Manfaat Susu untuk Bantu Melancarkan Pencernaan Si Buah Hati
11-11-2020

Duh, siapa sih Bunda yang tidak sedih melihat Si Buah Hati rewel saat ia susah BAB (buang air besar) dan melihatnya kesakitan? Sembelit memang bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang sering dikeluhkan sejak Si Buah Hati diperkenalkan dengan makanan padat. Biasanya, di usia 1-3 tahun, sembelit menjadi gangguan yang sering membuat Bunda khawatir.
Penyebab Anak Susah BAB
Biasanya anak akan BAB sekali dalam sehari, dan masih tergolong normal saat ia BAB dua hari sekali. Namun jika frekuensi BAB-nya kurang dari tiga kali dalam seminggu, maka bisa dipastikan ia mengalami sembelit. Saat sembelit, biasanya dia mengalami feses keras, kering, dan berukuran besar sehingga sulit untuk dikeluarkan. Gejala-gejala dari Si Buah Hati yang mengalami sembelit adalah sakit perut, rasa nyeri saat BAB yang membuat rewel dan menangis, adanya sedikit bekas feses cair di celana dalam atau popok, serta adanya darah di permukaan feses.
Bunda, diantara beberapa penyebab anak susah BAB biasanya karena kurangnya pemberian air minum serta kurangnya konsumsi buah dan sayuran sehingga ia tidak cukup mendapat serat pangan. Selain itu, takaran susu yang berlebihan (terlalu kental) juga bisa menyebabkan anak susah BAB.
Penyebab lain yang membuat Si Buah Hati sembelit adalah:
Sering menahan BAB
Ini bisa terjadi karena ia keasyikan bermain, merasa malu menggunakan toilet umum, atau pernah mengalami sembelit sebelumnya dan BAB jadi menyakitkan sehingga ia trauma.
Tidak suka toilet training
Saat Si Buah Hati terlalu awal diperkenalkan dengan toilet training dan ia merasa tidak siap melakukannya, maka ia menjadi enggan untuk BAB sebagai bentuk pemberontakan.
Perubahan lingkungan, cuaca, dan rutinitas
Perubahan-perubahan ini dapat membuat Si Buah Hati stres dan tidak nyaman sehingga keinginan untuk BAB menjadi hilang.
Kurang beraktivitas
Jika Si Buah Hati lebih banyak berperilaku kurang aktif, seperti duduk dan tiduran, dan jarang melakukan aktivitas intens seperti olahraga, maka kemungkinan besar ia akan mengalami sembelit.
Sedang sakit atau mengonsumsi obat-obatan
Ada beberapa jenis penyakit dan obat-obatan yang berpengaruh ke sistem pencernaan, membuat ia menjadi susah BAB.
Cara Mengatasi Anak Susah BAB
Cara yang paling tepat untuk mengatasi sembelit adalah mengatasi penyebabnya. Beberapa cara yang bisa Bunda lakukan:
Memberinya buah-buahan pencahar
Buah-buahan yang mengandung sorbitol bisa menjadi pilihan untuk membantu Si Buah Hati cepat BAB, karena sorbitol membantu pergerakan usus dan melunakkan feses. Buah-buahan tersebut di antaranya adalah pir, anggur, buah-buah berry, apel, alpukat, dan plum. Bunda juga bisa memberikannya pepaya karena terdapat enzim papae yang melancarkan BAB.
Baca Juga: Susu yang Baik untuk Pertumbuhan
Memberinya banyak air putih
Cairan akan membantu membuat feses menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Ajak ia bergerak dengan intens
Bunda bisa mengajaknya berjalan kaki, senam mengikuti gerakan di video-video di internet, atau bermain yang membutuhkan aktivitas fisik seperti kejar-kejaran, bermain bola, atau bermain di taman bermain.
Memberinya probiotik
Jika diperbolehkan oleh dokter anak, maka Bunda bisa memberikan Si Buah Hati makanan dan minuman yang mengandung probiotik, misalnya yoghurt, keju, tempe, roti sourdough, atau susu yang diperkaya denganprobiotik. Perhatikan juga jadwal minum susu anak 3 tahun.
Semangati untuk mencoba BAB
Bunda bisa memintanya untuk ke toilet setiap habis makan dan mencoba untuk BAB. Untuk memudahkan feses keluar, Bunda bisa menaruh bangku kecil di bawah kakinya saat ia duduk di WC dan menunggu 5-10 menit. Temani dan semangati dia; jika berhasil, berikan apresiasi ringan seperti pelukan atau stiker kesuksesan.
Manfaat Susu untuk Melancarkan Pencernaan
Saluran pencernaan merupakan salah satu organ penting yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan Si Buah Hati. Saluran pencernaan yang sehat dapat mencerminkan kesehatan secara umum. Keberadaan mikrobiota khususnya probiotik baik di saluran cerna diketahui memberikan manfaat baik untuk kesehatan.
Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan Si Buah Hati adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama hari-hari pertama anak hidup di dunia hingga usia anak enam bulan. Selain itu, pemberian ASI tetap dilanjutkan bersamaan dengan pemberian MPASI yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Buah Hati.
Di usia 1 tahun ke atas, Si Buah Hati bisa mulai berikan susu yang diperkaya dengan probiotik dan produk susu terfermentasi seperti yogurt dan kefir, karena terbukti dapat mempengaruhi mikrobiota usus yang memberi manfaat untuk tubuh manusia.
Anak-anak cenderung mengonsumsi makanan yang kurang bervariasi dibandingkan orang dewasa. Susu terfortifikasi dapat menjadi alternatif yang nyaman untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup saat mereka tumbuh.
Susu memiliki kandungan nutrisi baik seperti kalsium, protein, omega-3, omega-6 hingga probiotik yang baik untuk pencernaan. Sejumlah kandungannya seperti vitamin D dan kalsium dapat memperkuat tulang. Inilah mengapa sering kali disebut sebagai susu peninggi badan anak 3 tahun.
Susu juga mengandung lemak baik untuk Si Buah Hati. Lemak dalam susu menyediakan kalori serta vitamin esensial untuk anak. Lemak susu juga memiliki pengaruh dalam perkembangan otak Si Buah Hati.
Kandungan Susu yang Baik untuk Pencernaan
Probiotik
Susu yang mengandung probiotik telah terbukti ilmiah dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa susu yang diperkaya probiotik sangat efektif untuk mendukung mikrobiota dalam usus. Probiotik adalah bakteri hidup yang bermanfaat (bakteri baik) untuk sistem pencernaan manusia karena mampu menjaga kesehatan saluran cerna. Probiotik membantu tubuh mengganti bakteri-bakteri baik dalam usus saat terganggu karena penyakit atau pengobatan.
Prebiotik
Susu dengan prebiotik tidak hanya baik untuk kesehatan pencernaan tapi juga memiliki sifat antidiabetes, antihipertensi, hingga meningkatkan imunitas. Prebiotik adalah serat pangan yang membantu pertumbuhan bakteri baik di dalam sistem pencernaan. Hal ini membuat sistem pencernaan bekerja dengan lebih lancar dengan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di saluran cerna manusia.
Selain memberikan susu untuk melancarkan pencernaan, pastikan Si Buah Hati mendapatkan cukup serat dari makanannya, minum air putih yang cukup, rutin melakukan aktivitas fisik, serta tidak menunda jika ada tanda-tanda ingin BAB.