Gizi Anak yang Tepat Memberikan Perlindungan Optimal

Published date

Tidak ada cara yang lebih baik bagi anak untuk memelajari segala sesuatu di sekitarnya, kecuali dengan mengalaminya sendiri. Melalui eksplorasi, anak bisa melihat bagaimana karya Tuhan dan benda-benda ciptaan manusia bekerja. Ia juga akan menemukan bagaimana hal-hal dibuat dan dikerjakan. Tidak mengherankan bila kita sebut anak-anak sebagai penjelajah alami, dan bagaimana belajar melalui pengalaman adalah bagian penting dari perkembangan anak.

Eksplorasi juga akan membantu anak mengembangkan instingnya. Ketika anak dibebaskan untuk bereksplorasi, ia akan mampu  menemukan keterbatasan fisiknya. Ia juga belajar kebiasaan mengatur dirinya seperti membuat keputusan-keputusan dan pilihan sendiri. Misalnya, mainan apa yang ingin dimainkan, ke mana harus pergi, dan lain sebagainya. Membuat keputusan adalah salah satu hal paling fundamental yang dibutuhkan anak untuk belajar.

Namun, untuk bereksplorasi, tentunya anak membutuhkan kesehatan dan daya tahan tubuh yang baik. Jika daya tahan tubuhnya kuat, anak tidak mudah terkena serangan penyakit seperti batuk pilek dan flu. Sebaliknya jika anak gampang sakit, Bunda perlu berupaya memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Daya tahan tubuh optimal merupakan bentuk perlindungan yang sangat dibutuhkan Si Buah Hati agar ia dapat bebas bereksplorasi.

Peran Gizi Sebagai Perlindungan

Apa yang dapat Bunda lakukan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi Si Buah Hati? Penuhi kebutuhan gizi hariannya! Dengan demikian, ia jadi tidak gampang sakit. Pola makan dengan nutrisi seimbang juga membuat Si Buah Hati memiliki energi untuk memenuhi hasrat bereksplorasinya. Selain itu, cukupi porsi istirahatnya dan jagalah kebersihan lingkungan.

Gizi anak berperan dalam menstimulasi pertumbuhan fisik. Proses pertumbuhan tulang panjang dan jaringan massa otot membutuhkan pasokan karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein hewani yang berkualitas, dan kalsium yang cukup.

Selain itu, gizi juga  penting untuk perkembangan otak Si Buah Hati sebagai fondasi bagi proses belajarnya. Otak mulai terbentuk sejak minggu ketiga kehamilan. Perkembangan ini terus berjalan sampai akhirnya otak akan mencapai 80% berat otak dewasanya pada usia 2 tahun.  Dr. Sri Adiningsih, dr, MS, MCN, pengajar di Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, untuk mendukung hal ini dibutuhkan zat gizi utama bagi otak yaitu  lemak esensial  DHA, omega-3 (Asam α-Linoleat), omega-6 (Asam Linolenat), protein, dan vitamin B1, B2, B3.  “Vitamin B kompleks ini harus dikonsumsi setiap hari dari sumber protein hewani, seperti daging merah, unggas, ikan, telur, dan susu,” papar Dr. Sri Adiningsih yang juga konsultan gizi di Pacific Slimming dan KONI Jawa Timur.

Bertambahnya usia Si Buah Hati akan diikuti oleh pertumbuhan dan kemampuan mengeksplorasi lingkungan. Untuk itu, Si Buah Hati membutuhkan pemenuhan zat gizi sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Agar tubuh bisa aktif bergerak, Si Buah Hati membutuhkan tulang dan otot yang kuat. Untuk itu menurut Dr. Sri Adiningsih dibutuhkan kalsium, vitamin D, fosfor, dan protein. Susu adalah sumber kalsium dan protein yang baik, sehingga amat baik dikonsumsi Si Buah Hati sebagai pelengkap makanan yang diberikan setiap hari seperti nasi, lauk, sayur, dan buah.

Bila Kebutuhan Gizi Tidak Terpenuhi

Bunda harus selalu memastikan kebutuhan gizi Si Buah Hati terpenuhi, karena jika tidak akan terjadi gangguan gizi yang berdampak pada gangguan pertumbuhan tulang. Tubuh Si Buah Hati akan terlihat  kurus akibat massa otot yang kurang.  Anak yang tidak mendapat asupan gizi yang baik biasanya sulit makan atau nafsu makannya rendah.

Apabila gangguan gizi terus terjadi, kemungkinan Si Buah Hati akan mengalami gangguan pertumbuhan tinggi badan, dan gangguan sel otak akibat kekurangan glukosa darah. Si Buah Hati juga cepat lelah baik secara fisik ataupun mental, sulit berkonsentrasi, dan mudah sakit. Akibatnya, ia banyak kehilangan kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Pada akhirnya perkembangan kognitif dan perilakunya pun tertinggal.

“Gejala yang tampak adalah berat badan yang tidak meningkat pada bulan berikutnya, tinggi badan yang tetap, serta tubuh lemah dan kurang aktif,” kata aktivis Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim yang biasa dipanggil Ibu Dien ini.

Sebaliknya, anak yang sehat akan mampu melakukan eksplorasi lingkungan dengan maksimal. Ia  dapat menerima stimulasi dengan cepat, dan mampu menirukan kembali sesuai daya tangkap otaknya. Meskipun begitu, anak yang mengalami gangguan gizi dapat distimulasi dengan permainan edukatif seperti, menyusun balok, ular tangga, main tali, panjatan, dan lain sebagainya.

“Respons bermain merupakan tanda bahwa anak sehat. Ketika anak pulih dari gangguan gizi kurang, akan pulih juga kemampuannya mengeksplorasi lingkungan,” ujarnya.

Menambal Kekurangan Gizi

Ketika Si Buah Hati mengalami kekurangan gizi, butuh perhatian ekstra untuk mengejar kekurangan tersebut.

“Anak yang kekurangan gizi biasanya rewel dan sulit makan. Alhasil, untuk mengejar kekurangannya ia memerlukan porsi dobel untuk pemenuhan gizinya,” papar Ibu Dien.

Untuk memenuhi besarnya kebutuhan gizi tersebut Si Buah Hati membutuhkan penanganan tersendiri. Bunda perlu membuatkan makanan padat gizi dengan frekuensi sering walaupun porsinya kecil.

“Indikator gizi pulih adalah anak mulai melakukan aktivitas eksplorasi pulih, tidak rewel, dan secara objektif  berat badannya meningkat,” tandas Ibu Dien.

Bunda, yuk baca juga artikel tentang gizi Si Buah Hati di artikel "Gizi Seimbang, Dukung Pertumbuhan Optimal"

 

 

Image Article
Gizi Anak yang Tepat Memberikan Perlindungan Optimal
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Susu Nomor 1 di Indonesia: Memilih Susu Pertumbuhan untuk Anak

Published date

Melihat Si Buah Hati tumbuh sehat dan pintar adalah dambaan setiap Bunda. Untuk mewujudkannya, Si Buah Hati butuh nutrisi bergizi seimbang. Memasuki usia toddler, Si Buah Hati mulai mengonsumsi makanan padat seperti anggota keluarga yang lain.

Hal ini didukung faktor pertumbuhan fisik Si Buah Hati yang pesat, ditandai gigi susu yang mulai bermunculan dan organ pencernaan yang berfungsi makin sempurna.

Selain mendapatkan pasokan nutrisi dari makanan padat, Si Buah Hati juga membutuhkan sumber gizi lain. Untuk Si Buah Hati yang memasuki usia toddler, Bunda bisa memberikan susu formula dengan nutrisi lengkap untuk mendukung kebutuhan tumbuh kembangnya.

Dalam penelitian yang dilakukan Nura Veriyal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta, terlihat bahwa Si Buah Hati mengalami peningkatan status gizi yang signifikan ketika Bunda memberikan makanan padat plus asupan susu pertumbuhan secara rutin.

Bunda harus cermat dalam memilih susu pertumbuhan yang sesuai untuk Si Buah Hati sesuai tahap tumbuh kembangnya. Pertanyaannya, dengan keberagaman pilihan susu pertumbuhan di pasaran, produk seperti apa yang cocok bagi Si Buah Hati yang sudah toddler?

Ini tiga tips agar Bunda cermat memilih susu pertumbuhan yang sesuai bagi Si Buah Hati.

1. Pastikan Jenis Susu Pertumbuhan Pilihan

Bunda yang bijak akan memilihkan susu pertumbuhan sebagai pendamping nutrisi harian Si Buah Hati yang berusia toddler. Pada dasarnya, jenis susu ini mengandung kadar protein dan mineral tinggi untuk menunjang kebutuhan Si Buah Hati. Jadi sebelum memilih, Bunda perlu memastikan dahulu bahwa susu tersebut sesuai dengan tahap pertumbuhan Si Buah Hati.

2. Kandungan Nutrisi

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah menyusun kriteria tentang susunan zat gizi yang harus terkandung dalam susu pertumbuhan lewat Peraturan Kepala BPOM RI nomor 31 tahun 2013.

Menurut standar ini, susu pertumbuhan harus mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan zat tambahan lain yang dibutuhkan oleh Si Buah Hati dengan kadar sesuai usianya.

3. Cek Kecocokan

Dalam artikel Cara Pemilihan Susu Terbaik Bagi Anak, Bukan yang Terkenal Termahal Disukai, dokter spesialis anak, Widodo Judarwanto menuliskan bisa pertimbangan utama dalam pemilihan susu pertumbuhan yang terbaik bagi  Si Buah Hati adalah produk yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Juga tidak mengakibatkan reaksi yang mengganggu fungsi organ tubuhnya. Pertimbangan lain adalah masalah harga yang harus disesuaikan dengan ekonomi keluarga serta ketersediaannya di pasaran.

Dengan tiga tips tadi, tindakan yang tepat bila Bunda menjatuhkan pilihan ke DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Cermat Memilih Susu Pertumbuhan untuk Si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Mengapa Probiotik Mampu Melindungi Tubuh?

Published date

Bunda, pernahkah mendengar nama Hipokrates? Hiprokrates adalah Bapak Kedokteran Dunia yang menyatakan bahwa semua penyakit berasal dari saluran cerna manusia. Mengapa demikian? 

 

Saluran cerna manusia yang berawal dari rongga mulut dan berakhir pada lubang anus, memungkinkan keluar-masuknya berbagai jenis bakteri. Nah, kalau Si Buah Hati pernah atau sempat mengalami penyakit seperti diare, sulit buang air besar, alergi, dan lainnya. Hal itu dapat dipengaruhi oleh interaksi antara bakteri jahat penyebab penyakit (patogen) dan bakteri baik pencegah penyakit (probiotik).

 

Lalu, apa sebenarnya probiotik itu? Probiotik adalah jasad renik hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah memadai dapat memberi manfaat perlindungan bagi tubuh manusia. 

 

Salah satunya, agar probiotik dapat tetap hidup dan memberi manfaat di dalam tubuh, dibutuhkan nutrisi khusus seperti serat pangan atau yang dikenal dengan sebutan prebiotik. Oleh karena itu, kombinasi antara probiotik dan prebiotik sangat diperlukan untuk melindungi tubuh.

 

Terus bagaimana cara probiotik melindungi tubuh? Begini Bunda, probiotik akan menghasilkan lendir yang akan menutupi permukaan sel dinding usus sebagai upaya perlindungan pertama terhadap bakteri patogen. Selanjutnya, probiotik juga menyalurkan energi kepada sel dinding usus agar dapat mengeluarkan zat untuk mencegah bertambahnya jumlah bakteri patogen. 

 

Selain itu, probiotik akan mengeluarkan berbagai senyawa untuk mencegah masuknya bakteri patogen ke dalam dinding usus dan memicu sel dinding usus untuk memproduksi zat kekebalan tubuh IgA untuk menghalau masuknya bakteri patogen. Secara keseluruhan, probiotik bermanfaat untuk membantu meningkatkan pertahanan dinding usus terhadap masuknya bakteri patogen.

 

Dari mana ya bakteri patogen maupun probiotik berasal? Ada tiga sumber paparannya, yaitu:

 

  • Tahap Pra-natal (masa kehamilan)
    Si Buah Hati memperoleh paparan bakteri dari kebersihan diri, pola makan, dan kejadian infeksi pada Bunda selama masa kehamilan.

  • Tahap Peri-natal
    Si Buah Hati mendapatkan paparan bakteri dari proses kelahiran, lingkungan tempat lahir dan penggunaan antibiotik selama proses persalinan.

  • Tahap Post-natal
    Si Buah Hati menerima paparan dari kelekatan kulit Bunda dengan kulitnya, kebersihan diri orang yang mengasuhnya, status menyusu, kejadian infeksi, dll. 

 

Untuk mendukung pencernaan anak, Bunda juga bisa memberikan DANCOW 1+ Nutritods. Ini adalah produk susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

 

Artikel ini ditulis oleh: Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc.

 

Image Article
Mengapa Probiotik Mampu Melindungi Tubuh?
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

8 Asupan Penunjang Pertumbuhan Perkembangan Si Buah Hati

Published date

Ketika Si Buah Hati baru lahir hingga usia prasekolah, merupakan kurun waktu terpenting dalam kehidupannya. Karena pembentukan kepribadian dan karakter Si Buah Hati dimulai pada masa ini.

Apalagi di usia prasekolah, Si Buah Hati tengah dalam masa persiapan menjelang memasuki usia sekolah. Agar bisa menyerap informasi dan pendidikan dengan baik, Si Buah Hati pun memerlukan tubuh yang kuat, sehat, juga otak yang terpenuhi nutrisinya.

Merujuk pada buku Psikolog Nurul Chomaria, Panduan Terlengkap Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun, berikut asupan yang bisa Bunda sajikan untuk menyokong kecerdasan Si Buah Hati.

1. Daging Sapi

Jenis makanan ini kaya protein, vitamin, dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalam daging sapi antara lain: vitamin B1, vitamin B2, zat besi, kalsium, serta fosfor.

Vitamin B1 sendiri berfungsi membantu metabolisme energi serta menjaga kesehatan otak, sel-sel saraf, juga fungsi jantung. Vitamin B2 membantu fungsi metabolisme energi, kalsium dan fosfor menunjang pertumbuhan tulang serta gigi.

2. Daging Ayam

Daging ayam menjadi sumber protein hewani yang mengandung asam amino, lemak, vitamin, mineral, dan air.

3. Hati

Kaya dengan protein, hati mengandung zat gizi pembangun sel, pengatur proses metabolisme, dan daya tahan tubuh. Hati juga sumber fosfor, natrium, kalsium, serta zat besi.

Sebagai sumber vitamin A, hati berperan penting terhadap proses tumbuh kembang, memperbaiki penglihatan, membantu proses pembentukan dan pemeliharaan kesehatan kulit serta selaput lendir. Pun mengandung natrium yang berfungsi membantu keseimbangan cairan dalam tubuh, serta memelihara tekanan darah.

4. Telur

Mengandung protein, lemak, air, mineral, dan vitamin. Kadar vitamin A pada telur sangat tinggi, terutama pada telur ayam dan bebek. Dalam telur juga terkandung vitamin B1, B2, B3, dan B12. 

5. Ikan

Selain merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung protein, ikan juga mengandung zat besi, yodium, kalsium, fosfor, selenium, dan seng. Selenium dalam ikan bertindak sebagai antioksidan yang mampu menurunkan kadar radikal bebas.

Di dalam ikan juga terkandung dua jenis asam lemak yang berperan dalam proses tumbuh kembang Si Buah Hati, yaitu Docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan turunan dari asam lemak omega 3. Beberapa ikan laut yang mengandung zat tersebut antara lain salmon, sardin, makarel, tenggiri, kembung, dan layang. 

6. Minyak Ikan

Minyak ikan mengandung berbagai jenis asam lemak yang terbagi menjadi 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tak jenuh. Minyak ikan umumnya mengandung asam lemak omega 3 yang cukup besar. 

7. Kedelai

Dalam setiap 100 gram kedelai terkandung 30-35 gram protein, juga mineral dan vitamin yang cukup tinggi. Antara lain: B1, B2, B3, B12, dan vitamin E. Terdapat pula kandungan kalsium, zat besi, dan fosfor.

Bagi Si Buah Hati, vitamin dan mineral dibutuhkan untuk metabolisme seluruh sistem di dalam tubuh, termasuk sistem saraf. Sementara vitamin B12 dan zat besi untuk pembentukan butir darah merah dan mencegah anemia. Vitamin E pun dibutuhkan untuk mencegah kerusakan sel.

8. Susu

Susu mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kandungan protein dalam susu berfungsi sebagai penjaga dan perbaikan jaringan sel, membuat hemoglobin, membentuk antibodi, serta penghasil hormon yang mengatur berbagai proses tubuh. 

Sebagai susu pertumbuhan DANCOW 3+ Nutritods diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

 

 

Image Article
8 Asupan Penunjang Pertumbuhan Perkembangan Si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Dari Mana Sih Sumber Kekebalan Tubuh Si Buah Hati?

Published date

Setiap Bunda pasti bahagia melihat Si Buah Hati yang berusia 1 tahun sudah bisa berjalan atau bahkan berlari. Bahkan dia akan lebih aktif saat bermain di taman bersama kawan-kawannya. Kegiatan yang hanya bisa dilakukan jika badan Si Buah Hati sehat. Maka, Bunda harus selalu memberi perlindungan dari dalam agar Si Buah Hati tahan terhadap serangan kuman dan bakteri yang membawa penyakit. Salah satunya caranya adalah dengan memberinya asupan nutrisi yang baik. Daya tahan tubuh didukung oleh asupan nutrisi dan istirahat yang cukup.

Dalam jurnal berjudul Child Immune Response and the Role of Nutrition, Ariyanto Harsono, MD, PhD, mengemukakan penelitiannya tentang tanggapan tubuh Si Buah Hati terhadap nutrisi yang diberikan kepadanya. Disebutkan bahwa vitamin A penting untuk kekebalan tubuh.

Ia juga menyebut mineral seng atau zink dapat mengurangi dampak dari berbagai penyakit. Sebab zink dapat mencegah pembongkaran sistem imun pada tubuh. Adapun pemberian susu dengan fortifikasi zat besi terbukti mengurangi angka kesakitan akibat penyakit pernapasan dan infeksi pada anak dengan anemia. Berikut beberapa makanan yang mengandung berbagai zat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Buah Hati.

1. Ikan

Ikan, seperti baronang, mengandung banyak zink. Masih menurut Ariyanto, zink ini yang dapat memperkuat imunitas, meningkatkan perkembangan tubuh, menambah intelegensi, juga mencegah anemia. Kandungan selenium dapat membantu metabolisme tubuh, sebagai antioksidan, dan mencegah penyakit degeneratif.

2. Telur

Telur merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung protein hewani yang paling mendekati sempurna. Menurut Winda Wahidar dalam penelitian berjudul Penetapan Kadar Magnesium pada Telur Ayam Kampung, Telur Ayam Ras dan Telur Bebek secara Spektofotometri Serapan Atom, telur mengandung berbagai vitamin. Antara lain vitamin A, riboflavin, asam folat, vitamin B6, B12, kolin dan vitamin E. Telur juga merupakan sumber mineral besi, fosfor, kalsium, kalium, natrium, magnesium, tembaga, yodium, mangan dan zink.

Di dalam satu butir telur terdapat zink yang berguna membantu memperkuat imunitas. Selain itu, telur juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, tulang, dan gigi. Ada pula kolin yang penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung, serta selenium untuk fungsi tiroid. Bunda dapat memberikan 3 butir telur dalam sepekan untuk Si Buah Hati yang masih berusia 1 tahun. Kombinasi pemberian telur rebus dan sayuran berwarna merah membantu penyerapan vitamin A.

3. Sayur dan buah mengandung vitamin C

Berdasarkan artikel berjudul Dosis Vitamin C dan Manfaat pada situs Universitas Gadjah Mada, vitamin C bermanfaat untuk menyembuhkan flu, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan luka. Sayur dan buah yang mengandung vitamin C antara lain bayam, jambu, pepaya, dan jeruk.

4. Susu pertumbuhan

DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Dari Mana Sih Sumber Kekebalan Tubuh Si Kecil?
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Ini Dia, 4 Makanan Yang Harus Dihindari Si Buah Hati

Published date

Masa balita adalah periode emas di mana tumbuh kembang Si Buah Hati meningkat pesat, terutama perkembangan otak. Bunda perlu memperhatikan periode ini agar dapat memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat buat Si Buah Hati.

Salah satu cara yang bisa Bunda berikan untuk mendukung otak Si Buah Hati adalah makanan bernutrisi lengkap. Hindari salah memberikan menu yang malah berdampak buruk terhadap perkembangan otak Si Buah Hati, seperti junk food. Junk food sendiri bukan berarti menu cepat saji, lho. Junk food merujuk pada jenis makanan yang tidak jelas asalnya dan kandungan nutrisinya meragukan atau tidak seimbang.

Selain itu, Bunda harus cermat memilih bahan makanan. Janganlah memberikan Si Buah Hati menu yang rawan tercemar merkuri, timbal, formalin, dan berbagai zat kimia berbahaya. Kalau ingin memberi menu makanan laut, Bunda harus mengetahui jenis seafood yang tinggi kadar pencemaran merkurinya. Jajanan yang tidak jelas seringkali juga mengandung pewarna dan pengawet yang membahayakan tubuh. Berikut jenis makanan yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan otak anak:

Jenis makanan yang tidak jelas bahan dan kandungan nutrisinya  

Yang masuk kategori makanan ini adalah junk food. Biasanya, makanan berjenis ini memiliki sedikit kandungan nutrisi namun jumlah lemak sangat besar. Misalnya saja kentang goreng, hamburger, atau minuman bersoda.

Kudapan dan bahan pangan yang rawan tercemar zat kimia berbahaya

Makanan ini kerap mengandung zat pewarna tekstil, pengawet formalin atau boraks. Menurut penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan, jajanan sekolah paling rawan mengandung zat-zat berbahaya. Karena itu Ayah dan Bunda harus mendidik Si Buah Hati untuk tidak jajan sembarangan.

Seafood yang tercemar merkuri dan alga beracun

Makanan yang mengandung protein dalam jumlah yang sangat banyak umumnya berasal dari laut. Namun Bunda dan Ayah harus cermat memilahnya. Karena sejumlah hewan laut mengandung alga beracun atau merkuri. Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Oseanografi LIPI), Zainal Arifin, sejumlah makanan dari laut tercemar bahan berbahaya karena ulah manusia yang membuang limbah berbahaya ke lautan.

Makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang terlalu tinggi

Minuman atau makanan manis memang terasa enak di mulut. Namun bila jumlahnya berlebihan juga tidak baik untuk perkembangan otak Si Buah Hati. Karena itu, sebaiknya Bunda membatasi kudapan berkadar nutrisi rendah dan menggantinya dengan buah-buahan.

Lalu jenis makanan apa yang membantu pertumbuhan otak Si Buah Hati agar maksimal dan mendorong kecerdasannya? Menurut pakar gizi Saptawati Bardosono, menu yang baik untuk perkembangan otak memiliki kandungan nutrisi seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Agar anak berminat menyantapnya, usahakan agar sajian di piring tampak berwarna-warni dari berbagai sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.

Image Article
Ini Dia, 4 Makanan Yang Harus Dihindari si Kecil
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Ingin Berbuka Puasa? Sebaiknya Hindari 4 Jenis Sajian Ini

Published date

Pembatasan asupan makanan dan minuman, yang merupakan sumber energi di waktu beraktivitas, tentu akan memengaruhi kinerja tubuh Bunda sekeluarga. Sehingga, Bunda perlu lebih cermat dalam mengatur makanan dan minuman yang akan dikonsumsi Ayah, Bunda, atau bahkan Si Buah Hati, saat bersantap sahur dan berbuka puasa.

 

Tak hanya itu, Bunda juga harus memilah sajian selama bulan puasa, agar tidak menimbulkan penyakit. Nah, berikut jenis makanan dan minuman yang harus dihindari saat sahur dan berbuka puasa:

 

1. Asam dan Pedas

Kedua rasa ini, dalam kadar tepat, bisa membuat makanan dan minuman terasa lebih nikmat. Namun di bulan puasa, Bunda sekeluarga disarankan untuk dikurangi asupan jenis ini. 

 

Dalam buku 1001 Makanan Sehat (2015) dituliskan bila makanan atau minuman asam dan pedas bisa merusak dinding lambung. Makanan dengan kandungan asam, seperti buah-buahan sitrus; atau pedas, misalnya sambal ulek, juga bisa memicu kenaikan asam lambung, pencetus maag.

 

Untuk minuman, sebaiknya Bunda juga menghindari cairan yang merangsang pengeluaran asam lambung. Di antaranya kopi, minuman dengan alkohol 5%-20%, anggur putih, atau sari buah sitrus. Tentu Bunda tak ingin anggota keluarga mengalami masalah dengan pencernaan, kan?

 

2. Makanan Mengandung Gas Berlebih

Dalam tulisan berjudul Antisipasi Batalnya Puasa pada Minggu Pertama Puasa (2014), Staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr Ari Fahrial Syam menyarankan setiap orang yang bermasalah dengan maag untuk menghindari makanan yang mengandung banyak gas saat berpuasa. 

 

Makanan itu di antaranya sawi, kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, lemak dalam jumlah berlebih, ubi, dan cokelat. Ia juga menyarankan untuk menghindari minuman yang bisa menimbulkan gas pada pencernaan, seperti minuman bersoda.

 

3. Es Batu

Dalam buku Sehat dan Bugar Selama Puasa Ramadhan dan Lebaran (2016) tercantum saran agar Bunda mengurangi bahkan menghindari es batu pada minuman atau asupan dingin lain saat berbuka puasa. 

 

Alasannya sederhana, Bunda. Sensasi dingin bisa mengurangi nafsu makan. Bila itu terus terjadi secara berulang, dikhawatirkan nutrisi serta gizi yang dibutuhkan tubuh saat puasa tidak terpenuhi.

 

4. Karbohidrat tertentu 

Masih menurut Dr Ari, beberapa sumber karbohidrat harus dihindarkan bagi penderita sakit mag. Misalnya beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, ubi singkong, talas, dan dodol. Sebab makanan berkarbohidrat semacam ini bisa meningkatkan produksi asam lambung dan membuat mual. Selain itu, lambung perlu waktu beberapa hari untuk mencerna mi instan, sehingga berpotensi memicu masalah di kemudian hari.

 

Dr Ari juga menyarankan beberapa hal terkait makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka puasa. Misalnya, makanan berlemak, kue tar, cokelat, dan keju. Jenis makanan ini sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung. Bila ini terjadi, dikhawatirkan bisa meningkatkan asam lambung.

Selain itu, Bunda perlu pula menjauhkan makanan tinggi lemak, gorengan, atau cokelat dari menu berbuka puasa. Sebab jenis makanan ini bisa melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan.

 

Lalu, apa menu berbuka yang sehat untuk keluarga Bunda? Menurut Dr Ari , berbuka puasa cukup dengan minuman hangat yang manis dan 3 buah kurma. Berikan waktu untuk lambung mencerna dan tubuh mengembalikan kadar gula dalam darah secara perlahan, sembari salat Magrib. 

 

Setelah itu, konsumsi makanan utama dengan tetap memerhatikan jumlah dan macam asupan. Jangan berlebih atau balas dendam, Bunda.

 

Pastikan pula menu makanan besar memenuhi nutrisi lengkap. Misalnya, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sementara beberapa lauk makan besar yang disarankan, seperti ayam panggang, semur, bistik, atau gado-gado.

 

Untuk menambah nutrisi anak, Ibu bisa memberikan Susu DANCOW 5+ Nutritods mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zink, vitamin C, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Ingin Berbuka Puasa? Sebaiknya Hindari 4 Jenis Sajian Ini
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Bantu Tingkatkan Kekebalan Tubuh Si Buah Hati, Bunda Bisa Pilih 8 Asupan Ini

Published date

Bunda, apakah Si Buah Hati sering mengalami gejala sakit atau mudah lelah? Bila iya, bisa jadi Si Buah Hati kekurangan asupan gizi. Apalagi di masa kini semakin marak jajanan dengan variasi bentuk, rasa, dan warna yang belum tentu baik untuk kesehatan Si Buah Hati.

Nah, untuk menyiasati serbuan jajanan itu, ada baiknya Bunda menyiapkan makanan ala rumahan untuk Si Buah Hati. Sehingga kebersihan dan kualitas gizi makanannya tetap terjaga.

Agar hasilnya optimal dan kekebalan tubuh Si Buah Hati terus terjaga, Bunda bisa menyajikan beragam menu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk memelihara kesehatannya dan mendukung aktivitas sehari-hari. 

Jenis makanan itu haruslah memiliki kandungan energi, protein, dan mikronutrien yang dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien untuk kekebalan tubuh Si Buah Hati. 

Menurut Inti Krisnawati, dalam buku Healing Foods for Kids, ada delapan jenis makanan yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh anak:

1. Daging

Daging kaya akan zink. Zink berperan penting pada banyak fungsi metabolisme Si Buah Hati yang dapat memperbanyak sel darah putih, asupan daging bisa membantu Bunda untuk melindungi Si Buah Hati dari serangan penyakit.

2. Yoghurt

Produk olahan susu yang satu ini sangat baik untuk kesehatan, terutama menjaga sistem pencernaan usus Si Buah Hati. Sebab yogurt mengandung bakteri baik. Dengan campuran buah-buahan, yoghurt bisa menjadi camilan bergizi dan enak untuk Si Buah Hati.

3. Gandum

Gandum memiliki kandungan serat yang baik. Hal ini membantu menjaga kesehatan saluran cernanya yang penting untuk perlindungan Si Buah Hati. Karenanya Bunda bisa mulai mengajarkan kebiasaan mengkonsumsi roti gandum atau produk olahan gandum lain pada Si Buah Hati.

4. Ubi Kuning

Ubi jalar kaya akan vitamin A yang baik untuk mempertahankan keutuhan lapisan permukaan seperti kulit dan saluran cerna. Dalam penyajiannya, Bunda bisa mengolah ubi kuning dengan mengukusnya lalu dibuat menjadi bentuk yang lucu. Sehingga menarik perhatian dan membuat Si Buah Hati tertarik untuk menyantap camilan sehat itu.

5. Telur

Telur merupakan salah satu makanan yang baik untuk sistem imunitas tubuh. Karena telur mengandung beberapa vitamin, seperti vitamin A yang berfungsi untuk mendukung data tahan tubuh.

Pastikan mengolah telur dengan benar ya Bunda, telur harus benar-benar matang. Karena tubuh Si Buah Hati masih sangat rentan terhadap mikroba bila makanan belum matang sempurna.

6. Alpukat

Alpukat mengandung vitamin C dan A. Bunda bisa menyajikan alpukat dalam bentuk jus, es buah, maupun olahan lain yang sehat bagi Si Buah Hati.

7. Sayuran Hijau

Sayuran hijau kaya akan vitamin B1, A, C dan zink yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Buah Hati. Karena itu Bunda perlu mengajarkan Si Buah Hati untuk membiasakan mengkonsumsi sayuran. 

Bisa melalui pemahaman tentang pentingnya sayuran bagi tubuh atau melalui dongeng maupun cerita karangan Bunda sebelum Si Buah Hati makan.

8. Susu Pertumbuhan

Selama masa pertumbuhan, Bunda sebaiknya membiasakan Si Buah Hati untuk meminum dua gelas susu pertumbuhan sehari. Karena susu memiliki kandungan lengkap yang baik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh Si Buah Hati. 

Untuk ini, Bunda bisa memilih Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Bantu Tingkatkan Kekebalan Tubuh si Kecil, Bunda Bisa Pilih 8 Asupan Ini
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Mencegah Si Buah Hati dari Obesitas

Published date

Si Buah Hati tumbuh dengan subur. Saking suburnya, Bunda terkadang merasa bila berat badan Si Buah Hati bertambah secara tidak wajar. Kalau sudah begitu, Bunda sebaiknya waspada. Jangan-jangan Si Buah Hati mengalami obesitas.

Apa itu obesitas? Menurut dokter spesialis anak Soedjatmiko, obesitas berbeda dengan gemuk. Dalam ilmu kedokteran, gemuk bisa terjadi karena faktor genetis. Bagi Si Buah Hati, kondisi badan gemuk tidak akan bermasalah selama berat badannya tidak berlebihan dan ia tetap aktif bereksplorasi.

Sementara ketika mengalami obesitas, bobot badan Si Buah Hati akan meningkat secara tidak normal, pipi yang terlalu tembem, dagu berlipat, dan leher yang terkesan terlalu pendek akibat terlalu banyak makan. Pada umumnya, obesitas terjadi karena Si Buah Hati mengonsumsi karbohidrat dan lemak yang tidak seimbang sesuai usia tumbuh kembangnya. Sehingga ia memiliki kelebihan lemak dalam tubuh. Lemak dalam tubuh ini menyebabkan Si Buah Hati mudah terserang penyakit seperti kelainan hormon dan jantung.

Berikut beberapa penyebab obesitas yang perlu Bunda ketahui:

1. Riwayat Keluarga

Dalam penelitian Victoria Henuhili, berjudul Gen-gen Penyebab Obesitas dan Hubungannya dengan Perilaku Makan, salah satu faktor penyebab Si Buah Hati obesitas adalah faktor keturunan. Dituliskan bila anak-anak yang berasal dari orang tua berbadan normal akan mempunyai peluang 10 persen menjadi gemuk.

Peluang itu akan bertambah menjadi 40-50% bila salah satu orang tua menderita obesitas. Dan akan meningkat menjadi 70-80% bila kedua orang tua menderita obesitas.

2. Kebanyakan Mengkonsumsi Garam

Minim asupan garam bisa membuat Si Buah Hati kekurangan yodium yang berguna untuk perkembangan otak Si Buah Hati. Namun terlalu banyak mengonsumsi garam bisa memicu penyebab obesitas pada Si Buah Hati. Kenapa? Karena zat yang terkandung di garam mampu mengikat lemak dalam tubuh.

3. Pola Makan yang Buruk

Seringnya Si Buah Hati menyantap menu junk food makan dengan porsi berlebihan akan menyebabkan obesitas. Variasi menu junk food seperti kentang goreng dan hamburger memang dianggap enak oleh anak-anak. Tetapi makanan itu tidak memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan tubuh Si Buah Hati.

4. Stres

Stres bisa menjadi penyebab obesitas pada Si Buah Hati. Penyebab stres pada anak sendiri terpicu kejadian atau perubahan fundamental yang dialami Si Buah Hati. Seperti berpisah dengan orang tua, perceraian orang tua, pindah ke lingkungan baru, dan lain-lain.

5. Kurangnya Aktivitas Fisik

Biasanya anak-anak suka bermain, baik kejar-kejaran, bermain bola, atau petak umpet. Tetapi zaman sekarang, Si Buah Hati cenderung memilih bermain game online dan betah duduk berjam-jam di depan layar komputer atau gadget. Kurangnya aktivitas fisik seperti ini menyebabkan Si Buah Hati bisa terkena obesitas.

Nah, agar Si Buah Hati tidak menderita obesitas, berikut sejumlah hal yang harus Bunda perhatikan:

Selalu Sediakan Sayur dan Buah

Mengonsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan bagi Si Buah Hati. Namun banyak anak yang tidak doyan jenis makanan ini. Karenanya Bunda perlu menanamkan pemahaman sejak dini kalau buah sangat penting dan lebih baik ketimbang makanan manis atau junk food. Bunda bisa melindungi Si Buah Hati dari obesitas bila membiasakannya memakan buah kala merasa lapar.

Periksa Berat Badan Si Buah Hati Secara Rutin

Memeriksa berat badan secara berkala dapat membantu Bunda mengetahui apakah Si Buah Hati kelebihan berat badan atau tidak. Caranya mudah. Kali dua usia Si Buah Hati lalu ditambah delapan ((2xumur)+8), hasilnya adalah berat ideal.

Hindari Makanan Junk Food

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitu juga dengan masalah obesitas ini. Lebih baik Bunda mulai mengurangi atau menghentikan kebiasaan Si Buah Hati makan menu junk food dan mulai menyajikan menu sehat di rumah.

Mungkin sesekali menyantap hidangan junk food boleh saja, tetapi jangan menjadi rutinitas. Terapkan peraturan kalau Si Buah Hati bisa ke restoran cepat saji hanya sekali setiap sebulan. Tidak lebih.

Perbanyak Aktivitas Fisik

Si Buah Hati malas keluar rumah karena sibuk bermain game atau duduk di depan komputer? Nah, ini saatnya Bunda membawa Si Buah Hati keluar rumah untuk olahraga, jalan-jalan, atau membersihkan kebun. Aktivitas ini bisa mengeluarkan keringat dan membuat Si Buah Hati lebih bugar sekaligus menghindari obesitas.

Jaga Pola Makan Si Buah Hati

Disarankan Bunda memperhatikan asupan dan pola makan Si Buah Hati seperti memperbanyak konsumsi buah dan susu. Berikan porsi makanan yang sesuai dan jangan terlalu berlebihan. Hindari minuman dan makanan manis dan selalu bekali Si Buah Hati dengan makanan dari rumah bila bepergian. Cara ini cukup efektif untuk mencegah Si Buah Hati jajan.

Memiliki Si Buah Hati yang montok dan lucu memang menyenangkan. Namun Bunda pasti ingin Si Buah Hati tumbuh sehat, tumbuh kuat dengan berat badan yang normal bukan?

Image Article
Mencegah Si Kecil dari Obesitas
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off

Tips Agar Si Buah Hati Senang Makan

Published date

Ketika Si Buah Hati sudah menginjak usia satu tahun, Bunda harus lebih memperhatikan asupan gizinya. Sebab nutrisi yang baik dan lengkap sangat penting bagi Si Buah Hati dalam menjalani proses pertumbuhan fisiknya. Apalagi ketika sudah mulai bisa berjalan dan berlari, Si Buah Hati pasti banyak mengeluarkan tenaga dan membutuhkan asupan makanan bergizi.

Untuk itu, Bunda sebaiknya tidak hanya sekedar memberi makan Si Buah Hati dengan jam yang teratur. Tetapi juga melengkapi nutrisinya. Nah, asupan gizi dan nutrisi seimbang itu terkandung dalam makanan yang kaya unsur karbohidrat, protein, mineral, vitamin, namun sedikit lemak tidak jenuh, juga berserat tinggi.

Lalu bagaimana bila Si Buah Hati kerap menghambur-hamburkan makanannya? Sebelum Bunda khawatir Si Buah Hati kekurangan gizi, sebaiknya pelajari dulu beberapa tips berikut:

1. Sediakan menu favorit Si Buah Hati

Dalam satu pekan, Bunda bisa dua-tiga kali menyajikan menu santapan yang disukai Si Buah Hati. Selain agar selera makan Si Buah Hati meningkat, juga untuk mencegahnya bosan dengan menu sehari-hari.

2. Ajak Si Buah Hati menyiapkan makanannya

Tahap menyediakan makan bersama Si Buah Hati ini bertujuan untuk menggugah keingintahuannya akan rasa makanan yang telah diracik. Agar nafsu makan Si Buah Hati bertambah, sepanjang proses penyiapan makanan, Bunda bisa menceritakannya pelbagai nama dan rasa bahan makanan itu.

3. Berikan pilihan makanan untuk Si Buah Hati

Dengan bertambah usia, Si Buah Hati pun sudah memiliki pilihan akan apapun yang berkaitan dengan dirinya. Seperti pakaian, mainan, bahkan makanan. Biasanya, Si Buah Hati lebih menikmati menggunakan pelbagai benda pilihan sendiri. Begitu juga dengan menu makanan. Agar Si Buah Hati tergugah untuk makan, ada baiknya sesekali Bunda membiarkannya menentukan apa yang ingin dimakan.

4. Jangan memberi hukuman ketika Si Buah Hati tidak menghabiskan makanan

Menghukum Si Buah Hati karena enggan makan tidak akan membuatnya mau menghabiskan santapannya. Bisa jadi ia akan merasa terpaksa menghabiskan makanan itu, atau malah mogok makan. Dari pada menghukum, sebaiknya Bunda menciptakan suasana menyenangkan kala menemani Si Buah Hati makan. Seperti bercerita.

5. Berikan makanan secukupnya

Si Buah Hati mungkin belum bisa mengajukan pernyataan bahwa ia sudah kenyang. Alih-alih mengatakannya, ia kabur dari piring dan tidak menghabiskan makanannya. Bila itu terjadi, sebaiknya Bunda memberikan porsi makan secukupnya dan dalam rentang waktu yang tidak terlalu dekat.

6. Makan bersama Si Buah Hati

Kegiatan makan bersama bisa menjadi hal yang menyenangkan dan menghindari Si Buah Hati menghambur-hamburkan makanannya. Selain merasa ditemani, Si Buah Hati juga belajar bila orang-orang di sekitarnya tidak ada yang menyisakan makanan. Sehingga ia akan merasa terdorong untuk menghabiskan santapan yang tersaji.

7. Memberikan asupan susu pertumbuhan

Untuk menunjang nutrisi Si Buah Hati, Bunda bisa memberikannya susu pertumbuhan, dua gelas dalam sehari. Karena DANCOW 5+ Nutritods mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zink, vitamin C, vitamin B6, B12, biotin, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

Image Article
Tips Agar Si Kecil Senang Makan
Highlight Artikel
Off
Sticky Artikel
Off
Topik Artikel
Quiz Artikel
Off