Cara Mengasah Rasa Percaya Diri di Sekolah untuk Si Buah Hati
06-11-2023

Apakah Si Buah Hati termasuk sebagai anak yang percaya diri di sekolah? Jika iya, maka Bunda boleh bernapas lega. Tak hanya berlaku bagi orang dewasa, rasa percaya diri juga menjadi salah satu faktor penting dalam hidup anak-anak, terutama dalam mencapai prestasi dan melatih kemampuan anak dalam melihat dirinya sendiri.
Menurut informasi pada buku Seri Pendidikan Orang Tua: Membantu Anak Percaya Diri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menjelaskan bahwa anak-anak dengan kepercayaan diri cenderung memiliki harga diri yang tinggi atau mampu melihat dirinya secara positif, mendapatkan prestasi yang baik, siap menghadapi tantangan dengan memaksimalkan kemampuan dirinya, mudah dalam bersosialiasi dengan lingkungannya. Untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan percaya diri pada anak SD, yuk simak penjelasannya di sini.
Manfaat Kepercayaan Diri Bagi Anak-anak
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menjelaskan beberapa manfaat percaya diri di sekolah maupun lingkungan sosial bagi anak sebagai berikut.
Si Buah Hati memiliki kemampuan bersosialisasi dan menjalin hubungan pertemanan dengan baik, terutama saat berada di lingkungan baru.
Si Buah Hati mampu melihat dirinya sendiri dengan positif dan mampu mengenali kekurangan dalam dirinya. Kekurangannya inilah yang memotivasi mereka untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi.
Si Buah Hati menjadi lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Misalnya saat menghadapi ujian sekolah, pemilihan ketua kelas, atau perlombaan yang diikuti.
Ciri Anak yang Percaya Diri
Beberapa tanda yang menunjukkan seorang anak memiliki tingkat kepercayaan diri yang sehat antara lain sebagai berikut:
Memiliki persepsi yang positif terhadap diri sendiri.
Tangguh dan mampu bangkit kembali setelah mengalami kegagalan.
Memiliki kemauan untuk mengatasi masalah.
Memiliki hubungan yang sehat dengan teman sebaya dan keluarganya.
Memiliki lebih sedikit bahkan tidak ada masalah perilaku dalam hidupnya.
Kenapa Anak Tidak Percaya Diri?
Ada banyak faktor yang menjadikan seorang anak merasa tidak percaya diri, salah satunya adalah kurangnya dukungan dari orang-orang terdekatnya, termasuk orang tua. Hal inilah yang membuat mereka tidak merasa dicintai dan dihargai, sehingga pada akhirnya mulai meragukan kemampuan dan harga dirinya sendiri. American Psychological Association menjelaskan beberapa perilaku anak yang tidak percaya diri di sekolah sebagai berikut:
Cenderung meremehkan diri sendiri, misalnya dengan kalimat seperti “Aku bodoh dan tidak bisa mengerjakan soal matematika ini”, “Aku selalu melakukan kesalahan dan nggak ada yang menyukaiku di sekolah”.
Seringkali menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan yang tidak diperbuatnya.
Lebih senang untuk menyerah saat menghadapi kesulitan dan tidak mengerjakan tugas sekolah yang cukup sulit.
Mengalami perubahan suasana hati yang cukup drastis.
Tidak ingin mencoba berbagai hal baru dalam hidupnya.
Memiliki prestasi akademik, hubungan sosial, dan perkembangan yang kurang baik dibanding dengan anak-anak seusianya.
Tidak memiliki teman di sekolah.
Kesulitan menerima kritik dari orang lain.
Baca Juga: Menu Makanan Sehat untuk Anak SD
Cara Meningkatkan Percaya Diri pada Anak SD
Agar Si Buah Hati dapat kembali menjalani harinya dengan lebih berani, bersemangat, berikut ini beberapa cara mengatasi anak kurang percaya diri yang bisa Bunda terapkan pada anak:
Habiskan waktu bersama Si Buah Hati
Lakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama, misalnya dengan memilih kegiatan tanpa ada yang menang dan kalah, sehingga dapat membuat mereka merasa sukses. Tunjukkan bahwa Bunda tertarik pada setiap hal yang berhasil mereka capai. Dengan begini, Si Buah Hati bisa merasakan cinta kasih dari orang tuanya dengan sempurna.
Perlakukan Si Buah Hati sebagai sosok yang penting
Berikan kesempatan bagi Si Buah Hati untuk mengekspresikan diri, menyampaikan pendapatnya tanpa menghakimi, menerima perasaannya, dan memperlakukan mereka dengan hormat layaknya teman sebaya. Ajarkan juga pada Si Buah Hati untuk memuji dirinya sendiri dan merasa bangga terhadap apa yang sudah berhasil dicapainya.
Izinkan Si Buah Hati untuk membuat keputusannya sendiri
Bunda bisa memulainya dari hal yang paling sederhana. Misalnya saat pergi ke restoran, bebaskan mereka untuk memesan menu favoritnya sendiri. Tunjukkan kepercayaan pada Si Buah Hati bahwa mereka bisa dan berani untuk melakukannya.
Membangun hubungan orang tua dan Si Buah Hati yang erat
Hindari untuk memperlihatkan masalah atau ketegangan dalam keluarga di depan anak-anak karena dapat membuatnya merasa stres. Sebaliknya, coba ciptakan rutinitas menyenangkan dalam keluarga, misalnya sarapan bersama, bepergian saat akhir pekan, menonton film bersama, atau olahraga bersama setiap hari Minggu.
Libatkan Si Buah Hati dalam banyak kegiatan penting
Melibatkan Si Buah Hati dalam acara keluarga juga dapat membuatnya merasa dianggap, dipercaya mampu melakukan hal yang berguna bagi banyak orang, dan membantu mereka untuk dapat menyampaikan gagasannya. Misalnya dengan memberikan tugas untuk menata camilan saat akan ada acara kumpul keluarga atau mintalah pendapatnya mengenai makanan apa saja yang harus disiapkan saat pertemuan keluarga yang akan diadakan saat akhir pekan.
Sampaikan seberapa besar rasa sayang Bunda terhadap Si Buah Hati
Tak hanya melalui perbuatan, cara mengatasi anak kurang percaya diri selanjutnya adalah dengan mendengar orang tuanya menyampaikan rasa sayangnya melalu kalimat seperti “aku sayang kamu”. Sederhana, namun sangat bermakna.
Berikan motivasi dan pujian pada Si Buah Hati
Pujilah Si Buah Hati atas sifat karakter baiknya, termasuk juga bakat atau prestasinya. Tunjukkan apa yang benar-benar baik dan menyenangkan dari diri mereka. Saat mereka melakukan kesalahan atau berperilaku buruk, hindari untuk memberikan hukuman berat, ancaman, atau melabelinya. Sebaliknya, coba fokus pada masalah dan berikan motivasi pada anak untuk memperbaiki dan bisa melakukan yang lebih baik.
Mendukung kemampuan Si Buah Hati
Berikan kesempatan pada Si Buah Hati untuk mencoba berbagai macam kegiatan baru sesuai dengan minatnya. Jika mereka sudah menemukan minatnya, berikan fasilitas agar mereka dapat menyalurkan kemampuannya dengan baik. Cara ini dilakukan mereka bisa lebih percaya diri di sekolah dan lingkungan sosialnya karena mereka merasa dihargai atas kemampuan yang dimiliki.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi anak yang lebih percaya diri, pastikan juga bahwa kebutuhan gizi hariannya sudah tercukupi dengan baik. Selain makanan bergizi seimbang, Bunda juga bisa melengkapinya dengan memberikan susu DANCOW FortiGro dua kali sehari, yaitu saat pagi hari dan malam hari sebelum tidur.
DANCOW FortiGro merupakan susu yang diformulasikan khusus untuk anak usia 6–12 tahun dengan manfaat kandungan di dalamnya seperti:
Kandungan vitamin dan mineral yang dapat mendukung proses belajar dan meningkatkan imunitas seperti zat besi, zink, vitamin A, C, dan D.
Kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks).
Kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.
Manfaat DANCOW FortiGro tak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, tapi juga oleh seluruh anggota keluarga selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. DANCOW FortiGro tersedia dalam tiga varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream, serta dilengkapi dengan kemasan UHT rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis untuk bekal sekolah Si Buah Hati. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!