Kembang Kol dan Bahan Pendukung Tumbuh Kembang Otak Anak Lainnya
11-11-2020

Bunda tentu sudah tahu bila tumbuh kembang Si Buah Hati yang optimal sangat ditentukan oleh asupan makanannya sejak masih di dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh besar.
Begitu pula dengan perkembangan otaknya. Menurut Ika Prasetya Aning dan Yohanes Kristianto dalam buku 234+ Resep MPASI untuk Tumbuh Kembang Otak Anak, setidaknya ada 10 bahan makanan yang mendukung perkembangan otaknya. Cek daftarnya berikut ini.
1. Telur
Telur merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan utama zat gizi yang bagus untuk otak, yaitu: coline, omega-3, zink, dan lutein. Bunda bisa memberikan telur dalam berbagai bentuk dan sajian untuk Si Buah Hati.
Misalnya, telur rebus, dadar, mata sapi, orak-arik, atau mencampurkannya dalam masakan yang lain. Namun, bila terjadi reaksi alergi telur padanya, sebaiknya Bunda mengurangi porsi santapan telur itu.
2. Yoghurt Yunani
Yoghurt Yunani memiliki kandungan protein yang lebih banyak ketimbang yoghurt biasa. Untuk Si Buah Hati, Bunda bisa menyajikan yoghurt Yunani dengan topping buah segar. Ini akan menjadi camilan atau pencuci mulut yang segar untuknya.
3. Sayuran Hijau
Dari sayuran hijau, Bunda bisa mendapatkan beragam nutrisi. Misalnya saja vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan asam folat. Bagi Si Buah Hati, kandungan asam folat itulah yang akan berpengaruh baik pada otaknya. Untuk itu, Bunda bisa memilih sayuran hijau berwarna tua, seperti bayam.
4. Kembang Kol Ungu
Mungkin Bunda masih kurang familiar dengan kembang kol ungu, karena biasanya yang banyak di pasaran adalah kembang kol putih. Namun tahukah Bunda, ternyata kandungan gizi yang baik untuk otak ada dalam kembang kol ungu.
Sebab sayuran ini kaya akan serat, tinggi folat dan vitamin B6 yang bagus untuk daya ingat, serta kadar gula yang rendah. Untuk penyajiannya, Bunda bisa mencampurkan kembang kol ungu ke dalam sajian sup ayam.
5. Ikan
Ikan merupakan sumber omega-3 yang paling baik. Selain itu, ikan juga mengandung banyak vitamin D. Karenanya, jangan segan untuk selalu menyajikan ikan sebagai makanan untuk Si Buah Hati, ya Bunda.
Baca Juga: Kriteria Memilih Susu Anak yang Bagus untuk Anak di Musim Hujan
6. Daging Sapi
Bunda untuk memberikan daging sapi kepada Si Buah Hati, sebaiknya pilih yang tanpa lemak. Karena daging berjenis ini sarat akan zat besi dan zink yang baik untuk pertumbuhan otak. Apalagi kandungan zink bisa membantu meningkatkan daya ingat anak.
7. Kacang dan Biji-Bijian
Kacang dan biji-bijian mengandung banyak protein, vitamin E, dan antioksidan. Seluruh zat tersebut sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuhan otak Si Buah Hati. Dalam keseharian, Bunda bisa menyajikannya sebagai camilan sehat di rumah. Sehingga ia pun tidak terbiasa jajan sembarangan.
8. Oatmeal
Oatmeal banyak mengandung vitamin A, B, serta potassium dan zink membantu mengoptimalkan kerja otak Si Buah Hati. Dalam keseharian, Bunda bisa menyajikan oatmeal sebagai menu sarapan atau mengolahnya menjadi kue sebagai camilan sore. Selain sehat, ia juga akan terbiasa menyantap makanan rumah.
9. Apel
Buah apel memiliki kandungan serat dan zat penting seperti antioksidan, vitamin A, folat, mineral kalium, kalsium, fosfor, dan mineral lainnya. Untuk penyajian, Bunda bisa membuatnya menjadi jus, buah utuh, atau smoothies dengan campuran beberapa buah lainnya.
10. Kunyit
Mungkin yang Bunda tahu, kunyit hanya berfungsi sebagai bumbu dapur. Namun sesungguhnya rempah-rempah ini mengandung curcumin yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak Si Buah Hati. Untuk sajian, Bunda bisa mencampurkan kunyit dalam olahan ayam, seperti opor.
Untuk mendukung perkembangan otak Si Buah Hati, bisa pula memberikannya susu pertumbuhan yang mengandung probiotik, seperti Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.