Apa Peran Ibu Terhadap Anak-anaknya Dalam Membentuk Karakter?
09-06-2023

Menjalani peran sebagai seorang ibu tentu menjadi hal yang sangat penting dan luar biasa bagi seorang wanita. Sebab, mereka akan memainkan peran yang sangat banyak untuk mendukung proses tumbuh kembang anaknya agar berjalan dengan baik. Peran ibu untuk anak dimulai dari sisi sosial emosional, fisik, kognitif, dan kemandirian. Tak heran jika orang tua khususnya ibu disebut sebagai guru utama bagi anak, terutama dalam membentuk karakternya.
Apa peran ibu terhadap anak-anaknya?
Berdasarkan halaman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kunci utama perkembangan anak berasal dari orang tuanya, terutama sang ibu yang umumnya memiliki hubungan lebih dekat dengan sang anak. Kebutuhan dasar seorang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal meliputi Asuh, Asih, dan Asah yaitu:
1. Kebutuhan Fisik-Biologis (ASUH)
Orang tua harus memenuhi kebutuhan sBundang, pangan, dan papan seperti:
Imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari berbagai penyakit.
Kebersihan yang meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain, dan transportasi.
Bermain, aktivitas fisik, dan istirahat untuk merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme (karbohidrat, lemak, dan protein), hingga merangsang pertumbuhan dan perkembangan otot serta tulangnya.
Pelayanan kesehatan untuk memantau kesehatan anak secara teratur agar dapat mendeteksi dan menanggulangi penyakit serta gangguan tumbuh kembang sejak dini.
2. Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH)
Kebutuhan kasih sayang dan emosi dapat dipenuhi dengan cara berikut ini:
Menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga anak merasa dilindungi.
Memerhatikan minat, keinginan, dan pendapat Si Buah Hati.
Memberikan contoh, bukan memaksa anak untuk melakukan sesuatu.
Memberikan bantuan, dukungan, dan menghargai Si Buah Hati.
Mendidik anak dengan penuh cinta dan kegembiraan.
Menghindari untuk memberikan hukuman atau ancaman ketika Si Buah Hati berbuat salah.
3. Kebutuhan stimulasi (ASAH):
Menstimulasi dan mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual anak sejak dini.
Cara mendidik anak agar percaya diri
Hubungan antara seorang ibu yang hangat, terbuka, dan komunikatif dapat menciptakan seorang anak dengan rasa percaya diri yang tinggi, prestasi yang lebih baik di sekolah, dan terhindar dari risiko depresi. Berdasarkan situs resmi Mayo Clinic, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mewujudkannya.
1. Tunjukkan bahwa Bunda bangga menjadi orang tuanya
Salah satu caranya adalah dengan menghabiskan waktu bersama anak. Coba luangkan waktu berdua dengan Si Buah Hati untuk melakukan hal yang mereka sukai dan biarkan mereka memimpin. Sesekali sampaikan juga secara lisan bahwa Bunda bangga menjadi orang tuanya. Tujuannya adalah untuk menikmati kebersamaan dengan penuh kasih sayang.
2. Berikan pujian pada Si Buah Hati
Pujilah Si Buah Hati Bunda atas sifat-sifat karakternya, bukan atas bakat atau prestasinya. Tunjukkan apa yang benar-benar baik dan menyenangkan dari diri mereka. Saat mereka melakukan kesalahan atau berperilaku buruk, hindari untuk memberikan hukuman berat, ancaman, atau melabelinya. Sebaliknya, coba fokus pada masalah dan ajak mereka untuk memperbaikinya.
3. Validasi emosi Si Buah Hati
Saat mereka merasa kesal, terluka, atau sedih, coba validasi emosi yang mereka miliki. Berikan pemahaman bahwa perasaan tersebut boleh dan sah-sah saja untuk dirasakan. Setelah Si Buah Hati merasa tenang, ajak mereka untuk menceritakan apa yang terjadi dan bantu mereka untuk mengatasinya.
4. Menjadi pendengar yang baik
Saat Si Buah Hati sedang mengalami masalah atau kesulitan dalam hidupnya, cobalah menjadi seorang pendengar yang baik, bukan seseorang yang akan menggurui atau menghakimi. Lalu, coba lihat segala sesuatu dari sudut pandangnya dan biarkan mereka tahu bahwa Bunda memahami apa yang mereka rasakan.
5. Biarkan Si Buah Hati mengambil risiko atas keputusan yang dipilihnya
Biarkan mereka memutuskan hal yang disukainya, meskipun nantinya mungkin akan terluka. Memberikan pilihan sederhana sejak dini dapat membantu mereka untuk menjadi seorang yang percaya diri dalam memutuskan hal besar saat dewasa nanti.
Baca Juga: Strict Parents: Ciri-ciri dan Efeknya pada Anak
Peran ibu dalam pertumbuhan anak
Agar anak menjadi seseorang dengan rasa percaya diri yang tinggi, maka penting untuk memerhatikan proses pertumbuhannya dengan baik. Menurut penjelasan dr. Anung selaku Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Dirjen P2P) dalam situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertumbuhan anak yang baik ditBundai dengan adanya perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.
Agar pertumbuhan anak berjalan dengan optimal, maka peran ibu dalam pertumbuhan anak adalah memastikan kebutuhan gizi Buah Hatinya terpenuhi dengan baik. Menurut Harvard School of Public Health, berikut ini beberapa kebutuhan nutrisi pada anak untuk meningkatkan pertumbuhannya.
- Protein merupakan kebutuhan nutrisi anak yang dapat ditemukan dalam daging, unggas, makanan laut, kacang-kacangan dan kacang polong, telur, produk kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta susu.
- Zat besi yang dapat ditemukan pada daging, kacang-kacangan dan lentil, sereal dan roti yang diperkaya, sayuran berdaun gelap, dan kentang panggang.
- Vitamin A yang dapat ditemukan pada hati ayam, wortel, ubi jalar, dan bayam. Serta vitamin D atau "vitamin sinar matahari" yang juga bisa ditemukan pada daging ikan berlemak seperti salmon, minyak hati ikan, dan produk yang diperkaya dengan vitamin D, seperti susu.
- Vitamin B6 dan B12 yang dapat ditemukan pada hati, daging, ikan, kentang, dan sayuran, dan produk susu.
- Asam lemak omega 3 dan 6 sebagai nutrisi anak yang dapat ditemukan pada telur, kacang-kacangan, dan susu.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Bunda bisa memberikan susu sebagai menu pelengkap dalam asupan harian di rumah. Sebagai rekomendasinya, berikan susu DANCOW FortiGro.
DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.
DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.
Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.
Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.
Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!