikan tantangan sesuai dengan kemampuannya. Misalnya saja dengan menantangnya untuk adu cepat menyelesaikan soal hitungan matematika, menggambar bentuk, atau menyusun blok lego sesuai dengan arahan. Pasti menyenangkan sekaligus mendebarkan!

6. Berikan pujian pada proses, bukan hasil akhirnya

Memuji Si Buah Hati atas usaha mereka dan membantunya melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang dapat membuatnya lebih termotivasi untuk belajar lebih giat. Si Buah Hati juga menjadi lebih percaya bahwa mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan. 

Misalnya saat mereka berhasil menyelesaikan lomba lari hingga garis akhir meski cuaca sedang sangat panas, seperti “Keren banget kamuNak, bisa kuat lari sampai finish padahal lagi panas banget cuacanya! Yuk, sekarang kita beli minuman dingin favorit kamu!”. Dengan begini, Si Buah Hati akan lebih merasa disayang dan dihargai usahanya oleh kedua orang tuanya, sehingga mereka bisa termotivasi untuk lebih giat lagi kedepannya.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak SD Kelas 1 agar Cepat Paham

Motivasi Si Buah Hati untuk belajar juga dapat menurun jika kondisi tubuhnya sedang tidak terlalu fit, biasanya karena rasa lelah akibat setelah melakukan berbagai aktivitas hariannya. Untuk mengatasinya, Bunda bisa memberikan makanan atau camilan bergizi favoritnya untuk mengembalikan mood dan semangatnya. Sebagai pelengkap gizinya, berikan juga susu seperti DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!

Semoga cara memotivasi anak agar rajin belajar di atas dapat membantu mengembalikan motivasi Si Buah Hati untuk belajar dan mencapai cita-citanya ya, Bunda!

Semangat Siap Sekolah

Image Article
Cara Memotivasi Anak agar Rajin Belajar
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Efektif dan Aman Saat Memberi Kebebasan pada Anak

Published date

Bagi sebagian orang tua, membebaskan Si Buah Hati untuk melakukan berbagai hal adalah hal yang cukup mengkhawatirkan, sehingga kebebasan anak berada sepenuhnya di tangan kedua orang tua. Sementara ada juga tipe orang tua yang justru sebaliknya. Mereka menerapkan pola asuh dengan memberikan kebebasan pada anak sesuai dalam batas kewajaran. 

Pola pengasuhan yang bebas mengacu pada kesediaan orang tua untuk mundur dan membiarkan Si Buah Hati menjelajahi dunia tanpa harus selalu berada di bawah naungannya. Umumnya, kebanyakan orang tua yang menerapkan pola asuh bebas melakukannya karena mengenang masa kecil mereka sendiri. 

Saat Si Buah Hati diizinkan untuk bersepeda di lingkungan sekitar bersama teman selama berjam-jam, rasanya sangatlah menyenangkan, sehingga mereka pun kembali menerapkan pola ini pada Si Buah Hati agar mereka mengalami kesenangan yang sama.

Cara memberi kebebasan pada anak

Kunci utama untuk dapat menerapkan pola asuh tanpa harus mengorbankan kebebasan Si Buah Hati adalah dengan membangun rasa percaya yang baik, menjadi orang tua yang menyenangkan bagi anaknya. Cara pengasuhan yang lembut dapat diwujudkan dengan beberapa hal berikut ini.

  1. Memahami keinginan dan kebutuhan Si Buah Hati dengan baik.
  2. Berempati dengan perasaan Si Buah Hati.
  3. Menunjukkan rasa hormat kepada Si Buah Hati. Penting diingat bahwa mereka juga memiliki perasaan dan kesukaannya sendiri. Menghormati berarti memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan. Alih-alih menyuruh Si Buah Hati untuk "diam" saat menyela obrolan Bunda dengan teman, Bunda bisa menggantinya dengan “Sebentar ya, Nak. Setelah Bunda selesai ngobrol dengan tante, kamu bisa bercerita dan Bunda akan menjadi pendengar yang baik.”.
  4. Membuat batasan yang jelas, seperti peraturan di rumah yang dapat mengajarkan Si Buah Hati memiliki cara yang baik dalam melakukan sesuatu. Misalnya: daripada menonton film sampai larut, mereka harus tidur lebih awal agar dapat bangun tepat waktu dan bersiap-siap ke sekolah tanpa terburu-buru.
  5. Berikan pujian dan konsekuensi yang harus diterima oleh Si Buah Hati saat mereka berperilaku buruk.

Tidak asal dalam menerapkan pola asuh yang bebas pada Si Buah Hati, berikut ini beberapa cara memberikan kebebasan pada anak yang bisa Bunda praktikkan tanpa membahayakan kehidupannya.

  1. Rasa percaya dapat menghilangkan rasa takut dan pemikiran buruk yang mungkin hanya ada di otak kita saja. Misalnya saat melarang Si Buah Hati untuk berangkat sekolah sendiri karena takut tertabrak kendaraan, diculik orang, dan pemikiran buruk lainnya. Saat Si Buah Hati ingin dan mampu pergi sekolah sendiri, maka percayakan hal itu dan biarkan mereka untuk melakukannya.
  2. Ajarkan mereka untuk melakukan sesuatu secara mandiri, seperti mengikat tali sepatu, membuat susu sendiri, memasak nasi, atau melakukan pekerjaan rumah lainnya. Setelah mereka menguasainya, Bunda bisa berhenti untuk membantunya. Memang perlu waktu dan kesabaran untuk mewujudkannya. Namun percayalah seiring dengan berjalannya waktu mereka akan terbiasa dengan beberapa hal tersebut. 
  3. Berhenti untuk menjadwalkan rutinitas Si Buah Hati secara berlebihan, terutama di hari libur. Hari tanpa rencana bukanlah kegagalan dalam pengasuhan, sebab kebebasan anak yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kreativitasnya.
  4. Biarkan Si Buah Hati untuk membuat kesalahan dan mengalami kegagalan. Sebab dari pengalaman ini mereka dapat belajar untuk lebih baik lagi dan bersenang-senang dengan hidupnya. 
  5. Ajarkan Si Buah Hati tentang keselamatan saat berada di jalan raya, mulai dari sisi yang benar untuk berjalan, kapan mereka harus menyeberang, dan peraturan saat di jalan raya lainnya. 
  6. Biarkan Si Buah Hati mengamil risiko dalam hidupnya. Misalnya saja saat mereka dapat memanjat pohon. Tips kelola kebebasan anak dalam hal ini adalah dengan membiarkan mereka untuk melakukannya, namun tetap dengan memberikan pemahaman mengenai risiko yang mungkin mereka alami saat memanjat pohon.
  7. Komunikasikan juga mengenai bahaya orang asing baik saat berada di rumah, di jalan, maupun saat bertemu secara online. Tujuannya adalah untuk membekali Si Buah Hati dengan pengetahuan dan pengalaman agar dapat mengambil keputusan yang masuk akal.

Baca Juga: Manfaat Minum Susu di Pagi Hari agar Mood Anak Senang

Manfaat memberikan kebebasan pada Si Buah Hati

Selain membangun rasa percaya antara orang tua dan Si Buah Hati, dari penjelasan mengenai cara memberikan kebebasan pada anak di atas maka dapat disimpulkan bahwa manfaat yang bisa dirasakan oleh Si Buah Hati adalah sebagai berikut.

  1. Menjadi lebih percaya diri, berani, dan mandiri.
  2. Memiliki pengetahuan yang lebih luas.
  3. Mengerti bahwa akan ada konsekuensi yang harus mereka terima saat berbuat kesalahan.
  4. Tidak takut mengalami kegagalan, karena hal ini justru memotivasinya untuk berusaha lebih baik lagi kedepannya.
  5. Memiliki kesempatan dan kemampuan untuk memutuskan hal besar saat dewasa nanti.
  6. Mendorong Si Buah Hati untuk lebih banyak bermain di luar.

Manfaat luar biasa lainnya dari pengasuhan anak secara bebas adalah meningkatkan kemampuan Si Buah Hati dalam bersosialisasi. Tanpa kedua orang tuanya, mereka belajar bagaimana cara mengatasi berbagai situasinya sendiri. Hal ini tentunya akan sangat berguna saat mereka dewasa nanti.

Memberikan kebebasan pada Si Buah Hati bukan berarti mengabaikan pemenuhan gizi hariannya dengan baik ya, Bunda. Untuk mendukung proses tumbuh kembang dan proses Si Buah Hati belajar melihat dunia, berikan makanan bergizi dan juga susu sebagai pelengkapnya. Sebagai rekomendasinya Bunda bisa memberikan DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!

Nah, setelah membaca cara memberikan kebebasan pada anak di atas, apakah Bunda sudah siap untuk menerapkannya pada Si Buah Hati?

Image Article
Cara Efektif dan Aman saat Memberi Kebebasan pada Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Bagaimana Cara Membangun Kreativitas Anak dengan Permainan Seru? Ini Tipsnya

Published date

Pada dasarnya, anak-anak adalah makhluk dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. Berdasarkan halaman resmi Mayo Clinic Health System, rasa ingin tahu yang cukup tinggi pada Si Buah Hati membuat mereka ingin mengetahui segala sesuatu tentang dunia di sekitar mereka. Hal ini jugalah yang pada akhirnya mampu mendorongnya untuk menjadi anak yang kreatif dan memiliki semangat untuk selalu belajar hal baru dalam hidupnya. 

Bagaimana cara membangun kreativitas pada Si Buah Hati melalui permainan?

Cara meningkatkan kreativitas anak yang paling mudah adalah melalui permainan seru. Harvard Graduate School of Education menyatakan, bermain adalah segalanya bagi anak-anak. Tak hanya berupa satu jenis aktivitas saja, bermain juga bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti:

  1. Social play atau permainan sosial, yaitu kondisi di mana Si Buah Hati bermain dengan satu sama lain atau dengan orang dewasa, seperti melempar bola, bermain balok susun, bermain peran, dan masih banyak lagi permainan seru lainnya.
  2. Independent play atau permainan mandiri, yaitu kondisi di mana Si Buah Hati bermain sendiri, seperti bercerita dengan action figure atau boneka binatang, menyusun teka-teki, menyusun balok susun dan puzzle, atau permainan seru lainnya.
  3. In guided play atau permainan yang dipandu, di mana Si Buah Hati bermain dalam konteks yang telah diatur atau dipandu oleh orang dewasa. Misalnya saat berada di sekolah atau playground di mana sang pemandu akan bertanya, "Kita akan bermain drama dengan menggunakan alat peraga ini. Menurut kamu, apa tema drama yang akan dimainkan dan bagaimana sebaiknya kita memulainya?".   

Baca Juga: 5 Tips Mengajar Anak SD Kelas 1 agar Cepat Tanggap

Tips meningkatkan kreativitas anak SD

Melalui permainan, Si Buah Hati belajar mengarahkan lingkungan fisik dan sosial mereka sambil berimajinasi dan membangun realitas baru. Mereka berlatih memecahkan masalah dan mengasah kreativitas ketika berhadapan dengan dunia yang baru mereka jumpai. Berikut ini beberapa cara tingkatkan kreativitas anak-anak yang bisa Bunda lakukan.

  1. Tunjukkan ‘dunia’ yang belum pernah dijumpai oleh Si Buah Hati. Misalnya dengan mengajaknya bepergian ke tempat baru, berkemah, pergi ke museum, atau menunjukkan berbagai macam budaya yang berbeda satu sama lain.
  2. Menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga. Misalnya dengan melakukan aktivitas seru seperti jalan-jalan pagi, membuat kue, pergi ke taman, atau berkunjung ke kebun binatang.
  3. Ajak Si Buah Hati untuk bermain dan melakukan hal seperti:
    • Mencetak pasir menjadi cupcake, donat, atau kue.
    • Membuat rumah-rumahan atau benteng mini dengan pasir.
    • Membuat rumah-rumahan atau benteng mini dengan pasir.
    • Membuat bangunan atau istana dari pasir.
    • Melukis dan menulis dengan cat air menggunakan kuas besar di atas kain bekas.

Selain membuatnya terhubung dan berinteraksi dengan alam sekitar, kegiatan ini juga merupakan alat pengajaran yang dapat membantu Si Buah Hati meningkatkan kreativitas, imajinasi, pembelajaran mandiri, dan kerja sama tim. 

  1. Selalu mendukung minat alami Si Buah Hati. Jika mereka tertarik pada suatu kegiatan, berikan mereka kesempatan untuk melakukan kegiatan tersebut dengan leluasa.
  2. Alih-alih langsung menjawab, sebaiknya selalu tanyakan pendapat Si Buah Hati terlebih dahulu saat mereka melontarkan sebuah pertanyaan. Misalnya saat bermain balok susun dan mereka bertanya, “Dengan balok susun sebanyak ini, aku bisa bikin apa ya, Bunda?”, maka Bunda bisa menjawabnya dengan, “Hmm, kira-kira dengan warna lego yang ada, cocoknya bikin apa ya, Nak?”. Hal ini nantinya dapat membuatnya terbiasa untuk berpikir kreatif.
  3. Biarkan Si Buah Hati tetap menjadi anak-anak. Bebaskan mereka untuk bereksplorasi dan mempelajari dunia di sekitarnya. Rasa ingin tahu yang besar dapat menuntun mereka ke berbagai hal baru dan menarik yang penuh dengan petualangan dan pembelajaran dalam hidupnya.

Nah, agar tips meningkatkan kreativitas anak SD di atas dapat berjalan dengan optimal, pastikan untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Buah Hati dengan baik ya, Bunda. Selain memberikan makanan bergizi, lengkapi juga dengan pemberian susu untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembangnya setiap hari. Sebagai rekomendasinya, Bunda bisa memberikan DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Selamat mencoba ya, Bunda!

Image Article
Bagaimana Cara Membangun Kreativitas Anak dengan Permainan Seru? Ini Tipsnya
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Apa Peran Ibu Terhadap Anak-anaknya Dalam Membentuk Karakter?

Published date

Menjalani peran sebagai seorang ibu tentu menjadi hal yang sangat penting dan luar biasa bagi seorang wanita. Sebab, mereka akan memainkan peran yang sangat banyak untuk mendukung proses tumbuh kembang anaknya agar berjalan dengan baik. Peran ibu untuk anak dimulai dari sisi sosial emosional, fisik, kognitif, dan kemandirian. Tak heran jika orang tua khususnya ibu disebut sebagai guru utama bagi anak, terutama dalam membentuk karakternya.

Apa peran ibu terhadap anak-anaknya?

Berdasarkan halaman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kunci utama perkembangan anak berasal dari orang tuanya, terutama sang ibu yang umumnya memiliki hubungan lebih dekat dengan sang anak. Kebutuhan dasar seorang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal meliputi Asuh, Asih, dan Asah yaitu:

1. Kebutuhan Fisik-Biologis (ASUH)

Orang tua harus memenuhi kebutuhan sBundang, pangan, dan papan seperti:

  • Imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari berbagai penyakit. 

  • Kebersihan yang meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain, dan transportasi.

  • Bermain, aktivitas fisik, dan istirahat untuk merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme (karbohidrat, lemak, dan  protein), hingga merangsang pertumbuhan dan perkembangan otot serta tulangnya.

  • Pelayanan kesehatan untuk memantau kesehatan anak secara teratur agar dapat mendeteksi dan menanggulangi penyakit serta gangguan tumbuh kembang sejak dini.

2. Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH)

Kebutuhan kasih sayang dan emosi dapat dipenuhi dengan cara berikut ini:

  • Menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga anak merasa dilindungi.

  • Memerhatikan minat, keinginan, dan pendapat Si Buah Hati.

  • Memberikan contoh, bukan memaksa anak untuk melakukan sesuatu.

  • Memberikan bantuan, dukungan, dan menghargai Si Buah Hati.

  • Mendidik anak dengan penuh cinta dan kegembiraan.

  • Menghindari untuk memberikan hukuman atau ancaman ketika Si Buah Hati berbuat salah.

3. Kebutuhan stimulasi (ASAH):

Menstimulasi dan mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual anak sejak dini. 

Cara mendidik anak agar percaya diri

Hubungan antara seorang ibu yang hangat, terbuka, dan komunikatif dapat menciptakan seorang anak dengan rasa percaya diri yang tinggi, prestasi yang lebih baik di sekolah, dan terhindar dari risiko depresi. Berdasarkan situs resmi Mayo Clinic, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mewujudkannya.

1. Tunjukkan bahwa Bunda bangga menjadi orang tuanya 

Salah satu caranya adalah dengan menghabiskan waktu bersama anak. Coba luangkan waktu berdua dengan Si Buah Hati untuk melakukan hal yang mereka sukai dan biarkan mereka memimpin. Sesekali sampaikan juga secara lisan bahwa Bunda bangga menjadi orang tuanya. Tujuannya adalah untuk menikmati kebersamaan dengan penuh kasih sayang. 

2. Berikan pujian pada Si Buah Hati 

Pujilah Si Buah Hati Bunda atas sifat-sifat karakternya, bukan atas bakat atau prestasinya. Tunjukkan apa yang benar-benar baik dan menyenangkan dari diri mereka. Saat mereka melakukan kesalahan atau berperilaku buruk, hindari untuk memberikan hukuman berat, ancaman, atau melabelinya. Sebaliknya, coba fokus pada masalah dan ajak mereka untuk memperbaikinya.

3. Validasi emosi Si Buah Hati 

Saat mereka merasa kesal, terluka, atau sedih, coba validasi emosi yang mereka miliki. Berikan pemahaman bahwa perasaan tersebut boleh dan sah-sah saja untuk dirasakan. Setelah Si Buah Hati merasa tenang, ajak mereka untuk menceritakan apa yang terjadi dan bantu mereka untuk mengatasinya. 

4. Menjadi pendengar yang baik

Saat Si Buah Hati sedang mengalami masalah atau kesulitan dalam hidupnya, cobalah menjadi seorang pendengar yang baik, bukan seseorang yang akan menggurui atau menghakimi. Lalu, coba lihat segala sesuatu dari sudut pandangnya dan biarkan mereka tahu bahwa Bunda memahami apa yang mereka rasakan.

5. Biarkan Si Buah Hati mengambil risiko atas keputusan yang dipilihnya

Biarkan mereka memutuskan hal yang disukainya, meskipun nantinya mungkin akan terluka. Memberikan pilihan sederhana sejak dini dapat membantu mereka untuk menjadi seorang yang percaya diri dalam memutuskan hal besar saat dewasa nanti.

Baca Juga: Strict Parents: Ciri-ciri dan Efeknya pada Anak

Peran ibu dalam pertumbuhan anak

Agar anak menjadi seseorang dengan rasa percaya diri yang tinggi, maka penting untuk memerhatikan proses pertumbuhannya dengan baik. Menurut penjelasan dr. Anung selaku Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Dirjen P2P) dalam situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertumbuhan anak yang baik ditBundai dengan adanya perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. 

Agar pertumbuhan anak berjalan dengan optimal, maka peran ibu dalam pertumbuhan anak adalah memastikan kebutuhan gizi Buah Hatinya terpenuhi dengan baik. Menurut Harvard School of Public Health, berikut ini beberapa kebutuhan nutrisi pada anak untuk meningkatkan pertumbuhannya.

  1. Protein merupakan kebutuhan nutrisi anak yang dapat ditemukan dalam daging, unggas, makanan laut, kacang-kacangan dan kacang polong, telur, produk kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta susu.
  2. Zat besi yang dapat ditemukan pada daging, kacang-kacangan dan lentil, sereal dan roti yang diperkaya, sayuran berdaun gelap, dan kentang panggang.
  3. Vitamin A yang dapat ditemukan pada hati ayam, wortel, ubi jalar, dan bayam. Serta vitamin D atau "vitamin sinar matahari" yang juga bisa ditemukan pada daging ikan berlemak seperti salmon, minyak hati ikan, dan produk yang diperkaya dengan vitamin D, seperti susu.
  4. Vitamin B6 dan B12 yang dapat ditemukan pada hati, daging, ikan, kentang, dan sayuran, dan produk susu.
  5. Asam lemak omega 3 dan 6 sebagai nutrisi anak yang dapat ditemukan pada telur, kacang-kacangan, dan susu.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Bunda bisa memberikan susu sebagai menu pelengkap dalam asupan harian di rumah. Sebagai rekomendasinya, berikan susu DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!

Image Article
Apa Peran Ibu Terhadap Anak-anaknya Dalam Membentuk Karakter?
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

8 Cara Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak SD

Published date

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa asing yang sudah sangat dekat dengan orang-orang Indonesia, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Ditambah lagi dengan fakta bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan sebagai cara berkomunikasi di seluruh dunia. Bahkan, ada beberapa negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.

Nah, agar nantinya Buah Hati mampu bersaing dengan anak seusianya, maka tak ada alasan lagi untuk menunda mengajarkannya sejak dini ya, Bunda. Tak melulu belajar di sekolah maupun tempat les, saat ini sudah banyak cara mengajarkan bahasa Inggris pada anak SD dengan efektif yang bisa Bunda praktikkan di rumah, mulai dari film, lagu, dan berbagai metode lainnya. Tertarik untuk mencobanya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Kendala yang perlu diantisipasi Bunda saat anak belajar bahasa Inggris

Mengajarkan berbagai hal baru pada anak SD tentu bukanlah hal yang mudah, termasuk saat belajar bahasa Inggris. Menurut Cambrigde English, berikut ini beberapa kendala dan tantangan yang mungkin dialami saat mengajarkan anak belajar hal yang baru dalam hidupnya.

  1. Anak cenderung lebih mudah merasa bosan saat belajar.
  2. Perhatiannya mudah teralihkan oleh hal lain, sehingga konsentrasinya saat belajar juga terganggu.
  3. Anak tidak tertarik untuk belajar bahasa Inggris sejak awal.
  4. Rasa lelah setelah sekolah dan beraktivitas hampir seharian penuh.

Cara mengajarkan bahasa Inggris pada anak SD yang efektif

Tak perlu berkecil hati jika kemampuan berbahasa Inggris Bunda belum sempurna saat mengajarkan bahasa Inggris pada anak. Sebab antusiasme Bunda jauh lebih penting untuk memotivasi Buah Hati agar lebih bersemangat untuk belajar. Nah, untuk mendukung usaha Bunda dalam mengajarkan bahasa Inggris pada Si Buah Hati, yuk simak tips belajar bahasa Inggris pada anak SD seperti yang dilansir dari situs British Council Foundation berikut ini!

1. Ciptakan rutinitas

Misalnya dengan membuat jadwal belajar bahasa Inggris selama 30 menit sampai satu jam setiap harinya, baik sepulang sekolah maupun sebelum tidur. Jadwal belajar ini bisa Bunda isi dengan berbagai pilihan kegiatan, mulai dari membaca buku cerita dan menonton film atau tayangan berbahasa Inggris. 

2. Hari khusus berbahasa Inggris

Bunda juga bisa mendedikasikan satu hari khusus di mana semua anggota keluarga di rumah harus berkomunikasi dalam bahasa Inggris semampunya. Lakukan hal ini secara berulang untuk membuat mereka semakin siap dan percaya diri untuk mengucapkannya sendiri. 

3. Bermain sambil belajar

Cara belajar bahasa inggris yang tepat dan menyenangkan selanjutnya adalah dengan mengajak Buah Hati bermain sambil belajar. Salah satu kegiatan yang bisa Bunda lakukan adalah bermain flashcards untuk melatih dan memperkaya kosakata dalam bahasa Inggris tanpa membuat Buah Hati merasa bosan.

4. Belajar melalui lagu 

Agar Buah Hati semakin percaya diri untuk mengucapkan berbagai kata dalam bahasa Inggris, Bunda juga bisa mengajarkannya melalui lagu. Pilih lagu berbahasa Inggris favorit Buah Hati, lalu ajak mereka untuk menyanyikannya bersama. Tak boleh sembarangan, sebaiknya pelajari dulu lirik lagunya untuk memastikan apakah kosakatanya sesuai untuk anak seusianya.

Baca Juga: Tinggi dan Berat Badan Ideal Sesuai Umur 6-12 Tahun

5. Belajar melalui film

Selain lagu, Bunda juga bisa mengajak anak belajar bahasa Inggris melalui film. Pilih film anak-anak berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan teks terjemahan di dalamnya. Dengan begini, proses belajarnya bisa menjadi lebih menyenangkan.

6. Ajak berkomunikasi dengan bahasa Inggris di rumah

Langkah-langkah belajar bahasa Inggris tentunya bisa memberikan hasil yang lebih optimal jika Bunda rutin mengajak anak berbicara dalam bahasa Inggris di rumah. Cara ini juga dapat membantu mereka mengenal kosakata lebih banyak dan menjadikannya terbiasa untuk ikut berbicara dalam bahasa Inggris dengan lebih lancar.

7. Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup 

Istirahat yang cukup dapat membuat anak menjadi lebih bersemangat dan fokus untuk belajar. Oleh karena itu, sebaiknya berikan jeda untuk beristirahat di rumah setelah pulang sekolah, misalnya dengan tidur siang atau santai sejenak. Setelah itu, Bunda bisa mengajaknya untuk belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

8. Penuhi kebutuhan gizinya dengan baik

Berikan makanan bergizi, mulai dari makanan yang mengandung protein, zat besi, vitamin, dan mineral penting lainnya yang dapat mendukung proses belajarnya setiap hari. Pastikan anak belajar dalam kondisi perut yang sudah terisi. Bunda juga bisa menyediakan camilan sehat untuk menemani anak belajar, seperti buah-buahan atau susu dengan rasa favoritnya. 

Nah, untuk mendukung proses belajar bahasa Inggris anak agar berjalan lancar tanpa kendala, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik ya, Bunda. Salah satunya adalah dengan memberikan susu DANCOW FortiGro. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. Manfaat DANCOW FortiGro Instant ini tak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, tapi juga oleh seluruh anggota keluarga. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi ketika di sekolah atau dalam perjalanan. Selamat mencoba, ya!

Image Article
8 Cara Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak SD
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off