2 Cara Percaya Diri Melepas Si Buah Hati Bereksplorasi
10-11-2020

Bunda mungkin sudah banyak mendengar manfaat dari eksplorasi bagi Si Buah Hati. Namun di balik itu, masih ada kekhawatiran mengenai hal-hal negatif yang mungkin terjadi padanya selama bereksplorasi atau bermain.
Siapa, sih, yang mau anaknya terjatuh, terbentur, terluka, dan terpengaruh anak-anak lain yang perangainya mungkin tidak sesuai dengan norma yang kita terapkan. Belum lagi kalau ia main di luar rumah saat daya tahan tubuhnya menurun, tentu Si Buah Hati jadi mudah sakit.
Begitu pula kebiasaan memasukkan tangan dan benda-benda apa saja ke mulut pada anak usia toddler yang membuka kesempatan lebar bagi kuman-kuman untuk masuk ke tubuhnya melalui saluran pencernaan.
Menurut Psikolog, Adisti F. Soegoto M.Psi, kondisi ini juga dipengaruhi oleh arus informasi yang deras. “Ada sebagian orang tua yang memahami manfaat eksplorasi, namun takut melepas anaknya karena terlalu banyak terpapar arus informasi,” ujarnya.
Sebetulnya hal ini bisa disiasati dengan membangun komunikasi yang terbuka dengan Si Buah Hati. “Sehingga, larangan serta rambu-rambu aman dalam bereksplorasi bisa disampaikan dengan lebih jelas. Bunda tinggal menyederhanakan penjelasan apa yang boleh dan tidak dalam bereksplorasi,” ujar Adisti.
Seperti apa misalnya? Jelaskan, bahwa tidak boleh menendang-nendang barang, atau cuci tangan dulu baru boleh makan. Selain itu, cukupi asupan nutrisi Si Buah Hati, sehingga daya tahan tubuhnya terjaga. Lelah dan terpaan kuman tidak akan mudah membuatnya sakit.
Perkuat sistem daya tahan di pencernaannya dengan asupan yang mengandung bakteri baik. Mengapa? Karena meskipun sudah dikenalkan pada aturan cuci tangan, tetap saja ada kemungkinan Si Buah Hati memasukkan benda-benda ke mulut sebagai bagian dari eksplorasinya.
1. Berikan Kebebasan
Yang penting, Bunda sebaiknya harus percaya diri memperbolehkan keinginan bermain atau bereksplorasi Si Buah Hati. Berikan kebebasan padanya. Hindari banyak berkata “jangan” dengan cara menyediakan lingkungan yang aman di rumah.
“Misalnya saat anak mulai memanjat sesuatu, pastikan di sekitarnya aman jika ia terjatuh,” ujar Adisti.
Ya, anak toddler paling senang memanjat apa pun yang bisa dipanjat. Kemampuan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan motorik dan keseimbangannya. Biarkan ia mengeksplorasi mainan panjat-panjatan sambil kita jaga agar tak jatuh, atau kalaupun jatuh ia mendarat di pelukan kita.
Eksplorasi membantu merangsang perkembangan kecerdasan Si Buah Hati, karena eksplorasi membantu anak belajar mengenai dunia di sekitarnya dengan menggunakan seluruh indra. Misalnya, mendengar suara-suara, melihat berbagai objek baru di luar rumah, merasakan tekstur, serta mencium berbagai bau yang ia temukan.
“Eksplorasi juga penting untuk pertumbuhan fisik Si Buah Hati karena melatih koordinasi otot-otot besar agar ia bisa berjalan, berlari, memanjat dan melompat. Koordinasi mata dan tangannya juga jadi terlatih karena mereka jadi banyak memegang,” kata Adisti.
2. Buat Waktu Spesial
Tidak hanya membiarkan anak bereksplorasi, Adisti menyarankan agar Bunda dan Ayah punya waktu spesial setiap hari untuk menemani Si Buah Hati selama bermain. Ada berbagai manfaat jika orang tua terlibat aktif dalam bermain bersama Si Buah Hati. Di halaman rumah, misalnya, Bunda bisa menjelaskan padanya apa saja nama tanaman yang ada di situ. Lihatlah betapa cepatnya Si Buah Hati menghafal nama-nama yang ada di taman; ada rumput, tanah, daun, batang, bunga, dan kupu-kupu.
“Untuk anak yang lebih besar, di usia prasekolah, Bunda bisa membantunya memahami konsep sederhana, seperti mengapa tanaman harus disiram. Jadi, tidak hanya mendampingi secara fisik, karena Bunda dan Ayah perlu melakukan interaksi dengan Si Buah Hati,” tambah Adisti.
“Tidak adanya interaksi akan membuat Si Buah Hati menganggap bahwa eksplorasi hanya untuk bersenang-senang tanpa tujuan.”
Tidak hanya bermanfaat untuk memberi bobot pengetahuan pada eksplorasinya, kehadiran Bunda atau Ayah juga membuat Si Buah Hati merasa aman dan dicintai. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan emosi, menumbuhkan kemampuan bersosialisasi, berempati, dan mencari solusi.
“Dengan belajar menyelesaikan masalah ia jadi percaya diri atas apa yang dilakukan. Ia juga banyak belajar dari kesalahan,” ujar Adisti.
“Kalau dari kecil anak diajarkan bahwa kegagalan itu biasa dan ia perlu mencoba lagi tentu pesannya baik bagi anak. Kalau ketika jatuh sekali ia langsung dilarang melompat atau memanjat, anak malah jadi tidak belajar dari pengalaman dan masalah,” tambah Adisti menyudahi penjelasannya.
Untuk mendukung Si Buah Hati bereksplorasi, Bunda bisa pula memberikannya susu pertumbuhan yang mengandung probiotik, seperti Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.