Bantu Penuhi Kebutuhan Nutrisi Si Buah Hati dengan Konsumsi Buah Lokal

Published date

Rasa buah yang manis dan segar, membuatnya mudah disukai oleh kebanyakan orang, termasuk Si Buah Hati. Apalagi, buah juga memiliki bentuk dan warna yang menarik. Ini bisa membantu menambah nafsu makannya. 

Nah, konsumsi buah perlu dibiasakan sejak dini untuk mendukung kesehatan anak, terutama saluran cernanya. Bahkan, konsumsi buah yang mengandung serat larut seperti mangga dan apel, bisa menjadi salah satu cara mengatasi anak diare secara alami.

Saat diare, fungsi saluran cerna Si Buah Hati dalam menyerap makanan mengalami gangguan. Akibatnya kadar cairan di dalam saluran pembuangan tidak dapat diserap, dan menyebabkan tekstur feses menjadi cair. 

Kandungan serat larut dalam buah, bekerja seperti spons yang dapat membantu menyerap kelebihan cairan di saluran pencernaan Si Buah Hati dan memadatkan tektur feses. 

Kenalkan Si Buah Hati dengan Buah Lokal

Tentu, ada banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah secara rutin. Sebagai alternatif, Bunda dapat memberikan buah lokal kepada Si Buah Hati. 

Ketua organisasi nonprofit Masyarakat Pecinta Buah dan Sayur Nusantara (MPBSN), Mieke Suswono, menyarankan Bunda mengonsumsi buah lokal. Sebab, buah ini tidak melewati proses pascapanen berupa pengawetan, justru langsung dipetik dan dijual saat sudah matang. Cara ini dapat membantu menjaga kandungan nutrisi di dalamnya tetap terjaga. Selain itu, buah lokal juga lebih mudah didapatkan dan lebih terjangkau harganya dibanding buah impor.

Rekomendasi Buah Lokal untuk Si Buah Hati

Berikut ini adalah beberapa buah lokal yang bisa Bunda dapatkan di pasar tradisional hingga supermarket.

1. Pisang Ambon

Sebuah studi dalam Journal of American Society of Hypertension menemukan bahwa karbohidrat, serat, vitamin B, dan potasium, dalam pisang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. 

Sementara, kandungan pektin dalam pisang bermanfaat sebagai salah satu cara mengatasi diare anak secara alami

2. Nanas Madu

Enzim bromelain dalam buah nanas dapat meredakan peradangan yang diakibatkan oleh infeksi penyakit. Selain itu, vitamin C di dalamnya dapat mendukung daya tahan tubuh Si Buah Hati untuk melawan kuman penyebab penyakit.

3. Jambu Biji

Kandungan vitamin C dalam jambu biji dua kali lebih banyak dibanding jeruk. Jadi, Bunda dapat mencukupi asupan vitamin C Si Buah Hati dengan memberikannya buah lokal ini. 

Selain  buahnya, air rebusan daun jambu biji  juga bermanfaat untuk meringankan gejala diare yang berlendir pada anak karena mengandung flavonoid kuersetin.

4. Sawo

Buah ini mengandung kalori dan antioksidan tinggi, serta sumber vitamin dan mineral. Sawo bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, dan menjaga kesehatan saluran cerna.

5. Manggis

Buah berwarna ungu dengan kandungan vitamin C, B1, B2, zat besi, kalsium, dan protein, ini berkhasiat untuk mendukung fungsi otak dan saraf Si Buah Hati, melancarkan sirkulasi darah, mencegah obesitas, serta mendukung fungsi saluran pencernaan.

6. Pepaya

British Journal of Nutrition mengungkapkan bahwa pepaya terbukti memiliki kandungan beta karoten tiga kali lipat dibanding wortel dan tomat. Beta karoten memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mata Si Buah Hati.

Selain menyuguhkan beragam buah lokal di atas, Bunda perlu membantu melengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan membiasakannya mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. 

DANCOW 1+ Nutritods merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Yuk, pastikan kebutuhan gizi Si Buah Hati tercukupi dengan memasukkan buah ke dalam menu hariannya! Buah lokal bisa menjadi pilihan yang baik untuk Si Buah Hati, karena kesegaran dan kandungan nutrisinya relatif terjaga. 

Jadi, biasakan Si Buah Hati untuk mengonsumsi buah setiap hari ya, Bunda. Ini juga menjadi salah satu cara mengatasi diare anak secara alami. Dengan kondisi pencernaan yang sehat, ia tentu bisa bebas untuk bereksplorasi.

Image Article
9 Buah Lokal untuk Si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
a. Mudah didapat
Quiz Answer 1 B
b. Harga lebih terjangkau
Quiz Answer 1 C
c. Tidak melewati proses pengawetan
Quiz Answer 1 D
d. Semua benar
Quiz Answer 2 A
a. Menggemukkan badan
Quiz Answer 2 B
b. Meningkatkan kadar kolesterol baik
Quiz Answer 2 C
c. Membuat tidur nyenyak
Quiz Answer 2 D
d. Meningkatkan kecerdasan otak
Quiz Answer 3 A
a. Mendukung penglihatan
Quiz Answer 3 B
b. Meningkatkan nafsu makan
Quiz Answer 3 C
c. Menguatkan tulang
Quiz Answer 3 D
d. Menjaga kesehatan gigi
Quiz 1
1. Kelebihan buah lokal adalah …
Quiz 3
3. Fungsi beta karoten dalam pepaya adalah …
Quiz 2
2. Manfaat jambu biji adalah …
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
B
Kunci Quiz 3
A

Bolehkah Si Buah Hati Makan Buah Beserta Kulitnya?

Published date

Membiasakan Si Buah Hati makan buah tentu penting untuk mendukung kesehatannya. Selain mengandung vitamin, buah juga kaya akan kandungan serat yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna Si Buah Hati. Bahkan, ada yang bilang manfaatnya buah untuk diare anak. Apa benar begitu, ya? Lalu, apakah buah perlu dikonsumsi bersama kulitnya supaya dapat memberikan manfaat dengan optimal? Simak infonya lebih dulu di sini, Bunda.

Manfaat buah untuk mencret anak sebenarnya belum bisa dibuktikan secara klinis. Namun, menurut pakar penyakit sistem pencernaan, David Goldstein, di Emerson, New Jersey, Amerika Serikat, buah yang mengandung serat larut dapat membantu menyerap kelebihan cairan di saluran pencernaan dan membantu memadatkan tekstur feses saat diare. Di antaranya adalah buah seperti apel, manga, stroberi, dan kiwi. Namun, Bunda tetap direkomendasikan konsultasi langsung dengan tenaga ahli untuk mendapatkan saran terbaik dalam merawat Si Buah Hati yang diare.

Konsumsi Buah Bersama Kulitnya

Untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati, Bunda disarankan memberikannya beragam buah setiap hari. Dalam menyajikan buah, mungkin Bunda pernah mendengar saran dari teman atau kerabat untuk mengkonsumsinya langsung dengan kulitnya. Katanya kulit buah itu juga kaya akan kandungan nutrisi. Apa benar begitu? Lalu, apakah aman bila Si Buah Hati makan buah tanpa dikupas kulitnya?

Kandungan Nutrisi di Balik Kulit Buah

Biasanya beberapa jenis buah langsung dikonsumsi bersama kulitnya, misalnya apel, pir, belimbing, dan anggur. Melahap buah beserta kulitnya kini bukan tanpa alasan. Ternyata di bagian kulit buah juga mengandung vitamin dan serat, Bunda.

Menurut data dari Departemen Pertanian di Amerika Serikat USDA (United States Department of Agriculture), kulit apel berukuran sedang kira-kira memiliki jumlah kandungan serat yang setara dengan buahnya itu sendiri. Bila dimakan dengan kulitnya, apel mengandung sekitar 4,4 gr serat. Bandingkan dengan apel yang sudah dikupas bagian kulitnya, kandungan seratnya hanya sekitar 2,1 gr saja. Selain itu, konsumsi apel dengan kulit dapat menambah asupan vitamin C sekitar 2 mg.

Kandungan nutrisi lainnya terdapat pada kulit anggur, Bunda. Salah satunya senyawa yang disebut resveratol. Kadar resveratol lebih banyak terkandung di bagian kulit anggur dibanding bagian buahnya. Resveratol bersifat antioksidan yang gunanya untuk membantu melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel dan penyakit. 

Lebih Baik Mana?

Berdasarkan info yang disebutkan di atas, sebenarnya buah dapat dikonsumsi Si Buah Hati beserta kulitnya. Tapi apakah hal ini berisiko terhadap keamanan dan kesehatan Si Buah Hati? University of Pittsburgh Office of Child Development, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa kulit buah seperti apel biasanya rentan terpapar pestisida. Bagi Si Buah Hati usia di bawah lima tahun, paparan pestisida ini berisiko meningkatkan gangguan kesehatan. Untuk itu, Bunda disarankan mengupas kulitnya sebelum dikonsumsi.

Kulit apel juga dikhawatirkan sulit dikunyah sehingga dapat menyebabkan Si Buah Hati tersedak, terutama anak yang berusia di bawah dua tahun. Untuk menghindari tersedak, sebaiknya kulit buah dikupas, bersihkan bijinya, lalu potong sesuai genggaman Si Buah Hati. Selain itu, untuk memastikan bahwa buah yang dikonsumsi Si Buah Hati higienis,Bunda disarankan membilas kulit buah dengan air hangat. Ini salah satu tips menyajikan buah-buahan untuk Si Buah Hati, termasuk buah untuk diare anak.

Seperti yang Bunda tahu, buah mengandung nutrisi penting untuk mendukung kesehatan tubuh Si Buah Hati. Salah satunya adalah buah untuk diare anak . Agar kesehatannya senantiasa terlindungi, pastikan ia mendapatkan asupan bergizi di tiap menu hariannya. Lengkapi kebutuhan gizi Si Buah Hati dengan memberikan susu pertumbuhan. DANCOW 3+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Asupan nutrisi yang tercukupi dapat mendukung Si Buah Hati untuk bereksplorasi. Dengan begitu, Bunda jangan ragu untuk katakan boleh saat Si Buah Hati ingin bereksplorasi.

Image Article
Khasiat Buah untuk Diare Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
a. Serat
Quiz Answer 1 B
b. Vitamin A
Quiz Answer 1 C
c. Karbohidrat
Quiz Answer 1 D
d. Kalsium
Quiz Answer 2 A
a. Protein
Quiz Answer 2 B
b. Kalsium
Quiz Answer 2 C
c. Vitamin C
Quiz Answer 2 D
d. Antioksidan
Quiz Answer 3 A
a. Pestisida
Quiz Answer 3 B
b. Natrium
Quiz Answer 3 C
c. Sodium
Quiz Answer 3 D
d. Aseton
Quiz 1
1. Nutrisi yang terkandung pada kulit apel adalah ...
Quiz 3
3. Paparan zat kimia yang rentan menempel pada kulit buah adalah ...
Quiz 2
2. Nutrisi yang terkandung pada kulit anggur adalah ...
Kunci Quiz 1
A
Kunci Quiz 2
D
Kunci Quiz 3
A

Yuk Bunda, Kenalan dengan Probiotik, "Si Bakteri Baik"!

Published date

Untuk mencegah adanya bahaya diare pada anak, Bunda perlu memastikan kesehatan saluran cerna Si Buah Hati  tetap terjaga. Caranya, dengan memperhatikan kebersihan makanan, membiasakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan, dan juga memberikan makanan/minuman dengan kandungan probiotik yang diketahui memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Makanan yang Mengandung Probiotik

Salah satu cara mencegah diare pada anak adalah dengan memberikan Si Buah Hati  asupan makanan yang mengandung probiotik, seperti tempe, keju, yoghurt, dan susu pertumbuhan yang diperkaya dengan probiotik.

Bisa pula memberikannya susu pertumbuhan yang mengandung probiotik, seperti Susu

DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Nah, tidak begitu sulit kan Bunda, untuk mengurangi risiko bahaya diare pada anak?  Pastikan makanan/minuman yang mengandung probiotik masuk ke daftar menu harian Si Buah Hati.

Image Article
Cegah Bahaya Diare pada Anak dengan Probiotik
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Yuk, Ajari Kebiasaan Minum Susu yang Baik untuk Si Buah Hati!

Published date

Memasuki usia satu tahun, kebutuhan gizi Si Buah Hati makin bertambah. Selain memberikannya makanan bergizi, Bunda juga dapat membuatkan susu pertumbuhan untuk membantu melengkapi asupan nutrisinya di setiap tahap perkembangan anak .

Sambil membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati, Bunda juga bisa mengajarkan kebiasaan minum susu yang baik kepada Si Buah Hati sejak dini. Berikut ini adalah beberapa di antaranya: 

Biasakan Minum Pakai Gelas

Perawat sekaligus bidan Jill Irving dari Norfolk and Norwich Hospital, Inggris, menyarankan agar Si Buah Hati minum susu pakai gelas daripada menggunakan botol. Sebab, saat menggunakan botol, minuman akan mengalir dengan lambat. Yang artinya, Si Buah Hati membutuhkan waktu lebih lama untuk minum susu. Selain itu, penggunaan botol yang terlalu lama berisiko menyebabkan gigi mudah keropos,  dan dikhawatirkan menghambat kemampuan bicara Si Buah Hati karena dapat memengaruhi kemampuannya lidahnya untuk berbicara. Untuk itu, Bunda sebaiknya memberikan contoh minum susu menggunakan gelas, ya. Dengan begitu, Si Buah Hati lama-lama akan mengikutinya.

Minum Susu Maksimal Dua Kali Sehari

Dalam perkembangan anak 1 tahun, minum susu juga memiliki takaran tersendiri. Menurut dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan RSAB Harapan Kita, berdasarkan panduan dari U.S. Department of Agriculture tahun 2010, anak usia 2-3 tahun hanya membutuhkan dua gelas susu dalam sehari.

Berikan di Waktu yang Tepat

Sebaikmya tidak membiasakan memberikan susu pada Si Buah Hati saat terbangun di malam hari. Sebab, hal ini dapat mengganggu pola tidur serta kesehatan gigi dan mulutnya. Menurut American Sleep Association, memberikan minum susu di tengah waktu tidur tersebut dapat menciptakan kebiasaan tidak baik. Bila hal ini diteruskan, pola tidurnya menjadi terganggu, padahal ia membutuhkan waktu tidur yang cukup supaya energinya bisa pulih kembali di esok hari. Selain itu, menurut informasi dari Cincinnati Children’s Hospital, Amerika Serikat, pemberian susu di tengah malam dapat menyebabkan Si Buah Hati mendapatkan jumlah takaran susu melebihi dari jumlah yang dibutuhkannya. Jadi, Bunda disarankan memberikan susu satu gelas di pagi hari dan satu gelas lagi setelah makan malam atau sebelum tidur.

Tidak Memberikan Gula Tambahan

Gula akan dipecah oleh enzim menjadi glukosa, dan setiap gramnya menghasilkan sekitar 4 kalori energi. Bila energi tersebut tidak digunakan, maka glukosa akan menumpuk sebagai lemak. Jika sudah demikian, Si Buah Hati berisiko  mengalami obesitas. Supaya risiko kesehatan ini bisa dikurangi, sebaiknya Bunda batasi asupan gula Si Buah Hati dengan tidak menambahkan gula ke dalam segelas susu.

Seperti Bunda ketahui, asupan nutrisi seimbang penting untuk optimalkan tahap perkembangan anak. Sebab, ini merupakan langkah awal untuk membantu memberikan perlindungan terhadap kesehatan Si Buah Hati, terutama saat ia bereksplorasi. Dengan demikian, Bunda tidak perlu khawatir lagi untuk mengatakan “iya boleh” agar Si Buah Hati dapat bebas bereksplorasi. Untuk mencukupi kebutuhan gizinya, selain mendukung Si Buah Hati minum susu, pastikan ia mendapatkan gizi yang cukup dari beragam makanan yang sehat.

DANCOW 1+ Nutritods merupakan susu pertumbuhan untuk anak yang mengandung 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Bagaimana Bunda, sudah siap mendukung tahap perkembangan anak dengan mengajarinya kebiasaan baik di atas? Selamat mencoba!

Image Article
Kebiasaan Baik Minum Susu untuk Dukung Tahap Perkembangan Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Memperbesar risiko gangguan kesehatan gigi
Quiz Answer 1 B
Lebih sedikit takarannya
Quiz Answer 1 C
Botol susu lebih mahal
Quiz Answer 1 D
Botol susu sulit digunakan
Quiz Answer 2 A
2 gelas
Quiz Answer 2 B
5 gelas
Quiz Answer 2 C
2 sendok makan
Quiz Answer 2 D
Tidak ada takaran
Quiz Answer 3 A
Sulit tidur
Quiz Answer 3 B
Obesitas
Quiz Answer 3 C
Stunting
Quiz Answer 3 D
Stunting
Quiz 1
Dampak minum susu menggunakan botol?
Quiz 3
Dampak pemberian gula tambahan pada susu?
Quiz 2
Takaran minum susu yang disarankan untuk anak usia 2-3 tahun dalam sehari?
Kunci Quiz 1
A
Kunci Quiz 2
A
Kunci Quiz 3
B

3 Buah dan Sayuran Berwarna Merah Kaya Manfaat untuk Buah Hati

Published date

Bunda, apakah pernah mendengar bahwa mengonsumsi sayuran warna merah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Si Buah Hati? Hal ini ternyata ada benarnya, lho. Oleh sebab itu, Bunda dapat membuatkan resep sayur untuk anak usia toddler yang terdiri dari bahan sayuran ini sebagai alternatif menu makanannya.

Apa Manfaat Sayuran Warna Merah Bagi Tubuh?

Menurut ahli nutrisi dari University of Texas Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, Lona Sandon, RD, faktanya warna merah mencolok dari sayuran yang biasa dikonsumsi Si Buah Hati dapat membantu memperkuat daya tahan tubuhnya. 

Sebab, zat Fitonutrien yang memberi warna merah menandakan tanaman tersebut kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral. Semakin pekat warna merah pada sayuran berwarna merah, maka kandungan nutrisi likopen dan antosianin pun semakin banyak. 

Likopen merupakan karotenoid atau antioksidan yang ditemukan dalam warna merah sayuran. Zat ini mampu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berisiko memicu penyakit jantung, alzheimer, dan penyakit berbahaya lainnya.

Lalu, kira-kira apa saja jenis sayuran merah yang dapat dimasukkan ke dalam resep sayur untuk anak usia toddler? Berikut ini adalah beberapa sayuran berwarna merah:

1. Tomat

Tomat adalah sumber likopen yang dapat membantu mengurangi risiko kanker. Selain itu, tomat juga merupakan sumber potasium dan vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga kelancaran peredaran darah dan membantu memperkuat daya tahan tubuh Si Buah Hati. Tomat bisa Bunda sajikan bersama sup atau sebagai salad.

2. Paprika Merah

Mengandung sumber vitamin A, paprika merah dapat membantu menjaga kesehatan mata Si Buah Hati. Masukkan paprika merah ke dalam salad atau Bunda juga bisa menambahkannya ke dalam pizza atau spaghetti kesukaan Si Buah Hati.

Baca Juga: Ragam Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh Buah Hati

3. Bit

Bit mengandung folat, likopen, dan antisianin yang dapat mendukung perlindungan kesehatan tubuh Si Buah Hati. Selain dapat dikonsumsi dengan cara direbus, bit juga dapat diolah menjadi jus.

Meski sayuran berwarna merah bermanfaat dalam mendukung kesehatan Si Buah Hati, namun Bunda tetap disarankan untuk memberikannya aneka sayuran berwarna-warni sebagai resep sayur untuk anak toddler. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati sekaligus membiasakan anak mengonsumsi beragam sayuran.

Bantu lengkapi asupan gizi Si Buah Hati dengan memberikan makanan bergizi seimbang. Bunda bisa memberikan pelengkap nutrisi, seperti Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Nah, sekarang sudah siap untuk membuat resep sayur untuk anak usia toddler, Bunda? Pastikan di dalam menu ini terdiri dari aneka warna sayuran, sehingga Si Buah Hati bisa mendapatkan manfaat yang baik bagi kesehatannya. Kesehatan tubuh yang terlindungi, tentu dapat mendukung Si Buah Hati untuk bereksplorasi. 

Image Article
Buatkan Si Kecil Resep Sayur untuk Anak 1 Tahun yang Berwarna Merah
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Tomat
Quiz Answer 1 B
Paprika
Quiz Answer 1 C
Bit
Quiz Answer 1 D
Semua benar
Quiz Answer 2 A
Mengurangi risiko anemia
Quiz Answer 2 B
Membantu memperkuat daya tahan tubuh
Quiz Answer 2 C
Mencegah obesitas
Quiz Answer 2 D
Menjaga kesehatan saluran pencernaan
Quiz Answer 3 A
Fitonutrien
Quiz Answer 3 B
Karbohidrat
Quiz Answer 3 C
Protein
Quiz Answer 3 D
Vitamin A
Quiz 1
Sayur yang mengandung likopen adalah?
Quiz 3
Zat yang memberi warna merah
Quiz 2
Apa manfaat sayur berwarna merah bagi Si Kecil?
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
B
Kunci Quiz 3
A

Si Buah Hati Lebih Pilih Makan Fast Food? Lakukan Hal Ini!

Published date

Apakah Bunda pernah menyiapkan ramuan untuk anak yang susah makan supaya nafsu makannya bertambah? Si Buah Hati yang menutup mulutnya ketika disuapi Bunda, belum tentu pertanda bahwa nafsu makannya berkurang. Tapi bisa jadi Si Buah Hati bosan dengan menu rumahan. Makanan cepat saji, mungkin menjadi menu yang dipilih Si Buah Hati saat ini. Apalagi kalau Si Buah Hati sedang diajak jalan-jalan ke mal. Padahal, Bunda mungkin tahu bahwa makanan siap saji itu belum tentu sehat dan bergizi.

Efek Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Si Buah Hati

Sebuah studi yang dipimpin Department of Paediatrics: Child and Youth Health, The University of Auckland, Selandia Baru, mengungkapkan bahwa anak yang mengkonsumsi makanan cepat saji tiga kali seminggu atau lebih mengalami peningkatan risiko obesitas, asma, rhinitis, dan eksim. Temuan ini didapatkan dari survei terhadap 500.000 anak berusia 6-14 tahun dari 31 negara.

Studi lain tentang pengaruh konsumsi fast food terhadap kesehatan anak, juga dipublikasikan di dalam Jurnal Pediatrics di tahun 2004. Hasilnya menyebutkan bahwa anak yang mengonsumsi makanan cepat saji memiliki kadar kalori dan lemak lebih tinggi, serta kadar karbohidrat dan gula lebih banyak dalam tubuhnya. Pola makan seperti ini, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) berisiko meningkatkan obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, yang semuanya mengarah kepada penyakit jantung. 

Tips Agar Si Buah Hati Kurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Terlalu sering konsumsi makanan cepat saji, bisa membuat Si Buah Hati sulit mengonsumsi makanan sehat. Untuk itu, sebaiknya Bunda tidak memberikan makanan ini di saat ia tidak berselera makan. Hal ini dikhawatirkan membiasakan Si Buah Hati untuk mengonsumsi fast food. Lebih baik Bunda memberikan ramuan untuk anak susah makan, supaya dapat membantu mengembalikan selera makannya.

Lalu bagaimana cara mengontrol agar konsumsi makanan cepat saji Si Buah Hati bisa dikurangi? Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

Beri Contoh Pola Makan Sehat

Anak-anak harus melihat orang tua mereka mengonsumsi makanan yang sehat agar ia juga terdorong untuk mengonsumsi menu yang sama. Oleh sebab itu, Bunda  sebaiknya membatasi konsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola makan sehat serta bergizi seimbang tiap harinya.

Ajak Si Buah Hati Bantu di Dapur

Libatkan Si Buah Hati mulai dari menentukan menu keluarga, berbelanja, sampai memasak di dapur, Bunda. Dengan cara ini, Si Buah Hati akan berusaha menghargai usahanya dalam membuat makanan sehat dan mencoba untuk menikmatinya. Jadi, jangan ragu minta bantuan Si Buah Hati di dapur ya, Bunda. Kegiatan ini dapat membantu mengurangi dorongan Si Buah Hati untuk mengonsumsi makanan cepat saji.

Batasi Waktu Menonton Televisi

Saluran televisi biasanya juga menayangkan iklan makanan cepat saji. Menurut Linda Bartholomay, RD, manajer rawat jalan terapi nutrisi di Sanford Health, AS, ketika anak menyaksikan iklan, ia akan menangkapnya sebagai sesuatu yang diajarkan. Untuk itu, sebaiknya Bunda membatasi waktu menonton TV supaya keinginan Si Buah Hati makan fast food bisa dikurangi. 

Pilih Tidak Merayakan Ulang Tahun di Restoran Cepat Saji

Kebanyakan restoran cepat saji menawarkan paket ulang tahun yang menarik untuk Si Buah Hati. Namun, Bunda sebaiknya tidak mudah goyah dengan tawaran ini. Sebab, pengalaman pesta ulang tahun yang seru di restoran ini mudah terekam di memori Si Buah Hati, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi Si Buah Hati menyukai makanan fast food. Lebih baik Bunda merayakan ulang tahunnya di rumah atau di tempat lain yang tidak menyediakan menu fast food.

Tentu ada banyak hal yang menyebabkan Si Buah Hati tidak nafsu makan. Untuk mengatasinya, tidak disarankan memberikan Si Buah Hati menu fast food. Sebaiknya Bunda mencari tahu penyebab anak susah makan dan solusi cara mengatasi dengan seksama, melalui konsultasi bersama tenaga kesehatan atau dokter.

Sebelum repot menyiapkan ramuan untuk anak yang susah makan, Bunda bisa mencoba membuat kreasi makanan yang lebih menarik dan pastinya lebih sehat dari menu restoran cepat saji. Pastikan menu harian Si Buah Hati mengandung nutrisi yang cukup. DANCOW 5+ Nutritods dapat membantu pertumbuhan Si Buah Hati. Susu ini mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zink, vitamin C, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus. untuk mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.

Image Article
Berikut Ramuan untuk Anak yang Susah Makan
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Kadar kalori dalam tubuh tinggi
Quiz Answer 1 B
Kadar gula dalam tubuh tinggi
Quiz Answer 1 C
Kadar lemak dalam tubuh tinggi
Quiz Answer 1 D
Semua benar
Quiz Answer 2 A
Obesitas, asma, rhinitis, dan eksim
Quiz Answer 2 B
Flu dan batuk
Quiz Answer 2 C
Diare
Quiz Answer 2 D
Demam
Quiz Answer 3 A
Membatasi waktu menonton TV
Quiz Answer 3 B
Mengajaknya bermain
Quiz Answer 3 C
Melarang Si Kecil main ke mal
Quiz Answer 3 D
Mengajaknya pergi jalan-jalan
Quiz 1
Dampak anak kebanyakan mengonsumsi makanan cepat saji
Quiz 3
Tips agar anak tidak menyaksikan iklan makanan cepat saji
Quiz 2
Risiko penyakit yang akan timbul akibat konsumsi makanan cepat saji
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
A
Kunci Quiz 3
A

Si Buah Hati Mengeluh Sakit Perut? Cari Tahu Penyebabnya di Sini

Published date

Si Buah Hati mengeluh sakit perut? Ketika anak mengeluh sakit perut , ia bisa jadi gampang rewel. Kondisi ini tentu bisa membuat Si Buah Hati tidak bisa menikmati waktu bermainnya. 

Apa sebenarnya yang menyebabkan Si Buah Hati merasa nyeri di bagian perutnya? Lalu, apakah hal ini merupakan gejala dari penyakit yang berbahaya? Temukan info selengkapnya di bawah ini, Bunda.

Penyebab Sakit Perut pada Si Buah Hati

Sakit pada area perut bisa jadi gejala dari beberapa gangguan kesehatan. Penyebabnya bisa dipicu oleh berbagai hal, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Sembelit

Menurut organisasi kesehatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sembelit atau konstipasi merupakan penyebab sakit perut yang paling umum terjadi pada Si Buah Hati. Rasa nyeri biasanya dirasakan di perut, terutama saat buang air besar, karena tekstur feses yang keras.

2. Diare

60-70% kasus diare pada Si Buah Hati, disebabkan oleh infeksi rotavirus. Rotavirus merupakan salah satu virus menular yang dapat menyebabkan inflamasi (bengkak atau nyeri) di area perut dan saluran pencernaan. 

Salah satu gejalanya adalah sakit pada bagian perut. Biasanya ini sering dirasakan di awal fase diare. Selama diare, Si Buah Hati berisiko mengalami dehidrasi. Bunda direkomendasikan memberikannya minum yang cukup, dan membawanya periksa ke dokter.

3. Konsumsi Makanan yang Tidak Matang

Lembaga kesehatan Amerika Serikat, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengungkapkan bahwa makanan yang tidak matang bisa menyebabkan nyeri pada perut Si Buah Hati. 

Misalnya, daging sapi. Ini karena daging tersebut terpapar bakteri Escherichia coli yang dapat menginfeksi saluran pencernaannya.

4. Alergi Makanan

Hal ini biasa terjadi saat daya tahan tubuh Si Buah Hati bereaksi terhadap makanan tertentu, seperti ikan atau kacang. Selain menyebabkan kram perut, alergi juga dapat membuat Si Buah Hati muntah, diare, dan ruam kulit.

5. Pembengkakan Usus Buntu

Sakit perut bisa jadi pertanda usus buntu. Gejalanya anak mengeluh sakit perut bagian tengah. Kemudian rasa sakit merambat ke bawah dan juga ke sisi kanan perut.

6. Stres

Meski jarang terjadi, anak mengeluh sakit perut saat mengalami depresi, lho, Bunda. Untuk itu, suasana hati Si Buah Hati juga perlu diperhatikan agar ia senantiasa sehat. Selalu luangkan waktu bersama supaya mood Si Buah Hati tetap happy.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Dr. Barbara Frankowski dokter anak di Vermont Children’s Hospital, Amerika Serikat, menyarankan bila Si Buah Hati mengalami hal-hal berikut ini, tandanya Bunda harus segera membawa Si Buah Hati ke dokter:

  • Muntah berlebihan atau diare.
  • Terdapat darah dalam feses dan muntahan.
  • Demam tinggi tak kunjung reda.
  • Nyeri terus-menerus di perut kanan bawah.
  • Wajah pucat dan berkeringat.
  • Menolak makan atau minum.
  • Timbul ruam pada kulit.

Untuk mencegah gangguan pada saluran cerna Si Buah Hati, Bunda perlu memberikannya makanan sehat bergizi seimbang. Salah satunya dengan memberikan pelengkap nutrisi, seperti Susu DANCOW 3+ Nutritods. Ini adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Meski anak mengeluh sakit perut merupakan hal yang umum terjadi, namun bisa jadi ini adalah gejala dari suatu penyakit. Jadi, Bunda sebaiknya tetap waspada dan bantu Si Buah Hati menjaga kesehatan pencernaannya. Dengan begitu, ia dapat bebas bereksplorasi. 

Image Article
Si Kecil Mengeluh Sakit Perut? Cari Tahu Penyebabnya di Sini
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Sulit dicerna
Quiz Answer 1 B
Memicu alergi
Quiz Answer 1 C
Tidak bernutrisi
Quiz Answer 1 D
Terpapar bakteri E. coli
Quiz Answer 2 A
Ruam kulit
Quiz Answer 2 B
Kram perut
Quiz Answer 2 C
Diare
Quiz Answer 2 D
Semua benar
Quiz Answer 3 A
Terdapat darah pada feses
Quiz Answer 3 B
Demam tak kunjung reda
Quiz Answer 3 C
Timbul ruam pada kulit
Quiz Answer 3 D
Semua benar
Quiz 1
Mengapa makanan tidak matang menyebabkan sakit perut?
Quiz 3
Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter, bila Si Kecil mengalami sakit perut?
Quiz 2
Efek dari alergi makanan terhadap Si Kecil adalah?
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
D
Kunci Quiz 3
D

Si Buah Hati Susah Makan Nasi? Ini Dia Cara Mengatasinya

Published date

Selama masa pertumbuhan, Si Buah Hati tentu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Sayangnya, terkadang Si Buah Hati menjadi pemilih dalam hal makanan, termasuk malas makan nasi. 

Apa yang menyebabkan kesulitan makan ini? Bagaimana cara mengatasi anak susah makan nasi? Nah, Bunda bisa mendapatkan info selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Si Buah Hati Menolak Makan Nasi

Penolakan makan sebenarnya adalah hal yang wajar, apalagi bagi balita, karena ini merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya. Bagi Si Buah Hati yang tidak mau makan nasi, penyebabnya bisa beragam. 

Misalnya, bosan dengan rasa dan tekstur nasi yang cenderung hambar dan lunak, atau terlalu banyak konsumsi jajanan manis yang mengakibatkan asupan glukosa tinggi sehingga ia merasa kenyang dan menolak konsumsi makanan utama, seperti nasi.

Jika Si Buah Hati menolak makan nasi, tidak perlu panik Bunda. Menurut studi yang dilakukan oleh Dr Bernard-Bonnin di Kanada, sekitar 25-40% anak yang mengalami masalah kesulitan makan hanya berlangsung sementara.

Tips Mengatasi Anak Susah Makan Nasi

Berdasarkan riset yang dilakukan United States Department of Agriculture,  nasi merupakan sumber karbohidrat yang mengandung sekitar 100 kalori per setengah cangkir sajiannya. Untuk membantu mencukupi asupan nutrisi Si Buah Hati, Bunda dapat membujuknya mengonsumsi nasi dengan melakukan hal berikut ini:

1. Menikmati Menu yang Sama dengan Si Buah Hati 

Bunda sebaiknya mencicipi nasi bersama Si Buah Hati, lalu katakan bahwa rasanya itu lezat. Dengan begitu, hal ini bisa mendorong Si Buah Hati supaya ikut melahapnya.

2. Buat Bentuk yang Menarik 

Ini bisa jadi salah satu cara supaya Si Buah Hati mau melahap nasi. Misalnya, Bunda bisa membuat menu nasi kepal yang ditengahnya diisi dengan lauk seperti ayam, daging, dan ikan. 

Sebagai alternatif, Bunda juga bisa membentuk nasi lebih menarik dengan menggunakan cetakan boneka, mobil, atau hewan favoritnya.

3. Tambahkan Rasa  

Rasa nasi putih bisa jadi cenderung hambar. Supaya Si Buah Hati mau melahap nasi, Bunda dapat mengganti air untuk memasak nasi dengan kadu ayam atau daging sapi. Ini bisa membantu memberikan rasa gurih. 

Selain itu, Bunda juga bisa tambahkan taburan bawang goreng di atas nasi untuk menambah aroma dan rasa.

4. Buat Suasana Makan Menyenangkan 

Bagi Si Buah Hati, menikmati makanan berarti menyentuh, merasakan, dan bermain dengannya. Biarkan Si Buah Hati makan sendiri dan Bunda bisa memberikannya senyuman saat ia menikmati makanannya.

Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi

Tidak perlu khawatir kebutuhan gizi Si Buah Hati tak terpenuhi ketika ia menolak makan nasi. Bunda tetap dapat mencukupi asupan karbohidrat Si Buah Hati dengan memberikannya beberapa sumber karbohidrat alternatif, seperti berikut ini.

1. Roti 

Buatkan Si Buah Hati roti isi (sandwich) atau roti dengan selai dan topping yang disukainya. Dengan demikian, Bunda dapat membantu cukupi kebutuhan karbohidratnya.

2. Ubi 

Selain nasi, Asosiasi Nutritionist Amerika Serikat, menyarankan agar Si Buah Hati mengonsumsi ubi. Sebab, bahan pangan yang satu ini termasuk salah satu pengganti karbohidrat yang baik bagi Si Buah Hati.

3. Kentang 

Dibanding nasi, kentang lebih mengandung variasi nutrisi dan serat dengan kalori yang lebih kecil. Dalam 100 gr kentang terdapat 70 kkal kalori dan 15,9 karbohidrat.

4. Talas 

Meski kurang dikenal, talas mudah dicerna dan memiliki kadar karbohidrat hingga 77,9 %.

5. Jagung 

Dalam 100 gr jagung terdapat kalori sebesar 225 kkal, protein 9,2 gr, lemak 3,9 gr, dan karbohidrat 73,7 gr.

Mengatasi anak tidak mau makan nasi bisa jadi penuh tantangan ya, Bunda. Satu hal yang penting, Si Buah Hati perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup secara seimbang. Bantu lengkapi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati dengan menyiapkan makanan bergizi dan susu pertumbuhan. 

DANCOW 3+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Pastikan Bunda memilih susu pertumbuhan yang sesuai dengan tahapan usia Si Buah Hati. Jadi, jangan lupa mengecek label kemasan terlebih dahulu, ya.

Semoga beberapa tips mengatasi anak susah makan nasi di atas, dapat membantu Bunda untuk memastikan asupan gizinya tercukupi. Dengan begitu, Bunda dapat mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.

Image Article
Si Kecil Susah Makan Nasi? Ini Dia Cara Mengatasinya
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Tahu
Quiz Answer 1 B
Tempe
Quiz Answer 1 C
Kentang
Quiz Answer 1 D
Ikan
Quiz Answer 2 A
Makan bersama Si Kecil dengan menu yang sama
Quiz Answer 2 B
Tidur cukup
Quiz Answer 2 C
Rajin membersihkan rumah
Quiz Answer 2 D
Memarahi anak
Quiz Answer 3 A
1 Tahun
Quiz Answer 3 B
3 Tahun
Quiz Answer 3 C
2 Bulan
Quiz Answer 3 D
3 bulan
Quiz 1
Sumber karbohidrat alternatif selain nasi adalah
Quiz 3
Mulai usia berapa anak memilih-milih makanan
Quiz 2
Salah satu tips mengatasi anak susah makan nasi
Kunci Quiz 1
C
Kunci Quiz 2
A
Kunci Quiz 3
B

Si Buah Hati Bosan Konsumsi Nasi? Yuk, Buatkan Kreasi Berikut Ini!

Published date

Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi Si Buah Hati. Namun, terkadang ia bisa saja bosan melahapnya. Alasan kenapa anak tidak mau makan nasi bermacam-macam. Mulai dari penyajian yang kurang menarik, hingga bosan dengan rasa yang itu-itu saja. 

Untuk itu, Bunda perlu lebih kreatif menyajikan menu yang bergizi bagi Si Buah Hati. Kira-kira kreasi nasi apa saja ya, yang bisa menggugah seleranya? Intip inspirasinya di sini, yuk!

1. Nasi Orak-Arik Telur

Ini salah satu cara sederhana untuk membuat rasa nasi lebih lezat. Bunda hanya perlu mencairkan margarin di atas wajan, lalu masukkan telur yang diaduk-aduk menjadi orak-arik.

Setelah itu, baru masukkan nasi ke dalamnya. Bunda bisa tambahkan irisan ayam, dan juga potongan sayuran seperti tomat dan timun untuk melengkapi asupan nutrisinya. 

2. Nasi Bento

Salah satu alasan kenapa anak tidak mau makan nasi adalah karena penyajiannya yang kurang menarik. Nah, menu nasi yang satu ini bisa menjadi solusinya. Nasi, lauk, sayur, dan buah, dapat dibentuk sedemikian rupa sesuai keinginan Si Buah Hati. 

Mau dibuat menjadi bentuk mobil, hewan, atau bahkan tokoh kartun favorit pun bisa. Bunda dapat mengintip cara membuatnya via YouTube. 

3. Nasi Uduk

Bukan cuma orang dewasa, anak-anak biasanya juga suka dengan rasa nasi uduk yang gurih. Supaya dapat mencukupi kebutuhan gizinya, nasi uduk sebaiknya disajikan dengan potongan ayam, dadar telur, tempe orek, irisan tomat dan timun yang segar.

4. Nasi Tim Ayam & Wortel

Kreasi nasi ini juga bisa menjadi salah satu cara membuat anak mau makan nasi. Selain teksturnya yang lunak, nasi tim juga terasa gurih dan sedikit manis karena disajikan bersama potongan daging ayam bumbu kecap. 

Jangan lupa, sajikan nasi ini bersama sayur kuah bening, supaya asupan sayur Si Buah Hati tercukupi.

Jangan Paksa Si Buah Hati

Wajar saja Bunda bila di usia balita ini Si Buah Hati pilih-pilih dalam mengonsumsi makanan. Menurut dr. Maria Martina Siboe S. Kom, B.Med Sc, SpA dari RSIA YPK Mandiri, Menteng, Jakarta, pada prinsipnya ada anak yang tidak menyukai bentuk makanan tertentu, dan hal ini bisa juga terjadi pada Si Buah Hati. 

Jadi, Bunda tak perlu khawatir. Yang terpenting, pelan-pelan Bunda membujuknya makan dengan cara membuatkan beragam kreasi nasi menarik. Dengan begitu, Bunda dapat mencukupi kebutuhan karbohidrat Si Buah Hati yang jumlahnya sekitar 55-60% dari porsi makannya per hari.

Yuk, bantu Si Buah Hati mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari! Ini bisa didapatkan dari menu yang bervariasi. DANCOW 1+ Nutritods merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Nah, tetap semangat untuk mengatasi masalah kenapa anak tidak mau makan nasi ya, Bunda. Selain itu, pastikan ia mendapatkan asupan gizi yang cukup, agar perlindungan kesehatannya bisa bekerja dengan optimal saat ia sedang bereksplorasi.

Image Article
Si Kecil Bosan Konsumsi Nasi? Yuk, Buatkan Kreasi Berikut Ini!
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Bosan dengan rasa nasi
Quiz Answer 1 B
Penyajian nasi kurang menarik
Quiz Answer 1 C
Menu nasi kurang bervariasi
Quiz Answer 1 D
Semua benar
Quiz Answer 2 A
Dipaksa untuk mengonsumsinya
Quiz Answer 2 B
Diberikan hadiah
Quiz Answer 2 C
Sambil main gadget
Quiz Answer 2 D
Membuatkan variasi menu nasi
Quiz Answer 3 A
55-60%
Quiz Answer 3 B
80%
Quiz Answer 3 C
25%
Quiz Answer 3 D
10%
Quiz 1
Alasan Si Kecil tidak berselera makan nasi?
Quiz 3
Berapa jumlah kebutuhan karbohidrat harian Si Kecil?
Quiz 2
Salah satu tips agar Si Kecil mau makan nasi?
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
D
Kunci Quiz 3
A

Tetap Sehat di Musim Pancaroba dengan Lakukan Hal Ini

Published date

Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, biasanya tubuh rentan terhadap penyakit. Kondisi ini juga bisa terjadi pada Si Buah Hati. Menurut data dari Kemenkes RI, kasus diare paling tinggi terjadi di musim ini. Di bulan Oktober 2013, setidaknya terdapat 130 jumlah kasus diare. Di bulan berikutnya, kasusnya bertambah menjadi 150. Oleh sebab itu, Bunda sebaiknya lebih waspada terhadap kesehatan Si Buah Hati. Supaya ia tetap sehat, tentu diperlukan cara menangani diare pada anak dengan tepat.

Apa Penyebab Daya Tahan Tubuh Turun di Musim Peralihan?

Menurut Laurentius Aswin Pramono, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Saint Carolus Jakarta, saat pancaroba hari bisa jadi sangat panas, tetapi keesokannya bisa jadi hujan, dan terus berulang. Cuaca yang tidak menentu tersebut dapat menciptakan banyak ruang bagi kuman atau virus penyebab penyakit berkembang. Akibatnya, daya tahan tubuh rentan terhadap infeksi kuman atau virus tersebut. Salah satunya adalah diare.

Cegah Diare di Musim Pancaroba

Cara mengatasi anak diare membutuhkan saran dari tenaga kesehatan. Meski begitu, Bunda tetap dapat mengurangi risiko diare Si Buah Hati di musim peralihan dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Membiasakan Si Buah Hati Cuci Tangan Pakai Sabun

Pastikan Si Buah Hati mencuci tangan pakai sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Kebiasaan ini menurut studi dari The Hongkong Polytechnic University, dapat membantu menurunkan risiko diare hingga 42%.

Memastikan Bahan Makanan Higienis

Cuci buah dan sayur dengan baik sebelum diolah atau dikonsumsi. Saat memasak, cuci peralatan secara menyeluruh, terutama setelah memasak daging. Beberapa cara ini dapat meminimalkan bahan makanan terpapar oleh kuman.

Memasak Sendiri Makanan untuk Si Buah Hati

Menurut dr. Kevin William Hutomo, dokter umum di Rumah Sakit Permata Depok, pengolahan dan penyimpanan makanan yang kurang baik akan menyebabkan kontaminasi pada makanan. Contohnya, seperti makanan yang dijajakan di pinggir jalan. Dikhawatirkan pada saat pengolahan, makanan terkontaminasi kuman yang dapat menyebabkan diare. Untuk itu, sebisa mungkin Bunda mengolah makanan Si Buah Hati di rumah. 

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Jaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, terutama area kamar mandi. Sebab, penularan diare bisa terjadi melalui penggunaan toilet yang kurang higienis. Sebelum membersihkan kamar mandi, pastikan Bunda melindungi tangan dengan sarung tangan untuk meminimalkan kontaminasi dengan kuman penyebab diare. Menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu cara menangani diare pada anak, dengan demikian ia tidak mudah tertular. 

Selain mengetahui cara menangani diare pada anak dengan berkonsultasi langsung bersama dokter, lakukan juga beberapa upaya pencegahan di atas untuk menjaga kesehatan Si Buah Hati. Dukung perlindungan kesehatannya dengan memberikan susu pertumbuhan. DANCOW 3+ Nutritods merupakan susu yang diformulasi untuk anak usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Jika kesehatan tubuh Si Buah Hati terlindungi, ia pun bisa bebas bereksplorasi. Yuk, jangan ragu katakan “iya boleh” pada Si Buah Hati!

Image Article
Menangani Diare pada Anak dengan Upaya Pencegahan
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
Daya tahan tubuh menurun
Quiz Answer 1 B
Cuaca panas
Quiz Answer 1 C
Cuaca dingin
Quiz Answer 1 D
Kuman mudah berkembang biak
Quiz Answer 2 A
Cuci tangan
Quiz Answer 2 B
Makan banyak
Quiz Answer 2 C
Tidur cukup
Quiz Answer 2 D
Tetap aktif
Quiz Answer 3 A
Pilih restoran yang mahal
Quiz Answer 3 B
Makan banyak daging
Quiz Answer 3 C
Pesan makanan dari restoran
Quiz Answer 3 D
Cuci peralatan masakan
Quiz 1
Penyebab Si Kecil mudah sakit di musim pancaroba:
Quiz 3
Cara meminimalkan kontaminasi kuman pada makanan
Quiz 2
Salah satu upaya mencegah diare :
Kunci Quiz 1
D
Kunci Quiz 2
A
Kunci Quiz 3
D