Bijak Menghadapi Si Buah Hati yang Suka Membantah
09-11-2020

Bunda, ada kalanya pemberian batasan dan disiplin pada Si Buah Hati merupakan hal yang penting. Tujuannya agar ia mengerti cara bersikap baik, sopan, dan berperilaku di batas aman.Di usia 3-4 tahun, biasanya anak sudah mulai merasa mandiri. Namun risiko dari kemandirian itu, Si Buah Hati terkadang sulit diatur dan membantah.
Menurut pengamat perkembangan anak, Lely Noormindhawati dalam buku 8 Tahun yang Menakjubkan, perubahan perilaku sulit diatur dan suka membantah itu akibat dua fase perkembangan. Pertama, fase autonomi vs rasa ragu dan malu.
Pada fase ini, Si Buah Hati sedang berlatih menumbuhkan kemandiriannya. Namun, ketika orang tua banyak membatasi, reaksi yang muncul adalah ragu serta malu.
Kedua, fase inisiatif vs rasa bersalah. Di fase ini, Si Buah Hati tengah berinisiatif mencoba hal baru yang menarik minat dengan mengoptimalkan kemampuan panca inderanya.
Karena itu, ia akan menunjukkan penolakan atau bantahan kala dilarang. Hasil penggabungan kedua fase perkembangan ini yang kemudian berpengaruh pada pembentukan konsep diri dan sikap Si Buah Hati.
Bila Si Buah Hati hanya sesekali membantah, sebenarnya Bunda tidak perlu terlalu khawatir. Namun bila berkali-kali, Bunda perlu memberikan perlakuan khusus untuk menghadapinya. Sebab kedisiplinan serta sikap sopan dan baik adalah modal untuk dia di masa depan.
Nah, karena di usia 3 tahun Si Buah Hati sudah paham konsep konsekuensi, celah ini bisa digunakan untuk menjelaskan alasan Bunda melarang sesuatu. Caranya dengan:
1. Libatkan Si Buah Hati dalam Membuat Peraturan
Di tahap ini, Bunda bisa mengajak Si Buah Hati membuat peraturan plus konsekuensi atau hukumannya. Lalu jelaskanlah bila Bunda akan memberikannya hukuman itu bila ia melanggar peraturan itu.
2. Ajari Si Buah Hati untuk Ungkapkan Kekesalan dengan Perkataan
Bila Si Buah Hati kerap menunjukkan rasa kesal dengan tangisan kencang, sebaiknya Bunda memberikannya pemahaman. Katakan pada dia, "Tangisan tidak akan menyelesaikan masalah". Kemudian, ajarilah Si Buah Hati cara mengemukakan keinginan lewat kata-kata dan tingkah sopan.
3. Luangkan Waktu Bercakap dengan Si Buah Hati
Di antara kesibukan sehari-hari, ada baiknya Bunda selalu meluangkan waktu untuk berbincang dengan Si Buah Hati. Pada momen inilah Bunda bisa menjadi pendengar yang baik, sehingga Si Buah Hati akan merasa dihargai dan diperhatikan.
4. Jadilah Panutan
Perilaku Bunda sesungguhnya akan menjadi panutan bagi Si Buah Hati dalam berperilaku. Cara ini lebih efektif ketimbang memberlakukan sederet larangan pada anak.
Bila Si Buah Hati terlanjur sering membantah, Lely memberikan tips ini kepada Bunda:
a. Beri pilihan terbatas pada Si Buah Hati
Dalam masa perkembangan Si Buah Hati, ada baiknya Bunda tidak mendoktrin pikirannya dengan berbagi larangan. Alih-alih melarang, biasakan memberinya pilihan. Seperti, "Segera selesai mandi lalu jalan-jalan, atau main-main di kamar mandi saja?"
Dengan kreatif memberikan pilihan, Bunda juga mengajarinya agar Si Buah Hati segera mengambil keputusan. Ini pun akan berpengaruh pada pembentukan karakter diri Si Buah Hati di masa dewasa.
b. Sertakan argumen atau penjelasan terhadap aturan dan larangan
Usianya memang masih 3 tahun, tapi bukan berarti Bunda tidak bisa mengajak Si Buah Hati berbicara. Ketika Bunda memberikan larangan dan menerima bantahan, kemungkinan itu terjadi karena Si Buah Hati tidak mengerti mengapa harus dilarang.
Sebab yang muncul di otaknya adalah beragam pertanyaan mengapa ia tidak boleh melakukan sesuatu hal. "Mengapa tidak boleh main? Mengapa tidak boleh makan permen? Mengapa harus tidur siang?" pikir Si Buah Hati.
Kalau saja Bunda memberikan penjelasan terhadap aturan dan larangan, ia pun akan mengerti. Perlahan, kebiasaan Si Buah Hati membantah peraturan Bunda pun akan menghilang.
c. Hadapi Si Buah Hati dengan tenang dan sabar
Kalau saja Bunda menghadapi bantahan Si Buah Hati dengan amarah, maka sikap yang terbentuk adalah sikap perlawanan. Mungkin Bunda berhasil membuat Si Buah Hati mengikuti aturan.
Namun sesungguhnya, itu terjadi bukan karena ia paham akan aturan itu, melainkan takut dengan amarah Bunda.Karena itu, jagalah emosi Bunda untuk tetap positif dan sabar, niscaya akan membuat hati Si Buah Hati lunak, juga paham dengan aturan yang ada.
d. Berikan Si Buah Hati apresiasi
Kala Si Buah Hati patuh terhadap aturan, jangan lupa agar Bunda memberikannya apresiasi yang positif. Seperti memberikannya pujian setelah melakukan hal baik. Dengan begitu, Si Buah Hati akan merasa memperoleh penghargaan dan suka untuk berperilaku baik.
Bunda juga harus selalu mengevaluasi diri, terutama bila Si Buah Hati tak kunjung berhenti membantah. Bisa jadi ada cara atau penyampaian dari Bunda yang kurang tepat. Misalnya cenderung memaksa, mendikte, atau penuh amarah, hingga Si Buah Hati berkukuh dengan sikap keras kepalanya.
Dukung perkembangan emosional Si Buah Hati dengan memberikan pelengkap nutrisi, seperti Susu DANCOW 3+ Nutritods. Ini adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.