Cara Mengatasi Anak Susah Belajar yang Efektif

Published date

Menghabiskan waktu bersama anak-anak saat liburan tentu menjadi hal yang menyenangkan dan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Si Buah Hati. Sayangnya, saat liburan berakhir dan anak-anak harus kembali ke sekolah dapat menyebabkan efek kekecewaan dan kesedihan tak hanya pada anak remaja dan orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca

Agar Si Buah Hati kembali termotivasi untuk belajar setelah liburan, penting sekali untuk menumbuhkan kembali minat membacanya terlebih dahulu. United Kingdom Department for Education menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak sebagai berikut ini.

  1. Berikan pemahaman pada Si Buah Hati bahwa dengan membaca dapat membantu mengembangkan imajinasi, kreativitas, hingga mampu mengantarkan mereka untuk meraih cita-citanya kelak.
  2. Jika Si Buah Hati masih merasa malas untuk membaca, bukan berarti perjuangan harus berakhir di sini. Bunda bisa membantu untuk membacakan buku cerita sambil menikmati waktu berdua. Agar lebih menyenangkan, coba tambahkan suara-suara lucu untuk menghidupkan karakter dalam cerita sekaligus mengembalikan minat baca Si Buah Hati.
  3. Berikan kebebasan pada Si Buah Hati untuk memilih bahan bacaan untuk dinikmati sehingga mereka tidak merasa terpaksa. Tak harus buku, Bunda juga bisa memberikan pilihan lain seperti komik, majalah, buku resep, dan masih banyak lagi.
  4. Membaca buku bersama-sama di tempat yang tenang dan nyaman, misalnya di teras, kamar, maupun ruang santai keluarga.
  5. Sesekali coba ajak Si Buah Hati untuk mengunjungi perpustakaan umum dan biarkan mereka memilih buku yang ingin dibaca. Tak selamanya membosankan, saat ini sudah banyak perpustakaan ramah anak dengan suasana yang menyenangkan loh, Bunda. Dengan begini, Si Buah Hati bisa menikmati bukunya dengan senang hati, deh.
  6. Menghidupkan bacaan yang sudah dinikmati. Misalnya dengan mencoba memasak resep yang sudah dibaca bersama Si Buah Hati sebelumnya. Pasti menyenangkan!

Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Setelah Liburan

Melansir dari situs Children’s Hospital of Orange County, kondisi ini dapat juga disebut dengan post-holiday blues. Pada anak-anak hal ini akan terlihat melalui perilakunya, seperti lebih mudah marah, susah diajak belajar, dan tidak ingin pergi ke sekolah. Hal ini terjadi karena sekolah dianggap sebagai tempat yang tidak menyenangkan, sehingga menyebabkan peningkatan stres dan rasa khawatir setelah libur dari sekolah. Lantas, bagaimana cara mengatasi anak susah belajar setelah liburan? Simak penjelasannya di sini!

1. Memahami perasaan Si Buah Hati

Pertama-tama, coba tanyakan secara langsung soal perasaannya, seperti, "Bunda perhatikan kok kamu jadi mudah marah saat kita ngobrol soal sekolah dan belajar. Kamu merasa khawatir untuk kembali ke sekolah, ya? Coba deh cerita sama Bunda."

Setelah anak memberitahukan perasaannya, pahami perasaan khawatir dan gugup yang mereka rasakan. Sampaikan bahwa perasaan mereka adalah hal yang wajar terjadi. Dengan begini, Si Buah Hati akan merasa mendapatkan kenyamanan, dukungan, dan harapan akan kemampuan mereka untuk mengatasi perasaan mereka saat ini dan kembali semangat untuk belajar dan sekolah.

2. Kembali melakukan rutinitas awal

Ajak Si Buah Hati untuk membuat jadwal rutinitas pagi dan sepulang sekolah. Penting juga untuk menjadwalkan waktu untuk bersenang-senang di sela aktivitas sekolah, misalnya saat akhir pekan. Hal ini akan memberikan mereka sesuatu yang menyenangkan untuk dinanti-nantikan.

3. Mengatur jadwal tidur

Tujuannya untuk membantu tubuh mereka tetap selaras dengan rutinitas sekolah, membantu mengurangi rasa lelah di pagi hari, serta mengatasi kesulitan untuk bangun pagi saat harus kembali ke sekolah. Kegiatan ini juga sangat baik untuk membantu meningkatkan suasana hatinya.

4. Mulai dari hal yang disukai Si Buah Hati

Cara mengatasi anak yang susah belajar selanjutnya adalah dengan mulai mengajaknya belajar dari hal yang menarik minatnya, seperti buku cerita bergambar, komik, atau bacaan lainnya untuk belajar membaca. Selain membantu meningkatkan kosakata, hal ini juga dapat dijadikan sebagai cara mengatasi anak yang susah belajar membaca sekaligus menunjukkan bahwa membaca buku juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

5. Berikan jeda waktu

Memaksakan anak untuk belajar selama berjam-jam hanya akan membuat mereka merasa tertekan dan bosan. Oleh karena itu, cara mengatasi anak yang susah belajar selanjutnya adalah dengan memberikan jeda waktu setelah 45 menit belajar untuk beristirahat dengan melakukan hal yang mereka sukai. Sediakan juga camilan favorit Si Buah Hati untuk dinikmati selama beristirahat untuk mengembalikan semangatnya ya, Bunda.

6. Manfaatkan tenaga bantuan

Cara mengatasi anak susah belajar menulis dan membaca setelah liburan juga bisa dilakukan dengan bantuan tenaga pengajar untuk memaksimalkan kemampuan dan minat belajar anak, terutama jika mereka mengalami disleksia.

Baca Juga: Tips Penuhi Gizi dan Nutrisi Anak Sekolah

Usia Berapa Biasanya Anak Mulai Bisa Membaca

Mengajarkan anak untuk bisa membaca pada dasarnya dapat membantu mereka memahami informasi yang ada, meningkatkan kemampuan untuk mengeksplorasi dunia, dan juga melatih kreativitasnya. Tahapan usia yang dianjurkan bagi orang tua untuk mengajarkan Buah Hatinya membaca adalah saat memasuki usia 3—5 tahun. Bunda bisa mulai mengajarkan Si Buah Hati melalui gambar. Saat Si Buah Hati mampu menghafal gambar, maka mereka mulai tertarik untuk menghafal simbol serta logo yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, Bunda bisa mulai memberikan buku bergambar yang dilengkapi angka dan huruf pada Si Buah Hati. Dengan begini, Si Buah Hati bisa menjadi lebih siap untuk belajar membaca saat memasuki usia sekolah karena mereka sudah mulai mengenali berbagai huruf bahkan kata yang terbentuk, yaitu umumnya saat mereka berusia 7 tahun.

Tips Menghadapi Anak Susah Belajar Membaca

Berbicara soal perkembangan anak, satu hal yang harus diingat oleh setiap orang tua adalah fakta bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda dan membutuhkan waktu yang berbeda untuk dapat melewati setiap tahapan perkembangan dalam hidupnya. Hal ini termasuk kemampuan anak untuk belajar membaca. Saat menjumpai anak belum bisa membaca, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut ini.

  1. Hindari memaksakan Si Buah Hati untuk langsung lancar membaca. Sebaliknya, pahami kemampuannya dan tetap sabar untuk melatihnya.
  2. Pancing rasa tertarik Si Buah Hati untuk membaca dengan menyediakan berbagai macam buku bergambar di rumah. Bila perlu, bacakan buku cerita setiap hari dan jadikan membaca sebagai salah satu rutinitas di rumah.
  3. Mengajak Si Buah Hati untuk melakukan permainan kata. Bunda bisa menunjuk satu benda atau gambar, lalu biarkan Si Buah Hati untuk menebaknya. Selain memudahkan mereka untuk belajar membaca, permainan ini juga ampuh untuk melatih daya ingatnya.
  4. Tips menghadapi anak susah belajar membaca adalah dengan tetap sabar dan konsisten untuk mendampingi Si Buah Hati belajar membaca. Berikan apresiasi atau pujian setiap kali mereka berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Agar lebih bersemangat kembali untuk belajar membaca, pastikan juga untuk memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik ya, Bunda. Selain makanan bergizi seimbang, berikan juga DANCOW FortiGro dua kali sehari di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari, sebagai pelengkapnya.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6—12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan, serta mendukung imunitas anak. Segelas DANCOW FortiGro juga dilengkapi dengan kombinasi unik DHA dan Zat Besi yang dapat membantu proses belajar Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung:

  1. Kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Tinggi Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant & Cokelat kemasan box)
  2. Kandungan gizi pendukung daya tahan tubuh seperti Tinggi Zat besi, Zink, Vitamin A, C, & D
  3. Kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti Protein dan Kalsium.

Manfaat DANCOW FortiGro tak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, tapi juga oleh seluruh anggota keluarga selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream, serta dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!

Image Article
Bagaimana Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Setelah Liburan?
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Dini agar Mandiri

Published date

Membantu membentuk karakter anak sejak dini agar menjadi seseorang yang mandiri adalah hal yang penting dilakukan oleh orang tua. Melansir dari Harvard Health Publishing, salah satu peran orang tua adalah mempersiapkan anak-anaknya untuk hidup mandiri saat dewasa nanti. Ketika kebanyakan orang tua akan langsung turun tangan dengan cepat untuk membantu, maka secara tidak langsung mereka mengomunikasikan bahwa anaknya tidak mampu untuk melakukannya sendiri. 

Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Agar Si Buah Hati dapat tumbuh sebagai anak yang mandiri dan berani, simak beberapa tips pendidikan karakter anak sejak dini berikut ini.

1. Memberikan kesempatan bagi Si Buah Hati untuk merasa menjadi ‘anak yang sudah besar’

Saat kecil dulu, Bunda pasti ingat bagaimana rasanya bisa melakukan banyak hal sendiri, seperti yang dilakukan oleh ‘anak-anak besar’, bukan? Nah, Bunda juga bisa menerapkannya pada Si Buah Hati. Biarkan mereka untuk merasakan hal yang sama dan belajar bahwa mereka juga mampu untuk melakukan banyak hal sendiri. 

Bunda bisa memulainya dari hal sederhana seperti memilih pakaiannya sendiri, menyiapkan makanan ringannya sendiri, atau memesan makanan untuk dirinya sendiri saat berada di restoran. Biasakan juga agar Si Buah Hati berjalan ke rumah teman, sekolah, atau warung dengan sendirinya. Namun pastikan untuk membekalinya dengan berbagai nasehat yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatannya saat berada di jalan.

2. Mengajak Si Buah Hati untuk ikut membersihkan rumah

Memberi anak-anak kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, atau mencuci piring dapat mendorong mereka untuk percaya bahwa mereka mampu dan bisa diandalkan. Jika dilakukan secara rutin, maka hal ini dapat mengajarkan mereka cara mengurus diri mereka sendiri saat dewasa nanti. 

3. Memberikan uang saku

Membentuk karakter anak sejak dini agar jadi mandiri juga bisa diwujudkan dengan cara memberikan uang saku untuk mereka kelola. Namun mereka tidak bisa mendapatkan secara cuma-cuma. Bunda bisa memberikan uang saku jika anak-anak dapat menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga yang diberikan padanya dengan baik. Pilihlah pekerjaan rumah tangga yang tidak terlalu rumit, seperti mencuci piring setelah makan, menyapu, membersihkan tempat tidurnya sendiri, dan membersihkan kamar serta ruang belajarnya.

Jumlahnya juga bisa bertambah seiring bertambahnya usia Si Buah Hati. Untuk membantu anak mempelajari konsep menabung dan merencanakan pengeluarannya, bantu Si Buah Hati untuk membagi uang ke dalam tiga tempat, yaitu untuk menyimpan uang, untuk belanja kebutuhan seperti mainan atau camilan, dan tak lupa juga mengajarkan anak untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan.

Baca Juga: Apa Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak? Simak di Sini!

4. Memberikan pujian atas usaha dan proses Si Buah Hati

Ingatlah Bunda, bahwa tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. Memberikan pujian atas usaha yang dilakukan oleh Si Buah Hati bisa menjadi hal yang memotivasinya dan membuatnya merasa dihargai. Misalnya saat berhasil mencuci piring, “Wah, hebatnya kamu, Nak, bisa mencuci piring sebanyak ini. Bunda bangga banget, deh. Pastikan sudah nggak ada busa yang tertinggal, ya.”

5. Hindari membandingkannya dengan orang lain

Percayalah bahwa setiap anak memiliki karakteristiknya masing-masing. minat dan bakatnya pun akan berbeda dengan anak seusianya. Oleh karena itu, sebaiknya hilangkan segala prasangka tentang seperti apa anak-anak kita atau memaksakan Si Buah Hati agar tumbuh menjadi seperti apa kita inginkan saat dewasa nanti. Biarkan mereka mengembangkannya minat yang disukainya. Sebagai orang tua, hal yang penting untuk kita lakukan adalah dengan terus mendukungnya.

Hal yang Perlu Dihindari Oleh Orang Tua

Ketika Bunda menerapkan cara mendidik anak agar mandiri dan berani dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa hal yang perlu dihindari:

  1. Terlalu banyak berbicara dan tidak memberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran Si Buah Hati
  2. Terlalu sering memberikan peringatan atau sanksi. Alih-alih mengajarkannya agar disiplin, memberikan peringatan atau sanksi secara terus-menerus justru dapat membuatnya jadi anak pemberontak dan malas untuk memberikan respons.
  3. Membuat ia merasa bersalah dan malu akan perbuatannya untuk membenarkan pendapat Ayah dan Bunda. Ingatlah bahwa ia juga membutuhkan waktu untuk belajar menjadi mandiri dan berani. Oleh karena itu, sebaiknya selalu berikan dukungan dan dorongan positif ya, Bunda.
  4. Tidak memenuhi kebutuhan gizi penting di masa pertumbuhannya. Padahal, asupan gizi yang seimbang dan sesuai kebutuhan usianya akan membantu tumbuh-kembang yang optimal.

Cara membentuk karakter anak sejak dini ini tentu dapat memberikan hasil yang optimal jika Bunda terus memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik. Berikan makanan dan minuman bergizi seimbang secara rutin. Selain itu, lengkapi juga dengan DANCOW FortiGro dua kali sehari, di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi di sela-sela aktivitas Si Buah Hati di sekolah maupun di rumah.

Image Article
5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Dini agar Mandiri
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Perbedaan Susu Full Cream dan Kental Manis dari Gizinya

Published date

Hingga saat ini masih banyak orang yang bingung mengenai perbedaan susu full cream dan kental manis. Apakah Bunda salah satunya? Nah, agar tidak salah dalam penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, yuk simak penjelasannya berikut ini!

Perbedaan Susu Kental Manis dan Full cream 

Melansir dari laman situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, produk kental manis memiliki kandungan gula dan lemak yang lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya. Oleh karena itu, kental manis tidak disarankan untuk dijadikan sebagai minuman sehat bagi keluarga. sebaliknya, produk kental manis hanya dapat digunakan sebagai campuran dalam sajian dessert atau topping makanan. Mengonsumsi terlalu banyak lemak dapat mengganggu kesehatan, salah satunya dapat memicu penyakit diabetes.

Kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari apalagi untuk balita, sebab tidak ada kandungan gizi di dalamnya sedangkan kandungan gulanya melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh anak-anak setiap harinya.

Mengacu pada halaman resmi Mayo Clinic, susu full cream adalah produk susu yang masih mempertahankan kandungan lemak di dalamnya. Pada dasarnya, kandungan lemak dalam susu full cream cukup penting, terutama untuk meningkatkan berat badan anak-anak. Selain itu, kandungan protein dan kalsiumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu lainnya. Maka tak heran kalau pada akhirnya susu full cream banyak dijadikan pilihan sebagai susu untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Cara membedakan susu full cream dan kental manis bisa diketahui dari rasanya. Kental manis terasa lebih manis jika dibandingkan susu full cream. Teksturnya pun lebih kental dan warnanya tidak seputih susu full cream.

Baca Juga: 7 Jajanan Anak SD yang Mudah Dibuat di Rumah

Susu Full Cream yang Tepat untuk Si Buah Hati

Tak perlu bingung memilih susu full cream yang tepat untuk Si Buah Hati, karena Bunda bisa menjatuhkan pilihan pada DANCOW FortiGro Full CreamKandungan gizi susu DANCOW Full Cream dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Si Buah Hati yang penting untuk perkembangannya agar dapat optimal dan berprestasi di sekolah, seperti:

  1. Protein yang merupakan pondasi utama tubuh yang penting untuk membentuk otot, memproduksi hormon dan sel, meningkatkan metabolisme, menjaga daya tahan tubuh, menjadi sumber energi, memperkuat kulit dan tulang, serta mengantarkan gizi ke bagian-bagian dalam tubuh. Kebutuhan protein anak usia 7 hingga 9 adalah 40 gram per hari dan usia 10 hingga 12 adalah 50 gram.
  2. Kalsium yang penting untuk pertumbuhan anak-anak, terutama menjaga kemampuan tulang dan gigi sekaligus membantu kontraksi otot, stimulasi saraf, dan menjaga tekanan darah. Tulang kita menyimpan kalsium, sehingga jika bagian lain kekurangan kalsium, maka tulang akan memberikannya.
    Maka dari itu, kekurangan kalsium mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan dapat berujung osteoporosis. Agar tubuh dapat menyerap kalsium dengan baik, maka dibutuhkan vitamin D yang cukup. Kebutuhan kalsium harian anak-anak adalah 1.000 mg untuk usia 7-9 tahun dan 1.200 mg untuk usia 10-12 tahun.
  3. Vitamin A yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak, menjaga penglihatan terutama dalam cahaya redup, sekaligus menjaga kesehatan kulit. 
  4. Vitamin C yang dibutuhkan untuk menghasilkan kolagen, karnitin, serta berperan sebagai neurotransmitter. Selain itu, vitamin C juga merupakan antioksidan dan penting untuk ketahanan tubuh sekaligus membantu menyerap zat besi. Kebutuhan harian anak-anak akan vitamin C adalah 45 mg untuk usia 7 hingga 9 tahun dan 50 mg untuk usia 10 hingga 12 tahun.
  5. Vitamin D yang penting untuk menjaga metabolisme kalsium sehingga berperan langsung terhadap kesehatan tulang. Tidak hanya itu, vitamin D juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan harian anak-anak akan vitamin D adalah 600 IU untuk usia 4 hingga 13 tahun.
  6. Vitamin B yang merupakan sekelompok vitamin yang biasa dinamakan B kompleks. Di dalam kandungan gizi susu DANCOW FortiGro Full Cream terdapat vitamin B1, B2, B6, serta B12 di mana mereka berperan untuk mendukung kemampuan memori dan mood belajar.
  7. Zat Besi sebagai komponen penting yang berperan dalam menjaga metabolisme, termasuk penyimpanan oksigen dan mengantarkannya ke bagian tubuh yang membutuhkan. Asupan zat besi yang cukup juga dapat mencegah anemia. Kebutuhan zat besi harian anak-anak adalah 10 mg untuk usia 4 hingga 8 tahun dan 8 mg untuk usia 9 hingga 13 tahun.
  8. Zink yang penting untuk pertumbuhan anak-anak, menjaga fungsi imunitas dan saraf. Kebutuhan zink harian anak-anak adalah 5 mg untuk usia 4 hingga 8 tahun dan 8 mg untuk usia 9 hingga 13 tahun.

Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro Full Cream adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. 

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun.

Image Article
Perbedaan Susu Full Cream dan Kental Manis dari Gizinya
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Camilan Anak SD yang Mudah Dibuat untuk Bekal Sekolah

Published date

Tak hanya menu makanan berat dengan lauk favorit Si Buah Hati, Bunda juga bisa menyiapkan camilan anak SD sebagai bekal tambahan yang bisa mereka nikmati saat makan siang. Melansir dari Healthline.com, pada umumnya anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan sering merasa lapar di antara waktu makan. Inilah saat yang tepat untuk menyelipkan camilan sehat dan lezat sebagai tambahan gizi harian Si Buah Hati. 

Pilihan Camilan Anak SD untuk Bekal Sekolah Si Buah Hati

Alih-alih memberikan makanan ringan yang diproses dan memiliki kandungan gula yang tinggi, berikut ini camilan dan cara membuat jajanan anak SD yang bisa Bunda coba di rumah.

1. Telur rebus

Telur rebus adalah camilan sederhana yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Protein dalam telur membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan mempertahankan kesehatan otot. Telur juga mengandung zat besi yang penting untuk mencegah anemia. Telur rebus dapat dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan ditemani dengan sayuran segar untuk memberikan camilan yang sehat dan mengenyangkan.

2. Roti tortilla isi ayam dan sayur

Camilan anak SD yang satu ini juga cukup mudah dibuat. Gulung roti tortilla dengan isian ayam rebus atau sayuran segar untuk camilan yang mudah dibawa dan dijadikan pilihan alternatif sandwich. Bunda juga bisa menambahkan sedikit saus atau hummus sebagai penambah rasa.

3. Pancake pisang

Pancake pisang yang dibuat dengan tepung gandum utuh adalah camilan yang sempurna untuk bekal sekolah Si Buah Hati. Buah pisang memberikan rasa manis alami dan serat, sementara tepung gandum utuh mengandung nutrisi tambahan yang baik untuk kesehatan Si Buah Hati.

Baca Juga: 7 Jajanan Anak SD yang Sehat dan Mudah Dibuat di Rumah

4. Muffin pisang

Muffin pisang yang dibuat dengan tepung gandum utuh dan ditambahkan bijian seperti chia seeds atau biji rami, memberikan nutrisi tambahan untuk camilan anak SD. Selain itu, buah pisang juga mengandung potassium dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan Si Buah Hati, sehingga cocok dijadikan pilihan camilan enak dan menyehatkan. 

5. Pizza roti tawar

Ide camilan anak SD selanjutnya adalah pizza roti tawar dengan topping keju, irisan daging, saus tomat, dan sosis. Setelah itu panggang hingga matang. Selain lezat, kandungan protein dari daging serta keju yang mengandung kalsium, protein, dan vitamin A di dalamnya sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati.

Selain beberapa camilan anak SD di atas, Bunda juga bisa melengkapi camilan anak SD dengan tambahan susu seperti DANCOW FortiGro UHT yang tersedia dalam rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila, sangat praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun, termasuk ketika istirahat di sekolah.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. Selamat mencoba ya, Bunda!

Image Article
Camilan Anak SD yang Mudah Dibuat untuk Bekal Sekolah
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Menu Makan Siang Anak SD dan Bekal Anak Sekolah Dasar yang Sehat

Published date

Tak hanya dapat bertemu dengan teman-teman seusianya, menu bekal anak sekolah dasar juga bisa menjadi salah satu penyemangat anak untuk belajar. Melansir dari Mayo Clinic, makanan bergizi dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dalam tubuh, sehingga dapat membuat Si Buah Hati merasa senang dan lebih bersemangat. Beberapa makanan yang dapat meningkatkan suasana hati antara lain:

  1. Buah-buahan dan sayuran
  2. Biji-bijian utuh
  3. Daging tanpa lemak
  4. Ikan
  5. Kacang-kacangan dan polong-polongan
  6. Produk susu
  7. Telur
  8. Minyak zaitun

Menu Makan Siang untuk Anak SD

Untuk mengetahui apa saja menu makan siang anak SD yang bisa Bunda buat dari beberapa bahan makanan yang penuh dengan kandungan gizi di atas, simak penjelasannya berikut ini.

1. Nasi goreng dengan sayuran

Nasi goreng selalu menjadi menu favorit anak-anak, termasuk saat makan siang. Bunda bisa menggunakan nasi putih atau merah yang telah dingin dan menambahkan berbagai sayuran seperti wortel, kacang polong, jagung manis, dan brokoli. Tambahkan sedikit kecap manis, minyak wijen, dan bumbu-bumbu lainnya untuk memberikan rasa yang lezat. Nasi goreng sayuran ini mengandung karbohidrat, serat, serta vitamin dan mineral penting dari sayuran, sehingga baik untuk penuhi kebutuhan gizi Si Buah Hati.

2. Sandwich roti gandum

Menu makan siang untuk anak SD yang bisa Bunda coba berikutnya adalah sandwich roti gandum. Menu ini sangat praktis dan dapat dikreasikan dengan berbagai isi yang menyehatkan. Gunakan roti gandum yang lebih tinggi seratnya sebagai dasar, kemudian Bunda bisa menambahkan potongan daging ayam rebus atau panggang, irisan keju rendah lemak, serta sayuran segar seperti selada, tomat, dan timun. Bunda juga dapat menambahkan saus saus tomat atau mayones untuk menambah rasa. Selain kaya akan protein, sandwich roti gandum juga bisa bantu penuhi kebutuhan serat, dan vitamin Si Buah Hati.

Baca Juga: Dukung Prestasi Sekolah? Pastikan Nutrisi Anak Terpenuhi!

3. Salad buah segar

Salad buah segar adalah alternatif menu makan siang anak SD yang menyegarkan. Potong berbagai jenis buah-buahan segar seperti apel, pisang, jeruk, melon, anggur, dan kiwi. Campurkan semua buah dalam mangkuk besar dan tambahkan sedikit yogurt sebagai dressing. Salad buah ini mengandung serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan Si Buah Hati.

4. Ikan dori goreng tepung

Contoh menu makan siang anak SD lainnya adalah nasi dengan ikan dori goreng tepung sebagai lauknya. Berdasarkan Healthline.com, ikan adalah salah satu makanan tersehat berkat kandungan protein dan vitamin D di dalamnya. Tak hanya itu saja, semua jenis ikan juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi tubuh dan otak anak-anak.

Bunda juga bisa melengkapi menu bekal anak sekolah dasar dengan tambahan susu seperti DANCOW FortiGro UHT yang tersedia dalam rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila, sangat praktis dikonsumsi saat istirahat di sekolah maupun di sela-sela aktivitasnya di rumah.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Nah, dari beberapa ide menu makan siang anak SD di atas, mana yang menjadi favorit Si Buah Hati, Bunda?

Image Article
Buat Semangat Kembali Ke Sekolah, Ini Menu Bekal Anak Sekolah Dasar!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

8 Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar dan Ngantuk pada Anak

Published date

Si Buah Hati seringkali merasa malas, mengantuk, dan kehilangan motivasi untuk belajar? Jangan langsung memarahinya ya, Bunda. Sebaliknya, cari tahu penyebabnya dengan baik. Perhatikan apakah tidurnya cukup setiap harinya? Sebab kurang tidur bisa menjadi salah satu penyebab anak selalu merasa ngantuk dan tidak semangat untuk belajar. 

Hal ini diperkuat oleh sebuah studi yang menjelaskan bahwa anak usia enam hingga sebelas tahun yang kurang tidur cenderung memiliki masalah dengan perhatian, kontrol emosi, hubungan teman sebaya pada pertengahan masa kanak-kanaknya. Kondisi ini tentu akan sangat berpengaruh pada proses belajarnya. Lantas, bagaimana cara menghilangkan rasa malas belajar pada anak? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menghilangkan Rasa Malas Saat Belajar

Melansir dari Center of Developing Child Harvard University, berikut ini beberapa cara menghilangkan rasa malas dalam belajar pada anak yang bisa Bunda terapkan setiap harinya.

1. Memastikan Si Buah Hati mendapatkan tidur yang cukup

Kurang tidur pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari terlalu asyik menonton tayangan di media sosial sampai lupa waktu, bermain video game, atau terlalu banyak bermain gawai. Oleh karena itu, sebaiknya selalu dampingi dan berikan batasan pada anak dalam menggunakan gawai. Tentukan jam tidur Si Buah Hati dan berikan konsekuensi jika mereka melanggarnya.

2. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan

Salah satu cara menghilangkan rasa malas belajar bisa dilakukan dengan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan Si Buah Hati saat belajar, seperti:

  • Ruang yang tenang dan bebas gangguan untuk mereka belajar.

  • Sediakan camilan sehat, sebab rasa lapar membuat mereka sulit untuk fokus.

  • Pastikan alat tulisnya mudah dijangkau, sehingga waktu tidak terbuang percuma untuk mencarinya.

  • Mendampingi Si Buah Hati saat belajar, sehingga saat mereka mengalami kesulitan Bunda bisa langsung memberikan bantuan.

3. Mulai dengan hal yang disukai oleh Si Buah Hati

Cara menghilangkan rasa malas belajar selanjutnya adalah memulai momen belajar dengan hal yang mereka sukai. Misalnya dengan membaca buku cerita favoritnya, bermain games yang dapat melatih fokus dan daya pikir, atau dengan belajar mata pelajaran yang disukainya terlebih dahulu.

4. Berikan pujian pada proses belajarnya, bukan hasil akhirnya

Memberikan pujian atas usaha anak dan membantu mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar akan membuat mereka bisa lebih termotivasi. Misalnya dengan kalimat seperti, “Wah, kamu hebat banget bisa ngerjain PR ini sendiri sampai selesai. Nanti coba Bunda periksa, ya.” Hal ini juga bisa Bunda jadikan sebagai cara menghilangkan rasa malas dalam belajar yang dialami Si Buah Hati.

5. Coba berikan tugas yang menantang

Anak malas saat belajar juga bisa disebabkan rasa bosan atas tugas yang menurut mereka terlalu mudah. Oleh karena itu, Bunda bisa sesekali memberinya tugas yang lebih menantang. Misalnya dengan mengajaknya adu kecepatan dalam mengerjakan soal hitungan. Bila perlu, siapkan juga hadiah yang akan mereka dapatkan tanpa memberitahunya lebih dulu. Pasti menyenangkan!

Baca Juga: Manfaat Susu untuk Anak Sekolah

6. Gunakan metode belajar yang interaktif 

Sama halnya dengan orang dewasa, anak juga cenderung menghindari materi belajar atau tugas yang menurut mereka membosankan. Jika selama ini metode belajar yang diterapkan hanya seputar membaca dan menghapalkan materi, Bunda bisa mencoba menerapkan metode belajar yang lebih menarik dan interaktif sebagai salah satu cara mengatasi anak malas belajar. 

Misalnya belajar dengan konsep kuis cerdas cermat, berburu harta karun untuk mendapatkan jawaban dan melanjutkan soal berikutnya, mengajak anak untuk belajar di alam terbuka, atau dengan cara menonton video yang dapat membantu anak memahami materi belajar dengan lebih baik.

7. Atur waktu belajar yang tepat

Belajar dalam waktu yang lama dan menuntut anak untuk menyelesaikan tugas dalam satu waktu sekaligus dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan anak kehilangan minat dan motivasi belajarnya. Alih-alih bersemangat, mereka justru tidak ingin melanjutkan belajar dan menyelesaikan tugasnya. 

Untuk menghindarinya, coba atur jadwal belajar yang tepat. Tentukan jadwal belajar yang sama setiap harinya, misalnya di sore hari setelah anak pulang sekolah dan beristirahat. Tentukan target belajar yang lebih kecil dan dapat dicapai sesuai dengan kemampuan Si Buah Hati. Bantu mereka untuk menentukan apa saja tugas yang harus diselesaikan dalam satu hari. Pastikan bahwa mereka juga memiliki istirahat yang cukup agar tidak kelelahan ya, Bunda.

8. Ajak melakukan aktivitas fisik yang teratur

Belajar memang hal yang penting dilakukan, namun pastikan bahwa Buah Hati memiliki waktu istirahat yang cukup di sela waktu belajarnya. Cara mencegah anak malas belajar juga bisa dilakukan dengan meluangkan waktu selama 45 menit untuk bangun, bergerak, dan mengaktifkan berbagai bagian otak dengan cara melakukan peregangan, berjalan-jalan di sekitar ruangan, melihat pemandangan di luar jendela, atau sekadar menikmati camilan favoritnya, misalnya minum susu dingin favorit Si Buah Hati.

Tak hanya kurang tidur, berdasarkan halaman resmi Mayo Clinic, kurangnya asupan zat besi dapat mengganggu kemampuan anak untuk berfungsi dengan baik. Mereka akan lebih mudah merasa lemas dan malas, termasuk untuk belajar. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan gizinya tercukupi dengan memberikan makanan bergizi seimbang dan lengkapi dengan DANCOW FortiGro dua kali sehari, di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6–12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung:

  • Kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Tinggi vitamin B1, B2, B3, B6, serta omega 6 dan DHA (khusus varian Instant dan Cokelat kemasan box)
  • Kandungan gizi pendukung daya tahan tubuh seperti Tinggi  zat besi, zink, vitamin A, C, & D
  • Kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi di sela-sela aktivitas Si Buah Hati di sekolah maupun di rumah.

Semoga cara menghilangkan rasa malas dan mengantuk saat belajar di atas dapat memberikan inspirasi bagi Bunda agar Si Buah Hati dapat terus berprestasi, ya!

Image Article
cara mengatasi anak malas belajar
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

7 Cara Cepat Memahami Pelajaran Bahasa Asing pada Anak Usia SD

Published date

Tak hanya berlaku pada orang dewasa, belajar bahasa asing juga penting dilakukan oleh anak sejak dini. Melansir dari situs Radio Edukasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menguasai bahasa asing dapat mempermudah anak dalam berkomunikasi dengan banyak orang di seluruh dunia, apalagi jika ingin Si Buah Hati dapat bersaing di dunia pendidikan dan kerja saat mereka dewasa nanti.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa belajar bahasa asing juga memberikan efek yang sangat baik dalam meningkatkan kemampuan otak manusia, seperti:

  1. Meningkatkan kemampuan kognitif, sehingga anak-anak lebih mampu beradaptasi di lingkungan barunya.
  2. Anak-anak yang menguasai dua atau lebih bahasa asing memiliki kemampuan membaca lebih baik dan kecerdasan yang cukup tinggi.
  3. Membuat anak-anak dapat memproses kata dengan lebih cepat, terutama dua kata yang punya arti sama dalam dua bahasa yang berbeda.
  4. Mencegah dan atau menunda penyakit Alzheimer.
  5. Anak-anak yang menguasai dua bahasa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik. 
  6. Meningkatkan kecepatan otak saat harus mengerjakan tugas yang berbeda.
  7. Anak-anak yang belajar bahasa asing cenderung dapat membuat keputusan yang rasional.

Lantas, bagaimana cara cepat memahami pelajaran bahasa asing pada anak-anak? Simak penjelasannya berikut ini!

Tips Memahami Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah

Agar kemampuan Si Buah Hati semakin meningkat, berikut ini cara belajar cepat memahami pelajaran bahasa asing yang bisa Bunda terapkan di rumah.

1. Belajar sedikit demi sedikit namun sering

Latihan secara teratur sangat membantu anak-anak untuk belajar bahasa asing. Coba buat kegiatan yang singkat dan menyenangkan, seperti menyebutkan nama-nama binatang, buah, angka, dan warna dalam bahasa asing. Jika kemampuannya sudah meningkat, Bunda bisa memberikan materi belajar yang lebih menantang. 

2. Membangun kepercayaan diri Si Buah Hati di rumah

Mengingat bahwa kebanyakan anak akan merasa takut dan malu saat melakukan kesalahan di depan teman-teman sekelasnya, coba ajak mereka untuk berlatih berbicara bahasa asing di rumah. Berikan pujian atas usahanya untuk menciptakan rasa percaya diri dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat.

3. Fokus pada minat Si Buah Hati

Agar proses belajarnya berjalan optimal, pilihlah materi yang paling disukai Si Buah Hati, baik dalam menulis, membaca, atau berbicara bahasa asing. Dari sini Bunda bisa membantunya meningkatkan minat dan bakatnya. 

Agar proses belajarnya berjalan optimal, pilihlah materi yang paling disukai Si Buah Hati, baik dalam menulis, membaca, atau berbicara bahasa asing. Dari sini Bunda bisa membantunya meningkatkan minat dan bakatnya. 

Baca Juga: Cara Cepat Belajar Membaca Huruf pada Anak

4. Memperbanyak kosakata dalam bahasa asing

Cara memahami pelajaran dengan cepat pada anak SD adalah dengan mempelajari kosakata dalam bahasa asing, sehingga perbendaharaan katanya semakin banyak. Untuk yang satu ini, Bunda bisa memberikan buku, poster, bahkan  bisa menggunakan aplikasi belajar bahasa dan ikut kelas online dari rumah. Jangan lupa untuk adakan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menguji kemampuan kosakatanya secara berkala ya, Bunda.

5. Perkenalkan Si Buah Hati pada grammar atau tata bahasa yang berlaku

Setelah mempelajari kosakata, Bunda bisa mengenalkannya pada grammar. Tata bahasa ini dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasa asing anak usia sekolah menjadi lebih efektif dan dapat dimengerti dengan baik. 

6. Latih kemampuan berbicara dan membacanya

Ajak Si Buah Hati untuk mencoba beberapa aktivitas membaca yang menyenangkan, mulai dari buku, lagu, film, atau tayangan favoritnya. Setelah itu, Bunda juga bisa mengajaknya untuk membaca bersama dengan suara lantang untuk membantunya lebih percaya diri. Cara yang satu ini juga bisa sekaligus meningkatkan kemampuannya dalam berbicara bahasa asing.

7. Latih kemampuan menulis dalam bahasa asing

Cara cepat memahami pelajaran bahasa asing selanjutnya adalah dengan meningkatkan kemampuan menulisnya. Bunda bisa memulainya dengan mengajarkan menulis surat untuk teman, menulis email, atau rutinitas harian Si Buah Hati.

Cara belajar yang baik di sekolah dan di rumah ini tentu dapat berjalan dengan lebih optimal jika Bunda juga memperhatikan pemenuhan gizi Si Buah Hati baik melalui makanan bergizi seimbang. Selian itu, lengkapi juga dengan DANCOW FortiGro dua hari sekali, di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

DANCOW FortiGro merupakan susu yang diformulasikan khusus untuk anak usia 6–12 tahun dengan manfaat kandungan di dalamnya seperti:

  1. Kandungan vitamin dan mineral yang dapat mendukung proses belajar dan meningkatkan imunitas seperti zat besi, zink, vitamin A, C, dan D.
  2. Kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks).
  3. Kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

DANCOW FortiGro tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream, serta dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dan disukai Si Buah Hati. Pas untuk jadi teman belajar di rumah, dibawa saat jalan-jalan atau melakukan aktivitas lainnya, dan juga untuk bekal ke sekolah.

Image Article
5 Cara Cepat Memahami Pelajaran Bahasa Asing pada Anak Usia SD
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Memilih Susu yang Bagus untuk Pencernaan Anak Berikut Ini!

Published date

Pemenuhan kebutuhan gizi anak dalam masa tumbuh kembang seringkali tak cukup hanya dengan memberikan asupan makanan harian. Bila diperlukan, susu dapat memberikan tambahan asupan gizi agar Si Buah Hati optimal pertumbuhannya.

Namun kadang susu yang diberikan kurang cocok untuk anak sehingga berdampak pada pencernaannya. Hal ini tak lepas dari kandungan yang berbeda dari setiap susu. Bunda perlu jeli dalam memilih susu yang bagus untuk pencernaan. Yuk, bersama-sama memahami penjelasannya di bawah ini.

Kenapa Harus Memilih Susu yang Bagus untuk Pencernaan?

Memilih susu yang bagus untuk pencernaan anak usia 1 tahun mungkin bisa menjadi sebuah tantangan. Sebab, meski susu merupakan salah satu pangan hewani yang dianjurkan untuk anak-anak setelah usia satu tahun, tapi si Buah Hati juga mungkin memiliki beberapa kondisi khusus yang membuatnya sulit mengonsumsi susu. Karenanya, pemilihan asupan anak, termasuk susu pertumbuhan, harus disesuaikan dengan kondisi dan riwayat kesehatan keluarga anak. 

Lalu bagaimana memilih susu yang bagus untuk pencernaan Si Buah Hati? Salah satunya Bunda perlu menyesuaikan susu dengan usia dan kondisi medis Si Buah Hati. Susu yang cocok untuk anak 1-3 tahun tentu berbeda dengan susu yang bisa diberikan untuk anak berusia 3 tahun atau lebih. Hal ini karena kandungan gizi dan kalori dalam setiap jenis susu berbeda dan tidak semua cocok dengan kebutuhan nutrisi anak untuk masing-masing masa pertumbuhan.

Untuk itu, disarankan, sebelum membeli susu, ada baiknya Bunda melihat label kemasan susu karena biasanya sudah tertera informasi anjuran usia dari susu tersebut serta komposisi susu tersebut.

Manfaat Pencernaan yang Sehat Bagi Si Buah Hati

Pemilihan susu anak 2 tahun yang bagus untuk pencernaan maupun susu untuk usia tumbuh kembang lain tentu tak lepas dari harapan menjaga perut Si Buah Hati agar tetap sehat. Pencernaan yang sehat dapat mengurangi risiko anak terjangkit penyakit serta alergi. Hal ini karena anak dengan pencernaan yang sehat cenderung memiliki daya tahan tubuh yang baik.  

Penelitian menemukan bahwa asupan makanan dapat mempengaruhi daya tahan tubuh melalui mediator mikroba di saluran pencernaan. Selain itu, pencernaan yang baik akan memudahkan Si Buah Hati menyerap gizi yang optimal dari asupan makanan maupun minuman. Terserapnya gizi dengan baik akan membuat anak tumbuh sehat.

Baca Juga: Pentingnya Susu untuk Dukung Pencernaan Anak Sehat

Kandungan Susu yang Baik untuk Pencernaan

Umumnya, semua produk susu anak yang bagus untuk pertumbuhan memiliki deretan nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Namun demikian, Bunda perlu mempertimbangkan kandungan lain seperti ARA dan DHA yang memiliki manfaat kesehatan signifikan bagi Si Buah Hati. DHA dan ARA dalam jumlah seimbang dapat memberi manfaat imunologis yang positif bagi anak lho, Bunda. Penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah DHA dan ARA yang seimbang dapat membantu tubuh dalam merespons infeksi dan menurunkan kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). 

DHA adalah lipid utama di otak yang penting untuk fungsi otak si kecil. DHA juga penting untuk perkembangan visual dan kognitif yang optimal. Rendahnya asupan DHA bisa menyebabkan gangguan belajar dan perilaku pada anak.

Tak sebatas itu, Bunda juga perlu memilih susu dengan fortifikasi inulin yang baik untuk kesehatan sistem pencernaan karena diperkaya dengan serat yang mampu mendorong perkembangan bakteri baik pada sistem pencernaan. 

 Inulin adalah salah satu prebiotik yang sering digunakan dalam produk pangan. Inulin juga sering digunakan sebagai pengganti lemak dan pengganti gula tambahan. Sebagai serat larut dan juga prebiotik, inulin dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Inulin dapat menjaga jumlah bakteri baik, mendukung kesehatan tulang, mengurangi risiko penyakit, hingga membantu mengatur metabolisme.

Bunda, lengkapi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati dengan DANCOW 1+ Imunutriyang diformulasi untuk anak Indonesia usia 1-3 tahun. Produk ini memiliki kandungan 0gram sukrosa, tinggi kalsium dan protein. Tak hanya itu, DANCOW 1+ Imunutri mengandung minyak ikan, omega 3 dan 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya.

Itu dia cara memilih susu anak yang bagus untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Yuk, segera pratikkan cara di atas supaya Si Buah Hati tetap sehat dan segar.

Image Article
Cara Memilih Susu yang Bagus untuk Pencernaan Anak Berikut Ini!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Apa Saja Kandungan Susu DANCOW 1+? Yuk, Simak di Sini!

Published date

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin memberikan gizi terbaik untuk si buah hati. Nah, Bunda bisa mencoba memberikan si kecil susu DANCOW 1+. Kandungan nutrisi DANCOW 1+ bantu melengkapi kebutuhan gizi si kecil 1 – 3 tahun.

Susu berfungsi sebagai sumber energi seperti karbohidrat, lemak, protein, serta mengandung vitamin, dan mineral untuk dukung metabolisme tubuh. Susu juga mengandung antibodi imunoglobulin yang membantu memaksimalkan daya tahan tubuh anak.

Mengingat manfaatnya yang sangat tinggiAmerican Academy of Pediatrics menyarankan agar anak usia 1 hingga 3 tahun mengkonsumsi 2 hingga 3 susu per hari. Bunda juga perlu memilih susu pertumbuhan yang sesuai dan cocok untuk Si Buah Hati.

Ketika si Buah Hati tidak cocok atau alergi susu, biasanya akan timbul gejala seperti diare, muntah,  dan juga kulit kemerahan. Susu yang Bunda berikan untuk Si Buah Hati  harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan, seperti susu DANCOW 1 plus.

Kandungan Susu DANCOW 1 +

Kandungan nutrisi DANCOW 1+ dapat membantu memenuhi kebutuhan harian Si Buah Hati. Berbagai kandungan susu DANCOW 1+ yang dapat mendukung  untuk tumbuh kembang si kecil, di antaranya:

1. DHA

DHA adalah lipid utama di otak yang penting untuk fungsi otak Si Buah Hati. DHA juga penting untuk perkembangan visual dan kognitif yang optimal. Rendahnya asupan DHA bisa menyebabkan gangguan belajar dan perilaku pada anak.

2. Zat Besi

Zat besi sangat diperlukan Si Buah Hati untuk mencegah terjadi anemia dan mendukung pertumbuhan mereka. Anak yang mengalami kekurangan zat besi biasanya akan menjadi pucat dan lemah, susah makan, dan juga mudah lelah. Hal ini bisa berujung pada kenaikan berat badan yang tidak adekuat, sering mengalami infeksi pernapasan, dan mungkin mengalami gangguan makan. Namun, hal yang paling mengkhawatirkan dari defisiensi zat besi adalah efek terhadap perkembangan perilaku, kognitif atau kemampuan berpikir dan kemampuan motorik serta fisik.

Baca Juga: Apa Fungsi Laktosa pada Susu Pertumbuhan? Cek di Sini!

3. Omega 3 & 6

Omega 3, khususnya DHA terbukti secara ilmiah berkorelasi dengan pertumbuhan dan perkembangan otak dan penglihatan yang lebih baik pada anak. Bersama dengan omega 3, asam lemak omega 6 juga memiliki peran penting dalam fungsi otak, pertumbuhan, dan perkembangan normal anak. Omega 6 sendiri juga merangsang pertumbuhan kulit dan rambut, menjaga kesehatan tulang, dan mengatur metabolisme.

4. Kalsium

Kandungan nutrisi DANCOW 1+ juga mengandung kalsium. Kalsium diperlukan dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Mineral ini juga penting untuk pertumbuhan jaringan otot dan tulang, transmisi jaringan saraf, serta membantu dalam proses pembekuan darah.

5. Protein

Protein dibutuhkan oleh anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta membentuk antibodi. Secara umum, protein diperlukan sebagai zat pembangun tubuh dengan fungsi untuk mengganti sel tubuh yang rusak, reproduksi, pencernaan, dan berbagai fungsi lain dalam proses normal tubuh.

6. Tanpa Tambahan Sukrosa

Sejak dulu, rangkaian susu pertumbuhan DANCOW sudah 0 gram sukrosa. Bunda bisa cek informasi kandungan gizi susu DANCOW ini di bagian kemasan produk.

Sebagai informasi, pada umumnya sukrosa atau gula meja (gula pasir) merupakan jenis gula yang biasanya ditambahkan ke dalam makanan atau minuman manis. Melansir dari Healthline, sukrosa merupakan gula disakarida yang terbuat dari gabungan dua monosakarida, yaitu glukosa dan fruktosa.

Selain memberikan rasa manis tambahan pada makanan atau minuman, sukrosa juga bisa menjadi sumber energi bagi tubuh untuk mendukung kinerja fungsi organ, sehingga kita dapat beraktivitas dengan nyaman. Sayangnya, penggunaan sukrosa secara berlebih dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.1

Kandungan gula DANCOW 1+ terdiri dari laktosa atau jenis gula alami yang terdapat dalam susu. Kandungan inilah yang berperan sebagai sumber energi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati.

Nah, selain mengandung beberapa nutrisi di atas. Kini DANCOW hadir dengan harga baru, yang lebih murah. Menjadikan pilihan Bunda semakin terjangkau. Dukung terus Si Buah Hati tumbuh cerdas bersama DANCOW!

Disclaimer

Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.

Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.

 

Sumber:

  1. Sucrose, Glucose, Fructose. What Are They?. Retrieved October 24 2024, rom https://www.healthline.com/nutrition/sucrose-glucose-fructose#what-are-they
Image Article
Apa Saja Kandungan Nutrisi DANCOW 1+? Yuk, Simak!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Jadwal dan Takaran Tepat Memberikan DANCOW 1+

Published date

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan asupan gizi anak memang ikut bertambah. Bunda bisa memberikan susu DANCOW untuk anak 1 tahun guna mendukung pertumbuhan Si Buah Hati.

Selain memenuhi asupan gizi harian anak, jangan lupa perhatikan jadwal dan takaran yang tepat saat memberikan susu. 

Rekomendasi Pemberian Susu DANCOW 1+

Pemberian susu DANCOW dengan cara yang tepat diperlukan agar manfaat yang terkandung di dalam susu dapat mendukung pertumbuhan Si Buah Hati. 

1. Jadwal

Anak-anak pada usia 1-3 tahun dapat diberikan asupan 350 ml susu dalam sehari. Bunda bisa membagi waktu minum menjadi dua, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Selain susu, Bunda juga perlu memastikan asupan makanan si Buah Hati bergizi seimbang dengan memberikan makanan berprotein seperti daging, ayam, telur, ikan, hingga kacang-kacangan; makanan utama atau karbohidrat seperti nasi atau roti; serta buah dan sayur.

2. Takaran yang Tepat

Bunda bisa melihat rekomendasi  takaran yang tepat untuk penyajian susu DANCOW untuk anak 1 tahun di kemasan.

Untuk DANCOW 1+ Imunutri, takaran yang dianjurkan adalah 3 sendok makan susu bubuk atau sebanyak 35 gram dengan air hangat 45 derajat Celcius sebanyak 190 ml.

Produk susu pertumbuhan umumnya digunakan untuk menambah asupan gizi Si Buah Hati, seperti kalsium, vitamin, dan protein. 

Perlu Bunda ketahui, jumlah susu yang dikonsumsi Si Buah Hati tidak lebih dari 710 ml per hari. Lebih dari jumlah ini, protein yang terlalu banyak dikonsumsi dapat menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan defisiensi zat besi.

Baca Juga: Berapa Berat Badan Ideal Anak 2 Tahun? Simak di Sini!

Manfaat Memberikan Susu DANCOW 1+

Pada usia satu tahun, Si Buah Hati umumnya sudah bisa beradaptasi dengan menu makanan keluarga.

Selain memberikan makanan keluarga yang memenuhi pedoman gizi seimbang, si Buah Hati juga perlu mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Untuk itu, Bunda bisa memberikan susu DANCOW 1+ untuk mendukung pemenuhan gizi Si Buah Hati.

1. Kaya Gizi

DANCOW 1+ Imunutri merupakan susu yang diformulasikan untuk mendukung daya tahan tubuh anak usia 1-3 tahun agar Si Buah Hati bebas bereksplorasi dan percaya diri.

Hadir dengan Imunutri, DANCOW 1+ Imunutri dilengkapi Vitamin A, C, dan E dan Zink, tinggi kalsium, protein, vitamin D serta,DHA, zat besi, dan omega 3 dan 6.

2. Mendukung Kecerdasan Anak

DANCOW 1+ Imunutri mengandung berbagai gizi penting yang dapat mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati. Salah satunya adalah zat besi yang berguna mendukung perkembangan kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak.

Sebaliknya, kekurangan atau defisiensi zat besi dapat membuat anak  berisiko terlambat perkembangannya.

3. Menjaga Daya Tahan Tubuh

DANCOW 1+ Imunutri dilengkapi lemak esensial omega-3 dan 6. Omega 3, khususnya DHA terbukti secara ilmiah berkorelasi dengan pertumbuhan dan perkembangan otak dan penglihatan yang lebih baik pada anak. Bersama dengan omega 3, asam lemak omega 6 juga memiliki peran penting dalam fungsi otak, pertumbuhan, dan perkembangan normal anak. Omega 6 sendiri juga merangsang pertumbuhan kulit dan rambut, menjaga kesehatan tulang, dan mengatur metabolisme.

4. Menjaga Kesehatan Tulang

Sebagai susu pertumbuhan, DANCOW 1+ Imunutri kaya akan kalsium dan vitamin D yang berguna dalam menjaga kesehatan tulang.

Kedua zat ini juga penting untuk pergerakan otot, komunikasi saraf, serta menjaga sistem imun, sekresi hormon, dan aliran pembuluh darah.

Bunda dapat mendukung perkembangan Si Buah Hati dengan DANCOW 1+ Imunutri, yang diperuntukkan bagi anak 1-3 tahun. Selain itu ada DANCOW Imunutri 3+susu DANCOW untuk anak 4 tahun keatas. 

Sekarang waktunya Bunda memberikan nutrisi baik untuk Si Buah Hati untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

Image Article
Jadwal dan Takaran Memberikan Susu DANCOW untuk Anak 1 Tahun
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off