Beragam Makanan untuk Perkembangan Otak Si Buah Hati

Published date

Sejak dalam kandungan Bunda, sel-sel otak Si Buah Hati sudah terbentuk. Setelah lahir, jumlah sel otak itu semakin berkembang hingga mencapai milyaran sel. Menurut situs Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, dalam artikel Nutrisi Pengungkit Otak, pertumbuhan kognitif anak akan berkembang pesat masa keemasan atau golden age.

 

Agar perkembangan kecerdasan otak Si Buah Hati tetap optimal, Bunda perlu memberikannya nutrisi yang lengkap. Lalu, apa saja nutrisi yang bisa merangsang sel-sel otak, memperbaiki fungsi dan meningkatkan daya ingat, serta konsentrasi berpikir anak? 

 

Berdasarkan artikel Daftar Makanan yang Bisa Menjaga Kesehatan Otak pada situs Dinas Kesehatan Kota Pariaman, ada empat nutrisi yang bisa Bunda berikan, yakni berikut ini.

 

1. Minyak Ikan

Sebagai sumber DHA, minyak ikan sangat baik perkembangan otak Si Buah Hati. Sebab minyak ikan berperan besar dalam pembentukan sel-sel saraf dan cabang sel saraf otak. 

 

Tidak hanya itu, nutrisi ini juga baik untuk indera penglihatan, kesehatan tulang, serta kulit. Agar kebutuhan akan minyak ikan terpenuhi, Bunda bisa memberikannya sajian berapa ikan tuna, salmon, makarel, sarden, daging, atau telur.

  

2. Asam lemak Omega-3 dan Omega-6

Omega 3 (Asam α-Linoleat), dan Omega 6 (Asam Linolenat) juga berperan penting untuk mendukung proses belajar Si Buah Hati agar lebih optimal. Selain dari ikan berlemak tinggi seperti salmon atau tuna, Bunda bisa memperoleh Omega-3 dari kacang walnut, biji kapok, sayuran berdaun hijau, telur, susu, kedelai, jus, yoghurt, roti, sereal, dan margarin. 

 

Sementara untuk Omega-6, terkandung dalam minyak jagung, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, atau minyak kanola.

  

3. Asam amino

Untuk Si Buah Hati, asupan asam amino sangat penting untuk mengoptimalkan daya ingatnya. Agar bisa memenuhi kebutuhan ini, Bunda bisa memberikannya asupan yang mengandung protein hewani. 

 

Misalnya, daging sapi, ayam, atau telur. Selain itu, dapat juga menyajikan kacang kedelai, alpukat, gandum, kacang hijau, kacang tanah, maupun cokelat.

  

4. Tyrosine

Tyrosine merupakan asam amino penting. Bagi otak, kecukupan tyrosine bisa membantu Si Buah Hati mengoptimalkan konsentrasi. Untuk itu, Bunda bisa memberikannya asupan berupa hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi, ikan, dan daging. 

 

Yang tak kalah penting, Bunda perlu memberikannya susu pertumbuhan. DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Beragam Makanan untuk Perkembangan Otak Si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Kendalikan Hobi Ngemil Pada si Kecil

Published date

Ngemil adalah salah satu aktivitas yang paling digemari oleh anak-anak. Bukan hanya menyenangkan, tapi aneka sajian yang gurih dan renyah kerap membuat si kecil ketagihan. Dampak dari konsumsi berlebihan dari ngemil tersebut tak lain risiko kegemukan dan gangguan kesehatan lainnya. Supaya lebih terkontrol, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.

Berikan Camilan Pada Jam Ngemil

Pedoman Gizi Seimbang (PGS) menjelaskan selain tiga kali makan utama, tubuh juga perlu tambahan nutrisi dari camilan. Waktu ngemil diberikan sebanyak dua kali dalam sehari. Waktu ngemil pertama terletak di antara jam sarapan dan makan siang atau sekitar jam 10 pagi. Sementara waktu ngemil kedua, diberikan di antara makan siang dan makan malam, atau sekitar jam 3 sore.

Cukupi Dengan Air Putih

Agar tidak mudah mengalami dehidrasi saat bermain di luar ruangan, sediakan air putih yang cukup buat si Kecil. PGS menyarankan anak-anak yang berusia 4-6 tahun perlu meminum air putih sebanyak 1500-1900 mL per hari. Bunda bisa membuat infused water dengan menambahkan potongan buah-buahan segar. Manfaat infused water sangat baik bagi Si Kecil. Dengan begitu, air putih yang diminum lebih memiliki rasa dan digemari oleh si Kecil. Cukup minum air juga dapat menekan keinginan untuk ngemil secara terus-terusan, karena membuat lambung tetap terasa penuh namun tidak sampai menyebabkan kekenyangan.

Berikan Camilan Bergizi

Meski sebatas ngemil namun jangan asal memberikan makanan ringan. Sebagai penunjang nutrisi seimbang, camilan bergizi juga diperlukan oleh si Kecil. Menurut PGS, kriteria camilan bergizi di antaranya tidak mengandung rasa manis dan asin berlebihan. Bukan juga makanan yang banyak mengandung minyak, seperti gorengan. Hindari camilan bertepung karena bisa menyebabkan kenyang berlebihan dan membuat si Kecil jadi malas saat makan.

Camilan bergizi ini bisa berupa buah-buahan. Menurut PGS, bersama-sama dengan sayuran, buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral yang dapat berperan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi (perubahan pada sel) serta melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit. Selain itu, di dalam buah-buahan juga terdapat serat pangan yang baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Bunda dapat menyajikannya dalam bentuuk potongan buah kecil maupun dikreasikan menjadi smoothie hingga dibikin es loli. Agar lebih bergizi bisa ditambahkan susu pertumbuhan DANCOW ExcelNutri+.

Selain dibuat sebagai campuran, susu pertumbuhan tersebut dapat diminum langsung sebagai pelengkap camilan bergizi. Selain memiliki rasa yang enak, DANCOW ExcelNutri+ mengandung Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum, vitamin A, C, E, selenium, dan Zink. Semua nutrisi tersebut dapat melengkapi kebutuhan gizi seimbang sepanjang hari, di samping dengan mengontrol camilannya agar tetap bergizi.

Image Article
Kendalikan Hobi Ngemil Pada si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

3 Asupan Sehat sebagai Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Published date

Siapa yang tak ingin memiliki buah hati yang sehat dan bisa bereksplorasi di luar? Setiap orang tua tentu menginginkannya. Namun terkadang, ketika sedang berlarian di taman, Si Buah Hati dapat tersandung dan jatuh. Hmm, tidak mudah melihat mereka terjatuh. Namun demi proses kemandiriannya, cobalah untuk menahan diri, jadikan momen ini sebagai cara meningkatkan daya tahan tubuh anak. Biarkan dia belajar untuk bangun dan jalan lagi.

Lantas, apa yang perlu dilakukan Bunda? Selain memberikan pengawasan, Bunda lebih perlu memberinya perlindungan dari dalam. Berikan beragam asupan nutrisi untuk daya tahan tubuh anak. 

Sebab, dari asupan inilah daya tahan tubuh Si Buah Hati bisa tetap kuat, sehingga dia bisa terus belajar dan bereksplorasi dengan beragam hal baru yang ada di sekelilingnya. Berikut beberapa sumber nutrisi yang meningkatkan daya tahan tubuh anak.

1. Asupan Vitamin C

Pedoman Gizi Seimbang (PGS) menjelaskan bila di dalam buah-buahan dan sayuran terdapat vitamin dan mineral yang dapat berperan sebagai antioksidan. Salah satunya adalah vitamin C. 

Sebagai antioksidan, vitamin C memiliki manfaat yang baik untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Vitamin C termasuk vitamin yang larut dalam air. Berdasarkan data PGS, anak-anak usia toddler membutuhkan vitamin C sebanyak 40 mg setiap harinya. Menurut data Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), Bunda dapat memperoleh sumber vitamin C dari buah-buahan seperti jeruk, alpukat, belimbing dan sayuran seperti bayam, lobak dan kacang panjang.

2. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin E

Sumber antioksidan lain selain vitamin C adalah vitamin E. Menurut PGS, vitamin E bermanfaat untuk pembentukan sel-sel antibodi di dalam tubuh, yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit, khususnya yang disebabkan bakteri. 

Vitamin E banyak dijumpai dari kacang-kacangan seperti kacang merah. Bunda dapat mengolah kacang merah ini menjadi sup yang lezat dan bergizi buat Si Buah Hati. Jangan lupa memperhatikan tingkat kematangannya saat memasak, agar lebih mudah dimakan oleh Si Buah Hati.

Baca Juga: Penyebab Daya Tahan Tubuh Anak Lemah dan Cara Mengatasinya

3. Zinc

Selain vitamin, PGS juga menyebutkan bila mineral khususnya yang terdapat dalam sayuran dan buah-buahan dapat berperan sebagai antioksidan. Zat ini berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu mineral yang dapat berfungsi sebagai antioksidan adalah zinc atau seng. 

Di dalam tubuh, mineral ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak, termasuk membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat luka. Sumber makanan yang kaya akan zinc dapat diperoleh dari makanan laut seperti ikan dan kerang, daging sapi serta kacang-kacangan.

Sajikan nutrisi-nutrisi tersebut dalam menu harian Si Buah Hati. Bunda juga dapat melengkapinya dengan susu pertumbuhan DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Si Buah Hati bisa mendapatkan perlindungan dari dalam dengan cara memakan asupan bergizi dan seimbang serta dilengkapi dengan susu pertumbuhan, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur. Pastinya, ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Image Article
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Sejak Dini Lewat Asupan Sehat
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Inspirasi Bekal Sehat dari Olahan Susu untuk Si Buah Hati

Published date

 

Kira-kira menu bekal sehat apa ya, yang bisa dibuat dengan mudah untuk Si Buah Hati? Nah, Bunda bisa coba membuatkan menu yang terbuat dari olahan susu. Seperti Bunda ketahui, susu dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Buah Hati, karena mengandung protein, kalsium, probiotik, serta berbagai vitamin dan mineral. Dengan asupan nutrisi yang cukup dan juga kebersihan lingkungan yang terjaga, Bunda dapat mendukung perlindungan kesehatannya. Salah satunya, dari risiko penyakit diare yang menyebabkan anak mencret

Penasaran, bagaimana caranya mengolah susu menjadi kreasi menu bekal yang menarik? Yuk, simak inspirasinya di bawah ini, Bunda!

Oatmeal Susu dan Buah

Mau membuat bekal yang praktis untuk Si Buah Hati? Nah, menu ini bisa jadi salah satunya. Bunda bisa siapkan menu ini pada malam hari untuk disantap keesokan paginya. Campurkan oatmeal, susu, potongan buah-buahan, dan setengah sendok teh ekstrak vanila dalam satu mangkuk. Tutup mangkuk, masukkan ke dalam lemari es, dan biarkan dingin sampai keesokan paginya. Menu ini dapat membantu memadatkan feses saat anak mencret , sebab oatmeal dan buah-buahan mengandung serat larut yang dapat membantu menyerap kelebihan cairan di saluran pencernaannya. 

Bola-bola Cokelat Kelapa

Camilan ini bisa jadi alternatif menu bekal yang sehat untuk Si Buah Hati. Tumbuk biskuit hingga jadi serpihan kecil, campur dengan susu dan cokelat bubuk, lalu aduk hingga rata. Gunakan sendok atau tangan untuk membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, taburkan parutan kelapa, dan masukkan ke dalam lemari es selama 15 menit.

Puding Tahu Cokelat

Bunda bisa mencoba menu unik yang relatif mudah dibuat di rumah ini untuk bekal sehat Si Buah Hati. Bahan yang dibutuhkan untuk menu ini adalahtahu sutera , cokelat bubuk, gula cair, dan susu cair. Campurkan bahan-bahan ini menggunakan blender atau food processor. Setelah itu, campurkan dengan satu bungkus agar-agar (tanpa perasa/plain), lalu masak sampai mendidih. Tuang adonan puding ke cetakan. Sajikan setelah adonan puding dingin dan teksturnya berubah menjadi kenyal.

Milk Shake Jeruk

Selain bekal makanan, dengan bahan susu Bunda juga dapat membuat kreasi minuman sehat yang menyegarkan dahaga. Caranya, masukkan es batu, susu cair, air perasan jeruk, madu, dan yoghurt, ke dalam blender. Lalu, Bunda hanya perlu menghaluskan campuran ini sampai teksturnya lembut. Tuangkan milk shake ke dalam tumbler favorit Si Buah Hati sebagai bekal di perjalanan.

Dari beberapa menu bekal di atas, mana yang mau Bunda buatkan untuk Si Buah Hati? Pastikan Bunda membuatkan bekal dari bahan makanan atau minuman yang bergizi. Dengan begitu, asupan nutrisinya tetap dapat tercukupi, meski ia asyik bermain dan bereksplorasi di tempat yang seru.

Bantu lengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan menyiapkan susu pertumbuhan atau menambahkannya ke dalam menu bekalnya. Bunda bisa memberikan DANCOW 1+ Nutritods yang telah diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun. Susu ini memiliki kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Untuk umur prasekolah, Bunda juga bisa memberi DANCOW 3+ Nutritods untuk Si Buah Hati. DANCOW 3+ Nutritods diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Semoga, beberapa inspirasi menu bekal di atas, dapat membantu Bunda mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati saat ia sedang jalan-jalan atau liburan. Dengan memastikan asupan gizinya tercukupi, Bunda dapat mendukung daya tahan tubuhnya agar ia tidak mudah sakit, seperti diare dengan gejala anak mencret. Jadi, Bunda tidak perlu ragu lagi katakan boleh pada Si Buah Hati agar ia makin semangat untuk bereksplorasi!

Image Article
Kreasi Makanan Sehat untuk Kurangi Risiko Anak Mencret
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
a. Serat larut
Quiz Answer 1 B
b. Protein
Quiz Answer 1 C
c. Karbohidrat
Quiz Answer 1 D
d. Lemak
Quiz Answer 2 A
a. Oatmeal susu dan buah
Quiz Answer 2 B
b. Milk shake jeruk
Quiz Answer 2 C
c. Puding tahu cokelat
Quiz Answer 2 D
d. Semua benar
Quiz Answer 3 A
a. Membantu memadatkan tekstur feses saat diare
Quiz Answer 3 B
b. Menurunkan demam
Quiz Answer 3 C
c. Mendukung kecerdasan otak
Quiz Answer 3 D
d. Meredakan batuk
Quiz 1
1. Kandungan yang dapat membantu memadatkan feses saat anak diare adalah:
Quiz 3
3. Manfaat buah bagi Si Kecil adalah ....
Quiz 2
2. Menu bekal Si Kecil yang dibuat dengan susu:
Kunci Quiz 1
A
Kunci Quiz 2
D
Kunci Quiz 3
A

Berikut Ini Tips Mengolah Sayur Agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Published date

Dalam masa pertumbuhannya, Si Buah Hati membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Sayur merupakan salah satu sumber gizi yang perlu dikonsumsi Si Buah Hati setiap harinya. Tak diragukan lagi, beragam nutrisi di dalam sayur dapat mendukung tumbuh kembangnya, Bunda. Apa saja manfaat nutrisi dalam sayur untuk anak?

cara-mengolah-sayur

Lengkapi Asupan Nutrisi Si Buah Hati

Agar kebutuhan nutrisi Si Buah Hati tercukupi, disarankan Bunda memberikan aneka olahan sayur untuk anak. Selain itu, Bunda juga dapat melengkapi asupan nutrisinya dengan memberikan Si Buah Hati susu pertumbuhan. DANCOW 3+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Cara Mengolah Sayur yang Tepat untuk Anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Susu Pertumbuhan yang Bagus untuk Anak Tanpa Gula

Published date

Tentu Bunda sudah mengetahui, bahwa susu bagus untuk anak 1 tahun ke atas karena merupakan salah satu sumber gizi yang dapat melengkapi kebutuhan gizi Si Buah Hati. Namun, dengan banyaknya produk susu di pasaran, membuat Bunda kebingungan dalam memilih susu, apalagi kini Si Buah Hati sudah memasuki usia toddler. Apa sebenarnya peran penting susu untuk anak 1-3 tahun? Apa saja kriteria susu yang bagus untuk anak?

Susu untuk Si Buah Hati

Setelah memasuki usia toddler, kebutuhan gizi Si Buah Hati makin bertambah untuk menunjang aktivitas dan tumbuh kembangnya. Ia perlu susu yang bagus agar dapat melengkapi asupannya sehari-hari. Pasalnya mengonsumsi susu dapat bantu cukupi asupan energi, protein, vitamin dan mineral. Termasuk kalsium yang dibutuhkan anak dalam proses pertumbuhan tulang dan gigi yang sehat. Hal ini sesuai dengan pemaparan British Dietetic Association (BDA) UK, bahwa anak usia toddler membutuhkan sekitar 350 mg kalsium per hari. Kebutuhan ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi 300 ml susu.

Susu untuk Si Buah Hati Menurut Ahli

Memilih susu pertumbuhan untuk toddler, termasuk susu yang bagus untuk anak 2 tahun, butuh ketelitian dari orang tua. Sebab, Bunda perlu memastikan kandungan gizi di dalamnya baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati. Menurut Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Bunda disarankan memilih susu pertumbuhan yang mengandung kalsium, fosfor, ribovlafin, serta vitamin dan mineral.

Sebaiknya hindari pemberian susu untuk anak 1 tahun ke atas yang mengandung gula (sukrosa) tinggi karena dapat meningkatkan risiko obesitas atau kegemukan. Badan Kesehatan Dunia, WHO, merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10% dari total kebutuhan kalori Si Buah Hati per harinya. Ini kurang lebih setara dengan 25 gr atau lima sendok teh.

Selain itu, apa saja kriteria yang menentukan bahwa susu pertumbuhan untuk anak itu baik bagi tumbuh kembang Si Buah Hati? 

1. Mengandung makronutrien dan mikronutrien

Ahli gizi senior, Charlotte Lin, dari National University Hospital, Singapura, menjelaskan bahwa anak usia toddler memang membutuhkan nutrisi yang mirip dengan orang dewasa, namun dalam porsi yang lebih sedikit.

Agar dapat melengkapi asupan gizinya, Bunda disarankan memilih susu yang bagus untuk anak 1 tahun yang susah makan yang mengandung protein, zat besi, zink, dan kalsium. Selain itu, Bunda juga sebaiknya memastikan bahwa susu pertumbuhan Si Buah Hati mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Menurut Frank Greer, M.D., ketua komite nutrisi dari lembaga kesehatan anak American Academy Pediatric, berbagai vitamin ini penting untuk mendukung pertumbuhan Si Buah Hati.

2. Mengandung DHA

Dr. Han Wee Meng yang merupakan Kepala Departemen Nutrisi dan Diet di KK Women’s Children’s Hospital, Singapura, merekomendasikan Bunda untuk memilih susu yang memiliki kandungan DHA dan AA serta lutein. Ketiga nutrisi ini penting untuk membantu perkembangan otak, menjaga kesehatan mata Si Buah Hati, membantu mencerna lemak, serta meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Susu untuk Anak

Ketika telah mencapai usia 1 tahun, Si Buah Hati sudah dapat diperkenalkan pada alternatif yang juga baik bagi tumbuh-kembangnya. Sebelum memilih susu untuk anak, berikut adalah beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan:

  • Jika si Buah Hati memiliki alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter anak mengenai susu jenis apa yang cocok untuknya. 
  • Ketahui kebutuhan susu bagi toddlers. Anak usia 1 tahun perlu minum susu dua kali sehari atau sekitar 450-680 gram susu per hari, sedangkan anak usia 2 dan 3 tahun perlu minum susu 2,5 kali sehari. 
  • Perhatikan label kandungan susu yang ada di kemasannya. Pilihlah susu yang sudah diperkaya/difortifikasi dengan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan Si Buah Hati, sehingga bisa dijadikan sebagai susu anak yang bagus untuk menambah berat badan.

Baca Juga: Manfaat Susu Anak 5 Tahun untuk Perkembangan Motorik

5 Tips Memilih Susu Bagus untuk Anak 1 Tahun ke Atas

Seperti yang Bunda tahu, susu bagus untuk anak 1 tahun ke atas. Meski begitu ada 5 cara yang perlu Bunda perhatikan dalam memilih susu untuk Si Buah Hati.

1. Konsultasikan dengan Dokter

Berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi anak bisa memberikan saran terkait susu dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dokter juga bisa memeriksa apakah Si Buah Hati memiliki alergi terhadap bahan susu tertentu, intoleransi terhadap laktosa, hingga risiko-risiko lainnya.

2. Perhatikan Kandungan Nutrisi

Bunda dapat memeriksa berbagai macam kandungan nutrisi susu yang bagus dan dibutuhkan anak pada label kemasan. Contoh susu pertumbuhan yang bagus untuk anak 1 tahun ke atas adalah yang diperkaya dengan vitamin D dan kalsium, serta zat besi. Zat besi ini penting karena sebagian anak tidak memiliki cadangan zat besi yang cukup. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan anemia. Anemia jenis ini dapat membuat anak lemas karena kekurangan sel darah merah yang mendistribusikan nutrisi keseluruh tubuh.

3. Perhatikan Kandungan Gula Dalam Susu

Pada dasarnya, konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dihindari, termasuk pada anak-anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi gula tambahan pada anak usia 2 ke atas adalah sebesar 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh.1

Selanjutnya dijelaskan juga bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah yang berlebihan juga dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan anak. Melansir penjelasan dr. Edward Gaydos, DO dalam situs Cleveland Clinic menyatakan bahwa mengonsumsi gula tambahan di awal kehidupan berkaitan erat dengan masalah obesitas, tekanan darah tinggi, dan risiko diabetes tipe 2 pada anak-anak. Kondisi inilah yang membuat mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung.2

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memerhatikan asupan gula pada anak dengan membatasi konsumsi berbagai makanan atau minuman, termasuk susu.  Agar Si Buah Hati tidak mengonsumsi gula berlebihan dalam kehidupan sehari-hari, Bunda bisa memulainya dengan memerhatikan label kemasan produk yang dikonsumsi Si Buah Hati dengan teliti. Usahakan untuk memilih produk susu tanpa gula tambahan atau setidaknya produk susu dengan kandungan gula yang rendah di dalamnya.

4. Perhatikan Jenis Protein 

Bunda dapat memilih susu tanpa gula untuk anak 2 tahun berdasarkan jenis protein yang terkandung. Hal ini utamanya untuk menghindari anak yang alergi dengan protein dalam susu sapi. Biasanya, informasi terkait jenis protein susu pertumbuhan tertera pada tabel kemasan.

Beberapa jenis susu tanpa gula tambahan biasanya mengandung jenis protein berbeda. Susu pertumbuhan dengan protein terhidrolisis parsial, yaitu protein yang telah diproses menjadi bagian yang lebih kecil. Susu ini cocok untuk anak dengan masalah pencernaan. Ada pula protein terhidrolisis penuh, yakni protein diproses menjadi ukuran yang lebih kecil secara menyeluruh sehingga mudah dicerna. Susu ini cocok untuk anak dalam pengawasan medis atau didiagnosis alergi terhadap susu sapi.

Susu pertumbuhan asam amino mengandung bentuk paling sederhana protein (asam amino) yang paling cocok untuk anak. Terakhir ada susu pertumbuhan soya yang menggunakan protein kacang kedelai sebagai alternatif sumber protein utamanya untuk mengganti komponen protein susu sapi.

5. Pilih yang Tinggi DHA 

Susu yang dapat membantu proses kecerdasan otak anak 1 tahun ke atas adalah yang diperkaya DHA atau asam lemak yang berpengaruh terhadap kinerja otak, metabolisme, hingga penglihatan. DHA sangat penting untuk di tahun-tahun awal kehidupan Si Buah Hati ketika otak, sistem visual, serta perilaku tumbuh dan berkembang pesat.

DANCOW 3+ hadir dalam varian Vanila, Madu, dan Cokelat, dilengkapi dengan berbagai nutrisi penting seperti Vitamin C, E, Zink, DHA, Omega-3, Omega-6, Zat Besi, Kalsium, dan Vitamin D yang tinggi untuk mendukung tumbuh kembang optimal Si Buah Hati. Bunda perlu selalu memperhatikan label kemasan sebelum memilih susu pertumbuhan, agar nutrisi yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan Si Kecil. Sejak dulu, DANCOW 3+ juga mengandung 0 gram sukrosa, sehingga lebih aman dikonsumsi sehari-hari. Kini, DANCOW hadir dengan harga yang lebih ekonomis, menjadikan pilihan Bunda semakin terjangkau. Bebaskan Si Buah Hati bereksplorasi dan tumbuh percaya diri bersama DANCOW!

Disclaimer

Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya. Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.

 

Sumber:

  1. How to Reduce Added Sugar in Your Child’s Diet: AAP Tips. Retrieved October 23 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-to-Reduce-Added-Sugar-in-Your-Childs-Diet.aspx#:~:text=Aim%20for%20less%20than%2025,under%202%20years%20of%20age.
  2. Sugar: How Bad Are Sweets for Your Kids? Retrieved October 23 2024, from https://health.clevelandclinic.org/sugar-how-bad-are-sweets-for-your-kids

Image Article
susu yang bagus untuk anak
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
On
Quiz Answer 1 A
1 tahun
Quiz Answer 1 B
2 bulan
Quiz Answer 1 C
6 bulan
Quiz Answer 1 D
4 tahun
Quiz Answer 2 A
DHA dan AA
Quiz Answer 2 B
Vitamin C
Quiz Answer 2 C
Vitamin A
Quiz Answer 2 D
Mineral
Quiz Answer 3 A
Label kemasan
Quiz Answer 3 B
Kandungan
Quiz Answer 3 C
Tanggal kadaluarsa
Quiz Answer 3 D
Semua benar
Quiz 1
Usia berapa Si Kecil diperbolehkan mengonsumsi susu pertumbuhan
Quiz 3
Yang perlu Bunda perhatikan saat membeli susu pertumbuhan
Quiz 2
Kandungan dalam susu pertumbuhan yang direkomendasikan para ahli
Kunci Quiz 1
A
Kunci Quiz 2
A
Kunci Quiz 3
D

Penyajian Susu Pertumbuhan Anak yang Tepat Bikin Si Buah Hati Makin Sehat

Published date

Selama masa pertumbuhan, Si Buah Hati membutuhkan nutrisi lengkap. Untuk itu, Bunda bisa mendukungnya dengan memberikan makanan bergizi dan minuman sehat. Hidangan utama yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein akan memberikan energi untuk setiap aktivitasnya. 

Sementara vitamin dan mineral dari buah dan air membuat pencernaannya lancar. Adapun susu pertumbuhan anak akan mendukung dan membuat tubuh semakin sehat, menjadikan anak cerdas, dan daya tahan tubuh kuat. Sehingga ia bisa bermain dengan ceria, bereksplorasi sepuasnya, serta belajar banyak hal dari pengalamannya.

Cara Menyantap Asupan Nutrisi

Bagaimana cara Bunda agar Si Buah Hati bisa menyantap semua asupan itu? Menurut ahli nutrisi dokter Saptawati Bardosono, Bunda harus merancang menu harian agar dia mendapat manfaat optimal dari setiap santapan. Pola pemberian makanan utama dan susu juga harus dilakukan dengan benar.

Kata dokter Saptawati, penyajian susu pertumbuhan anak yang paling baik, yaitu berjarak 2 jam sebelum atau sesudah waktu makan utama. Bunda juga bisa memberikan susu kepadanya pada malam hari. 

"Ketika Si Buah Hati terlelap, tubuhnya akan tumbuh dengan pesat. Bila ia minum susu sebelum tidur, maka akan mendapatkan protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya," ujar Saptawati, 23 September 2015.

Susu Bukan Makanan Utama

Lanjut Saptawati, susu tidak bisa menggantikan makanan utama. Meski Si Buah Hati susah makan, sebaiknya Bunda tidak mengandalkan asupan susu saja. Memang, ia akan suka rasa susu yang lezat, perutnya merasa kenyang, dan tubuhnya tampak sehat. 

"Tapi, sesungguhnya dia tidak mendapat gizi yang lengkap," ujar Saptawati. Buna juga harus memperhatikan cara menyajikan susu dengan benar. Jangan sampai menambahkan gula pada seduhan susu. 

“Kalau ditambah pemanis, Si Buah Hati malah akan minum manis, bukan susu,” kata Saptawati.

Susu yang Baik untuk Anak

Lebih lanjut Saptawati menjelaskan tentang jenis susu yang paling baik untuk Si Buah Hati. Menurut dia, susu pertumbuhan yang telah diformulasikan bisa memenuhi kebutuhan anak berdasarkan usianya. DANCOW 3+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Kandungan nutrisi di dalamnya akan membantu perkembangan otak sehingga ia siap belajar di dunia pra-sekolah. Untuk dia yang aktif bermain dan bereksplorasi, Bunda bisa memberi perlindungan dari dalam agar ia tidak mudah terserang penyakit. 

Image Article
Penyajian Susu Pertumbuhan Anak yang Tepat Bikin Si Kecil Makin Sehat
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Bingung Menyiapkan Menu Sehat untuk Si Buah Hati Usia Toddler? Cek di Sini!

Published date

Untuk mendukung tumbuh kembang dan eksplorasi Si Buah Hati yang memasuki usia toddler, Bunda perlu pastikan kebutuhan nutrisinya selalu terpenuhi. Namun, terkadang Bunda tidak bisa selalu mengawasi asupan nutrisi Si Buah Hati karena rutinitas kerja atau pekerjaan rumah. 

Nah, membuat daftar menu harian untuk Si Buah Hati bisa jadi cara memberi makan anak dengan takaran nutrisi lengkap dan seimbang. Berikut ini adalah inspirasinya, yuk, disimak Bunda!

Beri Si Buah Hati Beragam  Menu Sehat

Variasi menu makanan penting untuk Si Buah Hati, karena ini merupakan salah satu cara membuat anak doyan makan. Selain itu, makanan yang beragam juga dapat membantu cukupi asupan gizi Si Buah Hati. 

Jadi, pastikan pilih yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Bantu lengkapi kebutuhan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Semoga, inspirasi menu di atas dapat membantu Bunda membuat kreasi makanan sehat untuk Si Buah Hati. 

Dengan cara memberi makan anak dengan pilihan menu sehat, Bunda dapat mencukupi asupan nutrisi Si Buah Hati dan mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal!

Image Article
Cara Memberi Makan Anak dengan Membuat Menu Sehat Harian
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Berapa Banyak Garam dan Kandungan Gula pada Susu DANCOW?

Published date

Salah satu alasan mengapa anak tidak mau makan menu rumahan yang sehat, bisa jadi karena ia sering ngemil snack kemasan, gorengan, atau permen, yang rasanya lebih gurih dan manis. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari, karena dapat memberikan asupan garam, gula, dan lemak tambahan dalam tubuh. Hal ini berisiko mempengaruhi kesehatan Si Buah Hati di masa depan, yang dapat memicu timbulnya obesitas, penyakit jantung, hingga tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu, Bunda disarankan membatasi asupan garam, gula, dan lemak dalam menu harian Si Buah Hati.

Info Grafik

Agar asupan nutrisi harian Si Buah Hati tercukupi, Bunda harus memiliki berbagai kiat mengatasi anak susah makan. Misalnya, dengan memberikan variasi menu makanan sehat dan pastikan #PilihYangSesuai dengan kebutuhan nutrisi Si Buah Hati. Bantu lengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikannya susu pertumbuhan.

Manfaat Pemberian Susu Rendah Gula Untuk Anak

Tak boleh sembarangan, memberikan susu pada anak-anak usia 2-5 tahun harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan pedoman gizi yang dianjurkan. Pasalnya, kebutuhan gizi anak-anak usia 5 tahun sangat spesifik untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, sistem pencernaannya juga masih dalam tahap perkembangan.

American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa dua minuman terbaik bagi anak-anak usia 5 tahun ke bawah adalah air putih dan susu sapi. Air putih membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh, sedangan susu sapi memiliki kandungan kalsium, vitamin D, protein, vitamin A, dan seng yang penting untuk mendukung proses tumbuh kembangnya.1

Namun, pastikan susu yang Bunda berikan merupakan susu yang tidak mengandung gula tambahan atau setidaknya memiliki kadar gula yang rendah. American Academy of Pediatrics (AAP) juga menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi gula tambahan pada anak usia 2 ke atas adalah sebesar 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh setiap harinya. Jumlah ini termasuk asupan gula baik gula alami maupun tambahan yang dikonsumsi anak-anak dalam satu hari.2

Beberapa manfaat memberikan susu rendah gula (sukrosa) untuk anak-anak antara lain:

1. Menurunkan Risiko Obesitas pada Anak-anak

Menurut penelitian, gula berlebih yang dikonsumsi terusmenerus dapat memicu obesitas. WHO sendiri menyarankan bahwa konsumsi gula untuk anak-anak sebaiknya dibatasi hingga kurang dari 10% total energi yang dibutuhkan sehari-hari.

Sebagai contoh Si Buah Hati yang berusia 5 tahun, memerlukan total energi 1400 kkal tiap hari, berarti konsumsi gulanya tak boleh lebih dari 140 kkal per hari (2-3 sendok makan).

2. Menurunkan Risiko Karies Gigi

Salah satu yang menyebabkan munculnya karies gigi (gigi berlubang) pada Si Buah Hati adalah makanan yang bersifat kariogenik, yaitu makanan tinggi gula dan mudah menempel di gigi.

3.  Menjauhi Kebiasaan Konsumsi Makanan Manis

Seperti yang kita ketahhui, anak-anak cenderung lebih menyukai makanan atau minuman yang manis. Memberikan susu rendah gula sama saja dengan mengurangi konsumsi gula harian sekaligus memperkenalkan Si Buah Hati pada kebiasaan baru yang lebih sehat.3

Baca Juga: Apa Fungsi Laktosa pada Susu Pertumbuhan? Cek di Sini!

Kandungan sukrosa dalam susu DANCOW

Rekomendasi susu rendah gula untuk anak prasekolah yang bisa Bunda berikan adalah DANCOW 5+. Lantas, apakah susu DANCOW mengandung gula? Jawabannya adalah: Ya.

Namun, kandungan gula di susu DANCOW adalah laktosa yaitu gula yang terdapat alami dalam susu sapi dan bebas gula tambahan (sukrosa 0 gram). Kadar gula DANCOW yang rendah cocok untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi Si Buah Hati setiap harinya. Tak hanya 0 gram sukrosa, DANCOW 5+ juga dilengkapi kandungan gizi yang dapat membantu tumbuh kembang anak, seperti DHA, zat besi, omega  & 6, zink, vitamin A, C, E, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan dan mikronutrien lainnya.

Selain gula, kandungan garam DANCOW 5+ juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak seusianya. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia dijelaskan bahwa kebutuhan garam atau natrium pada anak-anak usia 5 tahun adalah sebesar 950 mg setiap harinya yang berasal baik dari makanan maupun minuman. Sedangkan kandungan garam yang terdapat pada DANCOW 5+ adalah sebesar 95 mg dalam setiap sajian.4

Yuk Bunda, jangan sampai kebiasaan ngemil snack kemasan menjadi alasan mengapa anak tidak mau makan. Mulai sekarang, pastikan jaga kesehatan Si Buah Hati dengan memberikan makanan bergizi seimbang, dan batasi asupan garam, gula, dan lemak dalam menu hariannya!

 

Sumber:

  1. Recommended Drinks for Young Children Ages 0-5. Retrieved October 24 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/recommended-drinks-for-young-children-ages-0-5.aspx
  2. How to Reduce Added Sugar in Your Child’s Diet: AAP Tips. Retrieved October 24 2024, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-to-Reduce-Added-Sugar-in-Your-Childs-Diet.aspx#:~:text=Aim%20for%20less%20than%2025,under%202%20years%20of%20age.
  3. Pentingnya Memilih Susu Rendah Gula untuk Si Kecil. Retrieved October 24 2024, from https://www.nestle.co.id/kisah/pentingnya-memilih-susu-rendah-gula#:~:text=Selain%20mencegah%20anak%20menderita%20obesitas,tinggi%20untuk%20mengalami%20serangan%20jantung
    https://www.nestle.co.id/kisah/pentingnya-memilih-susu-rendah-gula#:~:text=Selain%20mencegah%20anak%20menderita%20obesitas,tinggi%20untuk%20mengalami%20serangan%20jantung
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved October 24 2024, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Image Article
Mengapa Anak Tidak Mau Makan dan Pilih Konsumsi Snack
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Si Buah Hati Sembelit? Atasi dengan Melakukan Beberapa Tips Ini

Published date

Waktu Si Buah Hati  sulit Buang Air Besar (BAB) atau sembelit, ia biasanya jadi rewel karena perutnya terasa tidak nyaman. Hal ini tentu dapat menghambat aktivitasnya untuk  bereksplorasi. Lalu, bagaimana ya, cara memperbaiki pencernaan anak supaya lancar BAB?

Infografik

Berikan Si Buah Hati  Asupan Gizi Lengkap & Seimbang

Kecukupan gizi dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan Si Buah Hati . Oleh sebab itu, tiap harinya pastikan Bunda menyiapkan menu makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan tahapan usianya. Salah satunya adalah asupan makanan dengan kandungan probiotik, yang diketahui memiliki manfaat terhadap kesehatan pencernaan Si Buah Hati.

Selain makanan, beri juga Si Buah Hati asupan susu. DANCOW 5+ Nutritods mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zink, vitamin C, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Perlu diperhatikan, jika anak sering buang air besar tapi tidak mencret, sebaiknya Bunda segera konsultasikan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan, ya.

Nah, itulah beberapa cara memperbaiki pencernaan anak yang dapat Bunda terapkan setiap hari. Dengan cara ini, Bunda dapat mendukungnya untuk bebas bereksplorasi!

Image Article
Cari Tahu Cara Memperbaiki Pencernaan Anak Agar BAB Lancar
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off