5 Manfaat Disiplin bagi Anak dan Cara Membiasakan Sejak Dini
09-06-2023

Menurut penjelasan Dr. Rose Mini Agoes Salim selaku psikolog yang dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, disiplin adalah proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola perilaku, kebiasaan-kebiasaan atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu terutama yang meningkatkan kualitas mental dan moral.
Bisa dikatakan juga bahwa inti dari disiplin adalah membiasakan anak untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan yang ada di lingkungannya.
5 Manfaat disiplin bagi anak
Disiplin meliputi pengajaran, bimbingan, dan dorongan yang dilakukan agar anak agar mereka belajar sebagai mahluk sosial. Tak hanya itu saja, alasan pentingnya mengajarkan anak disiplin juga untuk mendukung proses tumbuh kembangnya agar dapat berjalan dengan lebih optimal.
Dari penjelasan Dr. Rose Mini Agoes Salim dari ‘Seri Bacaan Orang Tua: Disiplin Pada Anak’ yang terdapat pada situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat disiplin adalah sebagai berikut.
- Menanamkan perilaku untuk meningkatkan kualitas mental dan moral anak agar anak tidak tumbuh sebagai pribadi yang kasar, agresif, dan suka melakukan kekerasan.
- Membiasakan anak untuk melakukan hal sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungannya. Dengan begini, Si Buah Hati bisa mulai belajar untuk memahami mana hal yang baik dan mana yang buruk.
- Melatih anak agar dapat menjadi makhluk sosial yang baik dan dapat menghargai orang lain sebagaimana mestinya.
- Mendukung proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga ia bisa tumbuh sebagai anak yang berprestasi dan mampu bersaing secara sehat dengan anak seusianya.
- Menjaga kesehatan mental Si Buah Hati.
Baca Juga: Manfaat Minum Susu di Pagi Hari agar Mood Anak Baik
Tips agar anak disiplin
Berdasarkan Harvard Health Publishing, berikut ini beberapa cara agar anak disiplin dengan penuh kasih agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.
1. Bersikap tenang dan realistis
Mau bagaimanapun juga, anak-anak tetaplah anak-anak. Umumnya, anak usia sekolah akan berbohong untuk menghindari masalah. Alih-alih mengabaikan atau memarahinya, penting untuk memahami tahapan yang sedang dilalui anak saat mendisiplinkannya. Tenangkan diri Bunda, dengan begini pesan yang disampaikan Ayah atau Bunda kepada Si Buah Hati pun menjadi lebih jelas dan dapat diterima dengan baik oleh mereka.
2. Tetapkan batasan yang jelas
Tidak boleh berarti tidak boleh. Sebaiknya buat aturan di dalam rumah yang harus diketahui, disetujui, dan dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Setiap keluarga pastinya akan memiliki aturan yang sedikit berbeda, namun aturan tersebut harus dinyatakan dengan jelas dan diketahui oleh semua orang.
3. Konsisten
Jika sesuatu tidak diperbolehkan, maka sebaiknya tetap tidak diperbolehkan. Hindari untuk membuat aturan yang nantinya bisa Bunda sesali di rumah. Sebab, jika Bunda terkadang harus menyerah karena kelelahan atau karena tidak terlalu berkomitmen pada aturan tersebut, anak-anak akan segera mengetahuinya.
4. Buatlah konsekuensi yang jelas bagi yang melanggar aturan
Saat anak sulit untuk ditenangkan, maka mereka harus menerima konsekuensi berupa hal-hal yang tidak mereka sukai. Misalnya saja saat bertengkar dengan kakak atau adik dan tidak ada yang mau mengalah, maka Bunda bisa memberikan peringatan seperti “Bunda akan menghitung sampai tiga, kalau masih tetap bertengkar dan nggak saling minta maaf, maka kalian nggak boleh main game saat weekend.”
5. Berikan pujian pada anak
Anak-anak menyukai pujian dan mungkin akan melanjutkan untuk berperilaku baik karena merasa dihargai oleh orang tuanya. Berikan pujian atas hal yang mereka lakukan, seperti “Bunda senang karena kamu sudah bantu Bunda beres-beres rumah hari ini.” Tetaplah berikan pujian terhadap perilaku yang memang pantas untuk mendapatkan pujian.
6. Berikan contoh yang baik
Sebagai orang tua, Bunda juga harus memberikan contoh dan penjelasan agar mereka memahami manfaat disiplin bagi anak dan mengerti mengapa mereka harus bertingkah laku baik.
7. Perhatikan kebutuhan dan perasaan Bunda sendiri
Menjalani peran sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah dan mendisiplinkan anak seringkali membuat kita merasa kesal. Jika hal ini terjadi, segera luangkan waktu untuk menenangkan diri dan pastikan bahwa Si Buah Hati berada di tempat yang berbeda. Dengan begini, anak tak perlu menjadi sasaran pelampiasan rasa kesal yang kita alami.
Selain mengajarkan akan kedisiplinan, penting bagi orang tua untuk memberikan makanan bergizi dan susu sebagai menu pelengkap sekaligus pendukung proses belajarnya. Bunda bisa memberikan susu DANCOW FortiGro baik saat sarapan, camilan siang hari, maupun sebelum tidur setiap harinya.
DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya.
DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.
Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.
Kandungan susu DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi selama tidak ada pantangan atau alergi susu sapi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream.
Selain itu, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Yuk, lengkapi persediaannya di rumah sekarang juga!