6 Tips Memberi Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Published date

Anak membutuhkan berbagai jenis vitamin dan mineral untuk tumbuh sehat dan kuat. Anak balita hingga masa remajanya membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mentalnya.

Bukan hanya untuk pertumbuhan fisik, si Buah Hati juga memerlukan asupan vitamin untuk daya tahan tubuh anak. Ya, beberapa jenis vitamin sejak lama dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini bukan isapan jempol karena setiap tahap sistem imun tubuh memang bergantung pada berbagai jenis mikronutrien, termasuk vitamin.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat vitamin yang bagus untuk daya tahan tubuh anak? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Ketahui Kapan Si Buah Hati Butuh Asupan Vitamin

Saat lahir ke dunia, si Buah Hati memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna. Daya tahan tubuh akan berkembang selama hidup dengan terpapar berbagai benda asing selama masa kanak-kanak hingga nantinya matang di usia dewasa.

Daya tahan tubuh sendiri cukup bergantung pada asupan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Ini artinya, sejak lahir si Buah Hati sudah membutuhkan vitamin.

Konsultasikan dengan Dokter

Idealnya, vitamin diperoleh dari asupan makanan yang dikonsumsi oleh si Buah Hati. Jika memang tidak tercukupi, Bunda bisa memberikan suplemen vitamin untuk anak setelah bekonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Misalnya saja jika si Buah Hati susah makan.Konsultasi dengan dokter akan membantu Bunda memastikan bahwa si Buah Hati benar-benar mendapat asupan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Ketahui Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh seperti vitamin A, B, C, D, dan E. Berikut penjelasan masing-masing sumber vitamin tersebut.

Vitamin A

Vitamin A berfungsi dalam  perkembangan mata, menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan sistem imun.

Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12) sangat penting untuk kesehatan tubuh, terutama sistem imun dan saraf.

Vitamin C

Vitamin C dapat menstimulasi aktivitas  sel darah putih yang berperan penting untuk daya tahan tubuh.

Vitamin D

Salah satu vitamin untuk daya tahan tubuh anak 2 tahun yang tidak boleh diabaikan adalah vitamin D. Vitamin D membantu sistem imun melawan bakteri dan virus.

Vitamin E

Banyak penelitian membuktikan adanya efek imunostimulan vitamin E yang memberi peningkatan daya tahan tubuh terhadap infeksi. 

Pilih Makanan sebagai Sumber Vitamin

Bunda sudah tahu jenis vitamin untuk daya tahan tubuh anak, selanjutnya Bunda perlu mengetahui sumber vitamin tersebut.

Vitamin A

Jenis makanan yang sarat akan vitamin A seperti wortel, brokoli, ubi jalar, bayam, mangga, dan berbagai produk susu.

Vitamin B Kompleks

Bunda bisa memberikan daging, sayuran, kacang-kacangan, dan juga telur sebagai sumber vitamin B untuk si Buah Hati.

Vitamin C

Agar kebutuhan kandungan vitamin untuk daya tahan tubuh anak dari vitamin C tercukupi, anak-anak dapat diberikan makanan buah dan sayur secara rutin seperti pepaya, jeruk, kiwi, tomat, hingga jambu biji.

Vitamin D

Vitamin D bisa diproduksi oleh tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari. Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa ditemukan dalam susu dan sereal yang telah difortifikasi, ikan salmon, dan sarden.

Vitamin E

Bunda bisa mencampurkan minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran ke dalam makanan si Buah Hati sebagai sumber vitamin E.

Baca Juga: 7 Sumber Makanan yang Baik untuk Nutrisi Otak Si Buah Hati

Perhatikan Jumlah Kebutuhan Harian Vitamin

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menetapkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), rata-rata kebutuhan zat gizi yang harus dipenuhi setiap hari bagi semua orang dengan menimbang  usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi fisiologis untuk dapat hidup sehat.

Secara garis besar, berikut kebutuhan vitamin anak berdasarkan usia menurut AKG.

Kebutuhan Vitamin Anak Usia 1-3 Tahun

Kebutuhan vitamin anak usia 1-3 tahun yang dianjurkan dalam AKG sebagai berikut: 

  • Vitamin A: 400 RE/hari

  • Vitamin D: 15 mcg/hari

  • Vitamin K: 15 mcg/hari

  • Vitamin B1: 0,5 mg/hari 

  • Vitamin B2: 0,5 mg/hari

  • Vitamin B3: 6 mg/hari

  • Vitamin B5: 2 mg/hari

  • Vitamin B6: 0,5 mg/hari

  • Vitamin E: 6 mcg/hari 

  • Folat: 160 mcg/hari 

  • Biotin: 8 mcg/hari

  • Kolin: 200 mg/hari

  • Vitamin B12: 1,5 mcg/hari 

  • Vitamin C: 40 mg/hari

Kebutuhan Vitamin Anak Usia 4-6 Tahun 

Kebutuhan vitamin anak usia 4-6 tahun yang dianjurkan dalam AKG sebagai berikut: 

  • Vitamin A: 450 RE/hari 

  • Vitamin D: 15 mcg/hari

  • vitamin K: 20 mcg/hari

  • Vitamin B1: 0,6 mg/hari 

  • Vitamin B2: 0,6 mg/hari

  • Vitamin B3: 8 mg/hari

  • Vitamin B5: 3 mg/hari

  • Vitamin B6: 0,6 mg/hari

  • Vitamin E: 7 mcg/hari 

  • Folat: 200 mcg/hari 

  • Biotin: 12 mcg/hari

  • Kolin: 250 mg/hari

  • Vitamin B12: 1,5 mcg/hari 

  • Vitamin C: 45 mg/hari

Selain dari makanan yang bervariasi, Bunda juga dapat memberikan asupan tambahan berupa susu DANCOW 1+ Imunutri yang  diformulasikan untuk membantu dukung tumbuh kembang si Buah Hati berusia 1-3 tahun. DANCOW 1+ Imunutri mengandung protein dan difortifikasi dengan vitamin C sebagai salah satu vitamin untuk daya tahan tubuh anak , zink, zat besi, omega 3 & 6, kalsium, vitamin D, dan juga DHA.

Image Article
6 Tips Memberi Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Parenting yang Baik agar Anak Mandiri dan Percaya Diri

Published date

Memiliki anak yang tumbuh mandiri dan percaya diri merupakan harapan semua orangtua. Namun, hal ini tidak bisa diperoleh secara instan. Diperlukan peran orangtua dalam menerapkan cara parenting yang baik untuk membentuk karakter anak. Yuk simak tips parenting anak berikut ini agar Si Buah Hati tumbuh mandiri dan percaya diri.

Melatih Kemandirian dan Rasa Percaya Diri Anak

Cara parenting anak yang positif dan baik dari orang tua dan lingkungan seperti sekolah, masyarakat, dan budaya akan membentuk karakter dan kepribadian anak. Sebab, Si Buah Hati akan mencontoh perilaku yang ditunjukkan oleh orang tua.

a. Melatih kemandirian

Kemandirian merupakan salah satu perkembangan psikososial, di mana seseorang dapat mengandalkan diri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. 
Sebelum Si Buah Hati berusia tiga tahun, orang tua dan pengasuh perlu mengasah kepekaan agar anak bisa mandiri. Sebab, di usia ini anak masih belajar melakukan kegiatan sehari-hari. Sebagai orangtua, Bunda perlu memberi kesempatan dan waktu kepada Si Buah Hati untuk berlati

Sebelum Si Buah Hati berusia tiga tahun, orang tua dan pengasuh perlu mengasah kepekaan agar anak bisa mandiri. Sebab, di usia ini anak masih belajar melakukan kegiatan sehari-hari. Sebagai orangtua, Bunda perlu memberi kesempatan dan waktu kepada Si Buah Hati untuk berlatih.

Salah satu tips parenting mendidik anak yang dapat Bunda lakukan untuk membuat Si Buah Hati lebih mandiri adalah dengan memberinya tanggung jawab. Bunda dapat mencoba memberi Si Buah Hati kepercayaan untuk melakukan beberapa kegiatan tanpa bantuan, misalnya saat ia akan memakai sepatu, mengenakan pakaian, mencuci piring dan sebagainya sesuai dengan kemampuan di usianya.1

Perlu Bunda ketahui, cara menjadi orang tua yang baik bukanlah dengan selalu membantu tugas anak-anak, tetapi Bunda juga harus mulai menanamkan rasa tanggung jawab kepada mereka. Untuk menerapkan parenting tips ini, cobalah membagi tugas dan pekerjaan rumah kepada seluruh anggota keluarga, termasuk Si Buah Hati. Misalnya, Bunda bisa mengajarkan Si Buah Hati untuk selalu bertanggung jawab membereskan mainannya setiap kali ia selesai bermain. Cara ini akan memberikan anak rasa tanggung jawab, kemampuan bertahan hidup, serta rasa saling menghargai dengan orang lain maupun dirinya sendiri.

b. Melatih anak percaya diri

Selain kemandirian, rasa percaya diri juga penting ditanamkan sejak kecil oleh Bunda dan Ayah. Memiliki rasa percaya diri merupakan bekal untuk masa depan.

Orang tua perlu memupuk rasa percaya diri Si Buah Hati karena pada akhirnya anak harus melangkah ke dunia sendiri dan menjadi individu yang memiliki inisiatif serta dapat memecahkan masalah mereka sendiri.

Positive parenting dapat meningkatkan rasa percaya diri Si Buah Hati karena anak-anak didorong untuk terbuka tentang apa yang mereka pikirkan, percayai, dan rasakan. Gaya pengasuhan ini memberikan kesempatan pada anak untuk membentuk kemampuan mereka belajar. Bunda bisa melakukan gaya ini melalui mendongeng, berdiskusi tentang kegiatan sehari-hari Si Buah Hati, membaca, atau sekadar berjalan-jalan di taman.

Selain cara-cara di atas, Bunda juga bisa memupuk rasa percaya diri anak dengan memberinya pujian. Dalam ilmu parenting mendidik anak, memberikan pujian atas usaha-usaha yang dilakukan Si Buah Hati telah terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri anak.2

Namun, perlu diingat ya, Bunda sebaiknya memberikan pujian atas usaha Si Buah Hati, bukan atas apa yang dia capai. Dengan begitu, Si Buah Hati dapat melihat bahwa Bunda merasa bangga dengan usaha mereka, terlepas dari apa pun hasilnya. Ini merupakan salah satu tips parenting anak yang penting untuk membuat Si Buah Hati tumbuh percaya diri di kemudian hari.

Baca Juga: Tipe Pola Asuh Anak Usia 2-3 Tahun

Tips Parenting Anak Agar Tumbuh Mandiri dan Percaya Diri

Menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri dapat dibangun oleh Bunda melalui positive parenting.

Cara parenting yang baik agar anak percaya diri antara lain, Bunda berperan menjadi pendengar yang baik untuk Si Buah Hati, menunjukkan sikap menghargai, memberikan kesempatan anak untuk membantu aktivitas Bunda, dan melatih kemandirian anak.

Selain itu, memberikan pujian, membantu anak lebih optimistis, memupuk minat dan bakat anak, mengajak anak memecahkan masalah juga bisa menumbuhkan kepercayaan diri mereka.

Berikut beberapa tips mendampingi anak agar timbul kemandirian pada anak.

  • Saat memanggil Si Buah Hati untuk melakukan suatu kegiatan rutin, lakukan dalam posisi duduk sehingga sejajar dengan pandangan anak. Beri respon dan perhatian melalui kontak mata, sentuhan, dan menunjuk tempat atau benda yang diminta.  

  • Bimbing anak melakukan kegiatan sampai selesai dengan menjelaskan langkah demi langkah secara jelas dan bernada positif. Misal, “Nah, sudah selesai makan rotinya, yuk bungkus plastiknya yang jatuh di lantai diambil." Setelah anak memungut kemasan, lanjutkan dengan “Nah, yuk buang bungkusnya  di tempat sampah biar lantai selalu bersih.” 

  • Bunda juga bisa menunjukkan cara melakukan kegiatan langkah demi langkah, lakukan kegiatan itu bersama-sama atau bergantian. Bila ada langkah yang terlewat dilakukan anak, ulangi contoh lagi.

  • Menawarkan pilihan dalam melakukan kegiatan rutin. Contohnya saat akan memakai baju.

  • Berikan pujian kepada anak setelah ia berhasil melakukan suatu kegiatan.

  • Saat anak enggan melakukan kegiatan rutin, Bunda tetap tenang dan bersuaha mengajak anak melakukan kegiatan tersebut tanpa memarahi anak.

Selain itu, Bunda bisa juga melakukan beberapa hal berikut untuk memupuk rasa percaya diri Si Buah Hati.

  • Buat rasa aman untuk diri mereka menjadi cara parenting yang baik

  • Buat anak merasa diterima dan dicintai tanpa syarat

  • Ajari anak tentang tujuan yang ingin dicapai. Bisa berupa cita-cita atau keinginan tertentu

  • Pupuk kemandirian dan rasa percaya diri anak dengan melatih potensi dan kemampuannya. Berikan tantangan dan ekspektasi yang sekiranya sesuai dengan kemampuannya, lalu berikan pujian saat Si Buah Hati berhasil menyelesaikannya.

  • Tunjukkan bahwa Bunda percaya dengan apa yang si Buah Hati lakukan

  • Berikan tanggung jawab sesuai usia si Buah Hati

  • Libatkan anak dalam beberapa kegiatan bersama. Misalnya minta bantuan si Buah Hati untuk mengambil sendok ketika Bunda menyiapkan makanan

  • Berikan anak pilihan dan hormati pilihannya

  • Berikan batasan pada si Buah Hati untuk melakukan hal tertentu.  Bunda dapat mengajarkan kepadanya bagaimana konsekuensi yang akan dihadapi dari tindakan yang mereka pilih.

  • Semangati si Buah Hati jika menemui kegagalan. Bunda bisa berkata "usaha yang bagus, (lalu diikuti masukan yang membangun)"

  •  Ajarkan mereka memahami dan menerima kekalahan atau kegagalan.

Tips di atas akan membantu anak yang berusia di bawah 3 tahun untuk mulai mandiri dan percaya diri. Kepercayaan diri memainkan peran penting bagi anak dalam hal motivasi dan prestasi anak di sekolah serta hubungan sosialnya.

Bunda juga bisa melihat tanda perkembangan lain pada anak usia 3 tahun dimana Si Buah Hati akan lebih sadar dan peka terhadap perasaan dan tindakan orang lain. Mereka akan belajar bekerja sama dengan teman-temannya.

Sebagai salah satu teknik parenting anak usia 3 tahun yang baik Bunda perlu terus mendukung Si Buah Hati untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Itulah beberapa tips parenting anak yang baik dalam membentuk kemandirian dan rasa percaya diri Si Buah Hati. Jangan lupa untuk memberikan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan gizi Si Buah Hati.

Bunda juga dapat memberikan asupan tambahan berupa susu DANCOW 1+ Imunutri mengandung DHA, Zat Besi dan berbagai vitamin-mineral untuk dukung tumbuh kembang optimal Si Buah Hati. Semoga informasinya membantu Bunda ya!

 

 

Sumber:

  1. 10 Tips Raising Independent Kids - Dayton Children. Retrieved May 29 2024, from https://www.childrensdayton.org/the-hub/10-tips-raising-independent-kids
  2. 12 Tips Raising Confident Kids - Childmild. Retrieved May 29 2024, from https://childmind.org/article/12-tips-raising-confident-kids/
Image Article
Tips Parenting Anak Mandiri dan Percaya Diri
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Mengenal Susu Formula yang Rendah Gula

Published date

Tumbuh kembang Si Buah Hati sangat dipengaruhi asupan makanan dengan kandungan gizi yang sesuai kebutuhannya. Untuk itu Bunda perlu cermat untuk memberikan makanan dan asupan yang dibutuhkan Si Buah Hati menurut pertambahan usianya. ASI eksklusif hingga anak usia 6 bulan merupakan asupan terbaik bagi Si Buah Hati.

Namun saat usia bertambah, khususnya menginjak usia 6 bulan, Si Buah Hati juga membutuhkan tambahan asupan gizi harian karena energi dan nutrisi dari ASI saja sudah tidak cukup. Karena itu, di usia Si Buah Hati yang menginjak 6 bulan, WHO menyarankan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang adekuat atau memenuhi kebutuhan energi, protein, makro dan mikronutrien untuk tumbuh kembangnya serta tetap memberikan ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih.

Kebanyakan Bunda tidak mengalami banyak masalah saat memberikan ASI kepada Si Buah Hati. Namun, sebagian Bunda lain mungkin mengalami kesulitan memberikan ASI karena beberapa indikasi medis. Saat ASI tidak dapat diberikan karena indikasi medis, Bunda perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang pemberian nutrisi bayi yang tepat, termasuk pemberian susu formula rendah gula.

Tentunya susu formula yang diberikan perlu mengandung nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang Si Buah Hati. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan panduan kebutuhan nutrisi harian anak dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

AKG merupakan acuan yang dibuat pemerintah untuk menghitung kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, air, vitamin, dan mineral dalam konsumsi harian masyarakat Indonesia. Perlu Bunda ketahui bahwa beberapa susu formula mengandung gula yang indikasi nya kurang baik untuk kesehatan. 

Batasan Konsumsi Gula

Bunda, pedoman World Health Organization (WHO) yang baru merekomendasikan orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula bebas harian hingga kurang dari 10 persen dari total asupan energi mereka. 

Adapun yang dimaksud dengan gula tambahan yaitu gula yang ditambahkan dalam makanan, seperti contohnya gula pasir dan sirup.

Sedangkan anak-anak di bawah 2 tahun seharusnya tidak mengonsumsi gula tambahan dalam menu makanannya.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula sering dikaitkan dengan obesitas.  Konsumsi gula tambahan berlebih juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Kandungan yang perlu diperhatikan pada Susu Formula

Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter dan menanyakan bagaimana cara memilih susu formula sehat yang rendah gula.

Selain kandungan gula, berikut beberapa kandungan yang perlu Bunda perhatikan untuk menghindari risiko kesehatan.

1. Laktosa

Seperti  produk susu pada umumnya, susu formula dengan gula tambahan  juga mengandung laktosa.

Laktosa memiliki beberapa manfaat, salah satunya untuk pembentukan mikrobiota usus yang menguntungkan tubuh, membantu penyerapan mineral, serta mendukung sistem imun.

Sebagai tambahan informasi, laktosa juga membantu Si Buah Hati untuk meningkatkan penyerapan Kalsium lho, Bunda.

Penggantian laktosa dengan karbohidrat lain hanya dibenarkan jika terjadi gejala intoleransi. Bila Si Buah Hati memiliki kondisi intoleransi laktosa, maka Bunda perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memilih alternatif susu formula bebas laktosa.

2. Vitamin D

Vitamin D mendukung kesehatan tulang yang memastikan tubuh menyerap dan mempertahankan cukup kalsium dan fosfor, keduanya penting untuk membangun tulang kuat dan mencegah rakhitis.

Kekurangan vitamin D juga meningkatkan risiko patah tulang pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Vitamin D berperan dalam respon sistem kekebalan tubuh dan telah dikaitkan dengan kesehatan mental di mana ada penelitian yang menunjukkan orang dengan kekurangan vitamin D berisiko lebih tinggi mengalami depresi.

3. Protein

Susu adalah salah satu sumber protein yang baik untuk si Buah Hati. Protein dibutuhkan anak agar tubuhnya dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik, termasuk membangun jaringan baru dan memproduksi antibodi yang membantu melawan infeksi. Tanpa asam amino esensial yang merupakan bahan penyusun protein, anak-anak akan jauh lebih rentan terhadap penyakit serius.

4. Vitamin A

Bunda, sementara itu vitamin A dalam susu berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan si Buah Hati.

Vitamin A juga penting untuk penglihatan sebagai komponen penting dari rhodopsin,  yang merupakan protein peka cahaya di retina yang merespons cahaya yang masuk ke mata.

5. Zink

Nutrisi lain yang terkandung dalam susu formula yang rendah gula adalah zink. Zink berfungsi mengaktifkan sel darah putih yang disebut limfosit sel T, yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun.

Zink juga berperan mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka dengan berperan dalam produksi kolagen, yakni serat protein yang memberi kekuatan dan tekstur elastis pada kulit.

Zink juga mendukung tumbuh kembang anak. Kekurangan asupan zink menghambat pertumbuhan anak yang mengakibatkan kognitif dan motoriknya terlambat.

Bagi balita, zink juga berperan menurunkan tingkat keparahan penyakit diare.

Setelah mengetahui bahasan mengenai kandungan gizi susu formula yang rendah gula tersebut, semoga bisa jadi panduan bagi Bunda untuk memberikan asupan yang dibutuhkan oleh Si Buah Hati untuk tumbuh kembangnya.

Susu formula bayi harus selalu disiapkan, digunakan dan disimpan sesuai dengan petunjuk pada label untuk menghindari risiko kesehatan pada bayi.

Jangan lupa untuk konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui info lebih jelas terkait tumbuh kembang Si Buah Hati, termasuk kebutuhan asupan nutrisi.

Baca Juga: Apa Fungsi Sukrosa pada Susu bagi Si Buah Hati? Cek di Sini!

Tips Memilih Susu Rendah Gula

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa jenis minuman terbaik yang bisa diberikan orang tua bagi anak-anak usia 5 tahun ke bawah adalah air putih dan susu sapi untuk mencukupi kebutuhan cairan dan juga asupan vitamin serta mineral seperti kalsium, protein, seng, vitamin D, vitamin A yang penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.1 

Agar tumbuh kembang Si Buah Hati dapat berjalan optimal, berikut ini beberapa cara memilih  susu formula dengan kandungan gula rendah menurut Menurut Harvard School of Public Health yang bisa Bunda simak.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan anak seusianya. Khusus untuk anak usia 2 tahun ke atas, pilih susu yang dapat mendukung pertumbuhan dan kepadatan tulangnya.
  2. Memeriksa kandungan protein yang tertera dalam kemasan. Protein merupakan zat gizi yang berperan sebagai sumber energi, membentuk otot, memproduksi hormon dan sel, meningkatkan metabolisme, menjaga daya tahan tubuh, memperkuat tulang, serta mengantarkan gizi ke bagian-bagian dalam tubuh.
  3. Mengandung kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu kontraksi otot, stimulasi saraf, dan menjaga tekanan darah. Agar penyerapan kalsium berjalan optimal, pastikan juga untuk memilih susu yang dilengkapi dengan kandungan vitamin D untuk menjaga metabolisme kalsium sehingga berperan langsung terhadap kesehatan tulang.
  4. Dilengkapi dengan kandungan vitamin A untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  5. Mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan penting untuk ketahanan tubuh sekaligus membantu menyerap zat besi.
  6. Vitamin B kompleks, yaitu vitamin B1, B2, B6, serta B12 yang berperan untuk mendukung kemampuan memori dan meningkatkan mood belajar.
  7. Diperkaya zat besi dan zink. Zat besi berperan dalam menjaga metabolisme, termasuk penyimpanan oksigen dan mengantarkannya ke bagian tubuh yang membutuhkan, sedangkan zink penting untuk menjaga fungsi imunitas dan kesehatan saraf.
  8. Memerhatikan kandungan gula dalam susu formula.2

Tak boleh sembarangan memberikan susu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi gula tambahan pada anak usia 2 ke atas adalah sebesar 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat memilih susu formula rendah gula dengan teliti.3

Beberapa hal di atas bisa Bunda pahami salah satunya dengan memerhatikan keterangan label gizi yang terdapat dalam kemasan produk susu formula rendah gula. Oleh karena itu, pastikan untuk membacanya dengan baik ya, Bunda.

Cara Baca Label Kemasan untuk Menentukan Susu Rendah Gula

Pada dasarnya, label nutrisi yang berisi informasi seputar produk seperti ukuran saji, kalori, dan kandungan nutrisi yang terdapat dalam kemasan akan sangat berbeda. Untuk mempermudah Bunda dalam memilih susu rendah gula untuk anak, berikut ini beberapa informasi penting yang biasanya terdapat dalam label nutrisi kemasan susu menurut American Food and Drugs Administration.

1. Informasi Penyajian

Saat melihat label fakta nutrisi yang terdapat dalam kemasan susu, coba perhatikan jumlah sajian dalam kemasan (sajian per kemasan) dan ukuran sajiannya. Informasi ini biasanya diberikan dalam satuan yang sudah dikenal, misalnya jumlah gram (g) untuk menunjukkan jumlah yang biasanya dikonsumsi oleh orang, bukan rekomendasi berapa banyak seseorang harus makan atau minum.

Penting untuk dipahami bahwa semua jumlah nutrisi yang tertera pada label, termasuk jumlah kalori, mengacu pada ukuran penyajian. Perhatikan ukuran porsi, terutama berapa banyak porsi yang ada dalam kemasan makanan ya, Bunda.

2. Kalori

Kalori menunjukkan berapa banyak energi yang didapatkan dari mengonsumsi satu porsi makanan atau minuman. Misalnya, jika seseorang menghabiskan satu kemasan susu dengan jumlah penyajian sebanyak 20 cangkir, sedangkan dalam satu cangkir susu (250 ml) mengandung 150 kalori, maka seseorang akan mengonsumsi 20 porsi atau 3.000 kalori.

Untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat, penting untuk menyeimbangkan jumlah kalori yang dikonsumsi dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Alih-alih memaksimalkan tumbuh kembang anak, memberikan susu dengan porsi yang berlebihan justru dapat memicu risiko kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Label Nutrisi

Bagian ini menunjukkan beberapa nutrisi utama yang berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk kandungan gula dalam susu formula. Pilihlah produk susu yang mengandung lebih banyak nutrisi yang ingin dioptimalkan dan mengandung sedikit kandungan yang ingin dibatasi untuk mendukung tumbuh kembang Buah Hati.

Beberapa kandungan nutrisi yang harus dikurangi antara lain lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan karena dapat memicu penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi. Kandungan gula tambahan yang tinggi juga dapat mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi penting bagi Buah Hati.

Cara membedakan kandungan gula yang dianjurkan dan gula tambahan bisa dilihat dari keterangan informasi dalam kemasan seperti ‘Total Gula’ dan ‘Gula Tambahan’. Total gula mencakup gula yang secara alami ada dalam banyak makanan dan minuman bergizi, seperti gula dalam susu dan buah serta gula tambahan yang mungkin ada dalam produk. Pada anak-anak usia 2-5 tahun, batas konsumsi gula yang dianjurkan adalah sebanyak 6 sendok teh gula (25 gram) setiap harinya.

Gula pada susu formula mencakup gula yang ditambahkan saat proses pembuatan, seperti sukrosa dan dekstrosa, makanan yang dikemas sebagai pemanis, gula dari sirup dan madu, serta  gula dari jus buat atau sayuran.

4. Angka Kecukupan Gizi

Angka Kecukupan Gizi adalah persentase dari nilai harian untuk setiap zat gizi dalam satu porsi makanan. Nilai harian adalah jumlah referensi (dinyatakan dalam gram, miligram, atau mikrogram) nutrisi yang harus dikonsumsi atau tidak boleh dilebihkan setiap hari. Angka Kecukupan Gizi menunjukkan seberapa banyak nutrisi dalam satu porsi makanan berkontribusi pada total diet harian dan membantu menentukan apakah satu porsi makanan tinggi atau rendah nutrisi.

Untuk mempermudah, berikut ini panduan umum untuk Angka Kecukupan Gizi:

  • 5% Angka Kecukupan Gizi atau kurang dari suatu zat gizi per porsi dianggap rendah
  • 20% Angka Kecukupan Gizi atau lebih dari satu zat gizi per porsi dianggap tinggi

Dari persentase ini, maka sebaiknya pilih produk makanan atau minuman dengan:

  • Angka Kecukupan Gizi lebih tinggi untuk serat pangan, vitamin d, kalsium, zat besi, dan kalium
  • Angka Kecukupan Gizi lebih rendah untuk lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan

Sebelum menentukan produk susu mana yang akan Bunda berikan pada Si Buah Hati, pastikan untuk selalu membaca dan memahami label keterangan gizi pada bagian kemasan dengan teliti ya, Bunda!

 

Sumber:

  1. Recommended Drinks for Young Children Ages 0-5. Retrieved October 23 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/recommended-drinks-for-young-children-ages-0-5.aspx
  2. Milk: The Nutrition Source. Retrieved October 24 2024, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/milk/
  3. How to Reduce Added Sugar in Your Child’s Diet: AAP Tips. Retrieved October 24 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-to-Reduce-Added-Sugar-in-Your-Childs-Diet.aspx#:~:text=Aim%20for%20less%20than%2025,under%202%20years%20of%20age.
Image Article
Kandungan Gizi Susu Formula yang Rendah Gula
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak

Published date

Banyak orang tua yang khawatir apabila berat badan si Buah Hati tidak bertambah dan memiliki berat badan di bawah rata-rata. Kondisi ini bisa menjadi indikasi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Minum susu dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan berat badan anak, namun tetap dijaga agar makanan utama tetap sebagai asupan utama nutrisi si Buah Hati.

Memilih susu penambah berat badan untuk anak tidak bisa sembarangan. Bunda harus memastikan kalau produk yang dipilih benar-benar mengandung jumlah kalori dan nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.1 Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk memilih susu untuk penambah berat badan anak? Yuk, mari Bunda, kita bahas lebih detail di sini.

Kapan Bunda Perlu Memberi Susu Penambah Berat Badan untuk Anak?

Sesuai  Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, anak laki-laki di usia 3 tahun, idealnya memiliki berat badan antara 11,3 kg hingga 16,2 kg. Sementara itu, berat badan normal anak perempuan usia 3 tahun adalah 10,8 kg hingga 15,8 kg. Jika anak memiliki berat badan di bawah standar tersebut, Bunda wajib waspada Si Buah Hati mengalami status kekurangan gizi.

Namun, untuk memastikan bahwa Si Buah Hati mengalami kekurangan gizi dan membutuhkan asupan susu untuk penambah berat badan anak, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Biasanya, dokter akan memeriksa data pertumbuhan anak di kurva pertumbuhan secara menyeluruh, mulai dari usia, jenis kelamin, hingga berat dan tinggi badannya, untuk menghitung indeks massa tubuh Si Buah Hati. Dokter juga akan memberi pertanyaan seputar asupan makanan yang dikonsumsi anak selama ini. Tak hanya itu, mungkin dokter juga akan mengadakan pemeriksaan fisik serta tes laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui penyebab anak kekurangan berat badan dan atau kemungkinan adanya infeksi.

Baca Juga: Manfaat DHA untuk Anak Sejak Dini 

Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak

Susu menyediakan banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat seperti kalsium, vitamin D, protein, vitamin A, zat besi dan zink.2  Selain itu kandungan energi pada susu juga terukur, sehingga seberapa banyak pemberian susu seberapa banyak dapat disesuaikan dengan kebutuhan penambahan berat badan anak.
Memilih susu penambah berat badan anak yang tepat untuk Si Buah Hati dapat menjadi hal yang membingungkan bagi para Bunda, terutama dengan banyaknya merek dan variasi produk yang tersedia di pasaran. Kebingungan ini bisa jadi karena setiap merek menawarkan harga yang menarik, kandungan gizi yang bermacam-macam, dan manfaat yang berbeda-beda. Agar Bunda tidak keliru memilih susu untuk menambah berat badan anak, ikuti tips berikut:

Memilih susu penambah berat badan anak yang tepat untuk Si Buah Hati dapat menjadi hal yang membingungkan bagi para Bunda, terutama dengan banyaknya merek dan variasi produk yang tersedia di pasaran. Kebingungan ini bisa jadi karena setiap merek menawarkan harga yang menarik, kandungan gizi yang bermacam-macam, dan manfaat yang berbeda-beda. Agar Bunda tidak keliru memilih susu untuk menambah berat badan anak, ikuti tips berikut:

Sesuaikan dengan Kebutuhan Anak dan Perhatikan Pilihan Nutrisinya

Salah satu alternatif menambah berat badan anak adalah dengan memberikan asupan tinggi kalori yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein sesuai dengan kebutuhan usianya berdasarkan angka kebutuhan gizi (AKG). Bunda dapat memperhatikan dua hal ini:

1. Susu menyediakan kalori dari protein hewani. Protein hewani mengandung asam amino essensial (EAA) yang lebih lengkap dan penyerapan yang lebih baik dibandingkan dengan protein nabati.

2. Kalori dari susu juga didapat dari karbohidrat dan sumber karbohidrat utama susu sapi adalah laktosa (gula alami susu). Sehingga pastikan susu tersebut kandungannya adalah laktosa dan tanpa penambahan gula pasir (0 gram sukrosa)

Bunda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang susu penambah berat badan anak seperti apa yang cocok untuk Si Buah Hati. Sementara jika anak memiliki alergi laktosa, tenaga kesehatan akan merekomendasikan jenis susu yang sesuai dengan kondisi Si Buah Ha

Perhatikan Reaksi Alergi

Apabila Bunda ragu apakah si Buah Hati alergi atau si Buah Hati memiliki riwayat alergi untuk pemilihan susu penambah berat badan anak, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Terkadang, Si Buah Hati bisa saja alergi dengan susu penambah berat badan anak yang Bunda Berikan. Oleh karena itu, perhatikan tanda-tanda alergi yang dialami Si Buah Hati, apakah ia alergi susu sapi.

Reaksi alergi susu dapat terjadi secara langsung, yaitu berkembang dalam waktu kurang dari satu jam setelah anak meminumnya atau dapat berupa reaksi lambat, yaitu berkembang dalam beberapa jam setelah meminumnya. Reaksi alergi bisa berupa munculnya gejala pada kulit, gangguan pencernaan, hingga pernapasan.3

Perhatikan Porsinya dan jenisnya

Jangan menggantikan asupan makanan utama dengan susu ataupun memberikan susu dalam jumlah banyak di jam makan utama si Buah Hati. Hal ini membuat si Buah Hati sudah telanjur kenyang dan tidak banyak menyantap makanannya, akibatnya ia tidak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.4

Menurut para ahli, anak usia 2-5 tahun membutuhkan asupan susu sekitar 400 sampai 500 ml atau setara dengan 2 hingga 2½ cangkir, per hari.5  Porsi ini perlu dijaga agar jam makan anak tidak terganggu dan asupan nutrisi dari makanan padatnya tetap terpenuhi.

Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli Gizi

Sebelum memilih susu penambah berat badan anak, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Dokter akan lebih dulu melakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan kondisi anak dan kebutuhan gizinya. Jika menunjukkan tanda-tanda kekurangan berat badan, selanjutnya dokter akan mencari penyebabnya dan memberikan solusi yang tepat, termasuk menyarankan susu penambah berat badan anak sesuai kebutuhan Si Buah Hati.


Sumber:

  1. How to help your child gain weight - NHS. Retrieved May 27 2024, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/how-to-help-your-child-gain-weight/
  2. Milk and kids – recommendations from a pediatrician - Children's Minnesota. Retrieved May 27 2024, from https://www.childrensmn.org/2024/02/07/milk-kids-recommendations-pediatrician/
  3. Dias, A., Santos, A., & Pinheiro, J. A. (2010). Persistence of cow’s milk allergy beyond two years of age. Allergologia et Immunopathologia, 38(1), 8–12. https://doi.org/10.1016/j.aller.2009.07.005
  4. Does your child need to gain weight? - Harvard Health. Retrieved May 27 2024, from https://www.health.harvard.edu/blog/does-your-child-need-to-gain-weight-202302092887
  5. When babies can drink cow's milk and how much they can have - BabyCenter. Retrieved May 27 2024, from https://www.babycenter.com/toddler/feeding/cows-milk-when-and-how-to-introduce-it_1334703
Image Article
Cara Memilih Susu Penambah Berat Badan Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Inilah Cara-cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Usia Dini

Published date

Tahukah Bunda, kepercayaan diri tidak hanya penting untuk dimiliki orang dewasa. Anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang juga perlu memiliki rasa percaya diri.

Orang tua perlu memupuk rasa percaya diri si Buah Hati karena pada akhirnya anak harus melangkah ke dunia sendiri dan menjadi individu yang memiliki inisiatif serta dapat memecahkan masalah mereka sendiri.

Tanpa rasa percaya diri, Si Buah Hati akan menjadi anak yang minder dan hal itu tentu akan berdampak pada kehidupannya, seperti dalam pertemanan maupun saat bersekolah.

Rasa percaya diri datang dari dalam diri anak. Namun orang tua juga dapat turut berperan dalam membangun kepercayaan diri anak. Karenanya, tidak ada salahnya jika Bunda mencari tahu cara menumbuhkan rasa percaya diri Si Buah Hati sejak dini.

Pentingnya Membangun Rasa Percaya Diri Anak di Usia Dini

Rasa percaya diri merupakan perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri membantu seseorang merasa aman dan siap menghadapi tantangan maupun hal baru.

Bagi anak-anak, rasa percaya diri dibutuhkan agar Si Buah Hati dapat belajar dan berkembang dengan baik. Anak dengan rasa percaya diri tinggi tidak akan ragu mempelajari hal baru atau memasuki lingkungan baru, seperti saat mulai bersekolah.

Anak yang memiliki rasa percaya diri baik dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan sehingga memiliki komunikasi dan kesehatan fisik, intelektual, serta psikologis yang baik.

Kepercayaan diri pada anak terbentuk oleh pikiran dan keyakinan akan kemampuan sendiri. Tetapi juga dipengaruhi persepsi dan harapan orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tua. Untuk itu, Bunda perlu mengetahui cara menumbuhkan rasa percaya diri Si Buah Hati.

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini

Membangun rasa percaya diri anak bisa dimulai sedini mungkin. Saat dalam diri Si Buah Hati muncul keyakinan bahwa ia bisa melakukannya dan setiap ia berhasil melakukan hal baru, rasa percaya dirinya akan meningkat. Bunda bisa menerapkan beberapa cara agar anak percaya diri dan berani dan percaya diri anak berikut ini:

1. Menjadi Contoh yang Baik

Anak belajar dari meniru dan orang tua selalu menjadi panutan pertamanya. Ajari Si Buah Hati dengan menjadi contoh yang baik.

2. Memberi Kesempatan Anak Menyelesaikan Masalahnya Sendiri

Dengan cara ini anak akan percaya diri pada kemampuannya dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri.

3. Biarkan Anak Memilih dan Membuat Keputusan

Cara ini akan memberikan perasaan memegang kendali dan membuat Si Buah Hati lebih percaya diri.

4. Mendorong Anak Berani Mencoba dan Pantang Menyerah

Cara ini mengajarkan anak bahwa setiap rintangan bisa diatasi. Berikan pujian atas usaha yang sudah dilakukannya.

5. Mengajari Anak Disiplin dan Tanggung Jawab

Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri melalui sikap disiplin?. Seiring bertambahnya usia, anak akan semakin mandiri. Dengan disiplin anak akan belajar bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan. Kesadaran ini akan melatih rasa percaya diri.

Baca JugaBunda, Inilah Fungsi Zink untuk Si Buah Hati

Hal yang Perlu Dihindari Agar Anak Lebih Percaya Diri

Selain menerapkan cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini, Bunda juga perlu memperhatikan hal-hal yang perlu dihindari orang tua agar Si Buah Hati tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Beberapa hal tersebut di antaranya:

1. Memuji Secara Berlebihan

Memberi pujian secara berlebihan tidak akan membangun kepercayaan diri anak. Sebaliknya, justru dapat merugikan dan tidak terasa tulus.

2. Hanya Melihat Pada Hasil

Hindari memberikan pujian yang fokus pada hasil. Lebih berikan pujian atas usaha yang sudah dilakukan Si Buah Hati dan gunakan kata-kata yang lebih spesifik.

3. Memarahi dengan Keras

Kata-kata negatif yang diucapkan orang tua bisa menghancurkan rasa percaya diri anak. Ajari Si Buah Hati dengan penuh kesabaran dan berikan contoh yang benar agar ia dapat melakukan dengan lebih baik di kesempatan berikutnya.

Demikian Bunda, tips cara menumbuhkan rasa percaya diri Si Buah Hati sejak dini. Jangan abaikan kepercayaan diri anak, ya Bunda, agar Si Buah Hati dapat tumbuh dan berkembang optimal serta bahagia.

Image Article
rasa percaya diri anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Belajar Berhitung untuk SD Kelas 1!

Published date

Memulai tahun ajaran baru tentu bisa menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menantang bagi Si Buah Hati. Menyenangkan karena bisa bertemu dengan banyak teman seusianya, namun bisa juga menjadi menegangkan karena mereka harus belajar banyak hal baru, salah satunya adalah belajar berhitung. Lantas, bagaimana cara mengajari anak berhitung dengan baik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Cara Mengajar Anak SD Kelas 1 Berhitung

Orang tua harus memberikan perhatian penuh pada anak-anaknya agar mereka dapat memahami matematika dengan baik. Manfaatkan hal yang dapat menarik perhatian dan menambah semangatnya untuk belajar, seperti permainan, musik, video, atau hal lainnya. Nah, agar Si Buah Hati dapat belajar dengan optimal dan siap menyambut tahun ajaran baru, berikut ini beberapa cara mengajar berhitung anak kelas 1 SD yang bisa Bunda coba di rumah.

1. Membaca buku yang bertema matematika (hitungan) 

Untuk menarik perhatiannya, pilih buku bacaan dengan gambar yang dapat menarik perhatiannya, sehingga anak-anak dapat memahami materinya dengan baik. Sambil membaca, orang tua dapat mengajukan pertanyaan yang membuat anak-anak menghitung, mengidentifikasi bentuk, dan menjelaskan pemikiran mereka.

2. Membiasakan anak menghadapi soal hitungan dan mencari tahu solusinya sendiri 

Cara meningkatkan kemampuan berhitung anak SD selanjutnya adalah dengan membiarkan mereka bergelut dengan soal-soal matematika. Alih-alih langsung memberikan solusi dan jawabannya, sebaiknya berikan waktu bagi mereka untuk memecahkannya sendiri. Jika Bunda memiliki pengalaman buruk dengan berhitung, penting juga untuk menghindari mengatakan bahwa Anda membencinya.

3. Praktikkan "pembicaraan matematika"

Bunda juga bisa memanfaatkan perbincangan sehari-hari sebagai cara mengajari anak berhitung. Misalnya, saat Bunda membuat kue di rumah, ajak Si Buah Hati untuk menghitung berapa banyak cetakan kue yang dimiliki, bicarakan bentuknya, dan tanyakan apa yang terjadi saat Bunda menuangkan adonannya, memanggangnya, hingga memakannya. 

4. Permainan video matematika

salah satu cara terbaik untuk belajar berhitung kepada anak-anak adalah melalui permainan. Tak perlu bingung, karena saat ini sudah banyak video game yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak mempelajari konsep matematika seperti penambahan, pengurangan, dan perkalian. 

Baca Juga: Cara Belajar Membaca Huruf dengan Tepat

5. Menggunakan gambar

Selain permainan, pada dasarnya anak-anak tertarik pada gambar. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak lebih tertarik dengan gambar daripada teks. Oleh karena itu, coba berikan contoh soal yang menggunakan gambar di dalamnya.  Dengan begini, anak-anak dapat belajar berhitung, penjumlahan, dan pengurangan dengan lebih cepat.

6. Flash cards

Flash cards adalah kartu dengan informasi seperti kata, gambar, atau angka yang dicetak di kedua sisi dan digunakan sebagai alat pembelajaran anak-anak. Kartu ini merupakan salah satu cara mengatasi anak susah berhitung dan menghafal yang cukup efektif.

7. Benda-benda yang dapat dipegang

Bunda dapat memanfaatkan beberapa benda seperti sendok, sumpit, atau sedotan sebagai alat peraga untuk mengajarkan berhitung pada anak-anak, seperti penambahan dan pengurangan.

Untuk mendukung proses belajar berhitung anak agar berjalan lebih optimal, pastikan juga kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik melalui makanan bergizi seimbang dan juga berikan susu DANCOW FortiGro dua kali sehari, pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. 

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium. 

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi di sela-sela aktivitas Si Buah Hati di sekolah maupun di rumah.

Image Article
Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Mengajar Anak SD Kelas 1 Berhitung!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Sudah Waktunya Sekolah? Ini Cara Mengajari Anak Menulis

Published date

Tak hanya belajar membaca dan berhitung, kemampuan lain yang harus diperhatikan sebelum Si Buah Hati masuk sekolah adalah melatih kemampuan menulisnya. Melansir dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, tahapan anak belajar menulis dimulai saat anak-anak berusia nol hingga dua tahun di mana mereka masih mengembangkan kemampuan sensori motoriknya. 

Saat berusia dua hingga tujuh tahun, perkembangan kognitifnya mencapai tahapan kemampuan operasional konkret. Lalu anak usia tujuh hingga 11 tahun kecerdasan kognitifnya mencapai tahap operasional formal, serta usia 11 tahun ke atas sudah mencapai tahapan kemampuan simbolik.

Cara Mengajari Anak Menulis dan Membaca

Berdasarkan studi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, proses menulis pada anak-anak terjadi secara bertahap, mulai dari cara memegang pensil, menyalin huruf dan kata, hingga anak-anak mampu menyampaikan ide dalam bentuk tulisan. Sebagi orang tua, berikut ini cara mengajari anak menulis yang bisa Bunda praktikkan:

  1. Melatih Si Buah Hati untuk duduk tegak agar mereka leluasa menggerakkan tangannya
  2. Menguatkan otot jari dengan berlatih mengancingkan baju, memegang sendok, dan aktivitas lainnya sebagai persiapan memegang pensil yang tepat.
  3. Jika Si Buah Hati masih belum sempurna dalam memegang pensil, coba latih kemampuan menulisnya menggunakan krayon atau kapur tulis. 
  4. Membantu mengeja per bunyi atau huruf saat anak belajar menulis agar mereka dapat menulis kata dengan huruf yang lengkap.

Baca Juga: Cara Belajar Membaca Huruf dengan Cepat

Sedangkan untuk kemampuan membaca prosesnya dimulai dari membaca gambar, membunyikan huruf, membaca kata dan kalimat, dan mendapatkan informasi dari isi bacaan. Agar kemampuan membacanya dapat meningkat, bantu Si Buah Hati dengan melakukan beberapa hal berikut ini

  1. Menyediakan aneka bacaan yang mudah ditemui anak. 
  2. Melatih anak membaca gambar, simbol dan huruf.
  3. Memberikan contoh dengan mengajaknya untuk melakukan kegiatan membaca bersama. 
  4. Melatih pelafalan bahasa dengan memberikan contoh yang tepat.
  5. Melatih Si Buah Hati membaca dan berbicara dengan nada, jeda, dan tempo yang baik.
  6. Melibatkan minimal tiga sensori anak seperti melihat, menyentuh, dan mendengarsaat anak berlatih berbicara.
  7. Melatih logika berpikir secara runtut saat berbicara pada satu topik. 
  8. Melatih imajinasi anak dengan cara bertanya. Misalnya saat bercerita tentang gunung, coba tanyakan hal apa yang akan kamu lakukan di atas sana?

Cara mengajari anak kelas 1 SD membaca dan menulis di atas tentu dapat berjalan dengan optimal jika Bunda memenuhi kebutuhan gizi Si Buah Hati setiap harinya. Hal ini diperlukan untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembangnya. Selain makanan bergizi seimbang, Bunda juga bisa memberikan susu sebagai menu pelengkapnya, seperti DANCOW FortiGro. Minum DANCOW FortiGro dua kali sehari, di pagi hari dan malam hari sebelum tidur, untuk mendukung Si Buah Hati siap sekolah.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi di sela-sela aktivitas Si Buah Hati di sekolah maupun di rumah. 

Image Article
Sudah Waktunya Sekolah? Ini Cara Mengajari Anak Menulis
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Berat Badan Naik Setelah Minum DANCOW Full Cream? Simak di Sini!

Published date

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin pertumbuhan Si Buah Hati berjalan dengan optimal. Hal ini ditandai dengan berat badan yang ideal dan diimbangi dengan tinggi badan yang sesuai dengan usianya. Pada dasarnya pertumbuhan anak tidaklah konstan, melainkan terjadi secara bertahap dan alami. 

Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi dan juga faktor keturunan dari orang tuanya. Secara umum, pertumbuhan anak dapat dilihat dari berat dan tinggi badan, serta ukuran kepala yang biasanya dijadikan acuan dalam untuk mengetahui seberapa baik pertumbuhan otaknya.

Cara Meningkatkan Berat Badan Anak

Menambah berat badan dapat konsumsi asupan yang mengandung zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Selain dengan memenuhi kebutuhan gizi tersebut, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk membantu Si Buah Hati mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat:

  1. Berikan contoh yang baik, yaitu dengan menjadikan makan sehat sebagai kegiatan yang ada dalam keluarga. Libatkan Si Buah Hati dalam memilih resep sehat, berbelanja bahan makanan, dan menyiapkan makanan.
  2. Berikan semangat dan dukungan. Hindari mempermalukan atau membandingkan Si Buah Hati dengan orang lain. 
  3. Pastikan Si Buah Hati mendapatkan tidur yang cukup. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan risiko obesitas. Sebab saat seorang anak kurang tidur hormonnya menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya menyebabkan nafsu makannya meningkat drastis.
  4. Hindari memberikan hadiah berupa camilan manis dan berkalori tinggi saat Si Buah Hari berperilaku baik. Sebaliknya, Bunda bisa menghadiahinya dengan hal lain seperti bermain game, membiarkan mereka memilih film untuk ditonton bersama, atau melakukan aktivitas luar ruangan yang mereka sukai.
  5. Berolahraga untuk menjaga kesehatannya fisik dan mentalnya. Lakukan hal yang menyenangkan seperti lempar bola sepulang sekolah, bersepeda, lompat tali, atau berjalan-jalan setelah makan malam bersama keluarga. 
  6. Hindari penggunaan gadget yang berlebihan. Usahakan untuk membatasi waktu penggunaannnya selama dua jam atau kurang per hari.
  7. Berikan makanan yang bervariasi, sebab biasanya anak-anak tidak langsung menyukai makanan baru. Perlu beberapa kali percobaan terhadap suatu makanan hingga pada akhirnya bisa mereka nikmati.

Selain beberapa cara di atas, Bunda juga bisa meningkatkan berat badan Si Buah Hati dengan menyediakan camilan sehat seperti buah-buahan dengan yogurt, susu, atau sereal gandum dengan susu favoritnya. 

Baca Juga: Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak Usia 6-12 Tahun

Untuk menambah berat badan Si Buah Hati, Bunda bisa memberikan susu sebagai salah satu pelengkap asupan gizinya.  

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun karena ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.

DANCOW FortiGro memiliki rasa yang disukai anak-anak. Selain itu, DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.

Lantas, sebaiknya minum susu DANCOW Full Cream berapa kali sehari pada anak-anak?

Berapa Kali Sehari Minum Susu DANCOW Full Cream?

Anak usia sekolah dapat mengonsumsi DANCOW Full Cream dua kali dalam sehari, yaitu saat pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Setelah membaca penjelasan di atas, maka bisa diketahui bahwa faktor penambah berat badan tak hanya konsumsi susu ya, Bunda. Perlu juga diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan kebiasaan baik dalam keluarga. Semoga Si Buah Hati sehat selalu ya, Bunda!

Image Article
Berat Badan Naik Setelah Minum DANCOW Full Cream? Simak di Sini!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off