4 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
10-11-2020

Usia Lofhana sudah menginjak 2 tahun dan sungguh aktif. Di rumah, ia bisa menaiki segala perabot, bahkan berani memanjat teralis jendela. Bila Ayah Wawan lengah sedikit, Lofhana sudah asyik bermain di jalanan depan rumah.
Ketika jalan-jalan dengan Ayah dan Bunda, ia pun doyan menjelajah sendiri. Di toko buku atau supermarket, ia suka bertualang di antara rak-rak dan sibuk memegang semua benda yang menarik perhatian. Seakan baterainya tidak pernah habis.
Sebagian besar anak sering merasa tidak nyaman bila terlalu dikekang atau dibawa ke tempat baru. Terutama saat tahap perkembangan anak belajar berjalan atau usia bermain. Bila Bunda melakukan terlalu banyak larangan, mereka malah akan menjadi gelisah dan menjadi lebih aktif dari biasanya.
Namun Bunda, jangan terburu buru untuk mencap Si Buah Hati sebagai anak hiperaktif. Keadaan yang tidak nyaman, wajar membuat mereka gelisah. Reaksinya bermacam macam, mulai dari bergerak terus, tak berhenti merengek, hingga menangis keras.
Psikolog Anak June Thompson, dalam bukunya Toddler Care, Pedoman Merawat Balita mengatakan seorang anak yang sangat gaduh atau menangis keras, tidak sama dengan anak hiperaktif.
"Ini sama dengan anak yang baru bangun tidur di pagi hari dan memiliki energi yang sangat besar," ujar June, dalam bukunya "Toddler Care" yang dialihbahasakan oleh Dokter Novita Jonathan.
Tidak cuma keadaan yang tidak nyaman, sifat anak aktif juga muncul ketika terlalu bahagia atau senang. Menurut Thompson, di saat seperti itu ada semacam perasaan tertantang atau eforia yang membuat anak bergerak ke sana ke mari. Karena itu, Bunda tak perlu khawatir bila melihatnya menjadi sangat aktif. Bunda hanya perlu melakukan beberapa cara mengatasi anak hiperaktif seperti di bawah ini :
1. Tunjukkan Sikap Tegas Tak Perlu Marah
Panggil nama Si Buah Hati. Lalu pandang mata dan wajahnya sampai perhatiannya tertuju pada Bunda. Kemudian berikan sugesti dengan mengatakan bahwa tindakannya sudah berlebihan.
Bilang juga bahwa rasa senang yang diekspresikannya dengan perilaku tidak baik sudah mengganggu lingkungan sekitar. Misalnya dengan mengatakan "Mainannya kan sudah dapat, nah disayang dong jangan dibanting-banting ya."
2. Konsisten Terhadap Janji dan Ucapan
Seringkali anak berusia 18 bulan-3 tahun menjadi lebih aktif karena merasa gusar. Rasa marah timbul sebab ada rasa frustrasi dari dalam diri Si Buah Hati. Salah satu penyebabnya adalah mereka menemukan fakta atau keadaan yang tidak sesuai dengan gambaran yang diucapkan orang tua.
Jadi Bunda, jangan memberikan janji berlebihan, ya. Apalagi kalau ucapan Bunda hanya sekedar janji palsu untuk menenangkan saat ia merajuk.
3. Cobalah Cari Tahu Penyebab Perilaku Aktif Si Buah Hati
Bunda bisa mencoba mengingat kembali saat Si Buah Hati menunjukkan perilaku sangat aktif. Sehingga dapat mencari dan menemukan penyebab yang memengaruhi tingkah laku anak.
Dengan demikian, Bunda bisa menemukan solusi untuk mengatasi masalah saat anak menunjukkan perilaku aktif.
4. Jika Harus Berkata Tidak, Berikan Penjelasannya
Rasa ingin tahu dan tidak terima dalam diri Si Buah Hati akan memicu tindakan merengek terus menerus. Biasanya ini akan berlanjut menjadi kegaduhan yang lebih besar.
Bunda, wajar saja bila anak terpusat pada dunianya sendiri, semua keingintahuannya sebisa mungkin harus dipenuhi oleh orang tua. Berikanlah penjelasan dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti sebagai salah satu cara berbicara yang baik dengan anak.
Jangan menggunakan kata kiasan atau analogi. Ikuti terus pertanyaannya sampai ia puas. Setelah itu mereka akan tenang dengan sendirinya.
Supaya perkembangan emosional Si Buah Hati Lancar, coba berikan susu pertumbuhan yang mengandung probiotik, seperti Susu DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.
Jangan lupa untuk tetap memberikan nutrisi dukung tumbuh kembang Si Buah Hati dengan susu DANCOW. Bunda juga bisa tukarkan poin di program Parenting Rewards DANCOW. Yuk, tunggu apa lagi? Tukar poin sekarang!
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.