Pentingnya Kolaborasi Mengasuh Si Buah Hati
11-11-2020

Kolaborasi Bunda dan Ayah akan mendukung dalam memberikan yang terbaik bagi Si Buah Hati. Mulai asupan bergizi seimbang, stimulasi, menerapkan pola asuh dan sebagainya, sehingga Si Buah Hati dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal.
Dual parenting/kolaborasi hanyalah salah satu dari poin penting dalam upaya mencapai pengasuhan ideal. Faktor lainnya yang juga perlu dipahami adalah kesiapan menjadi orangtua, adanya kesepakatan tujuan pengasuhan, komunikasi yang hangat, positif dan efektif, penanaman nilai-nilai agama, memahami karakter dan kebutuhan anak serta adanya aturan yang disepakati dalam keluarga.
Menurut dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, meski sama-sama bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak, peran Bunda dan Ayah tidaklah sama. Mengapa berbeda, lihat penjabarannya sebagai berikut;
Peran Bunda
- Bunda adalah pelindung bagi Si Buah Hati. Sejak lahir, Si Buah Hati merasa terlindungi bila di dekat ibunya. Bunda melindungi anak dari bahaya lingkungan, dari orang asing, dan dari diri mereka sendiri. Saat anak mulai tumbuh dewasa, Bunda tetap menjadi pelindungnya, lebih dari pelindung dalam segi emosional. Bunda selalu mendengarkan keluhan anaknya dan selalu ada untuk memberikan kenyamanan saat Si Buah Hati membutuhkannya. Jika anak dapat mempercayai Bunda, anak akan percaya diri dan memiliki keamanan emosional.
- Bunda merangsang mental dan emosional karena selalu berinteraksi dengan Si Buah Hati, melalui permainan atau percakapan, yang merangsang kemampuan kognitif anak. Bahkan permainan bentuk fisik dengan Bunda tetap mengikuti aturan yang dibutuhkan anak untuk mengoordinasikan mental tindakan mereka. Bunda yang membuat mental anak kuat untuk menghadapi dunia luar ketika ia pertama kali meninggalkan rumah untuk sekolah.
- Sebagai seorang ibu dan pengasuh utama di awal-awal kehidupan anak, Bunda menjadi orang pertama yang membuat ikatan emosional dan keterikatan dengan anak. Hubungan ibu dan anak yang terbentuk selama tahun-tahun awal akan sangat memengaruhi cara anak berperilaku dalam pengaturan sosial dan emosional di tahun-tahun berikutnya.
- Bunda umumnya mampu menjaga keseimbangan antara memberi aturan ketat dan memanjakan anak. Bunda terus menanamkan rasa tanggung jawab pada Si Buah Hati. Bunda juga yang mengajarkan bagaimana mengelola dan berkomitmen dengan waktu, dengan cara mengajarkan anak melakukan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Ayah
Peran Ayah tidak kalah penting dari peran Bunda, namun sering terabaikan karena tugas ayah sebagai pencari nafkah utama banyak menguras waktu dan energi.
Walaupun mungkin waktu yang dihabiskan Ayah dengan Si Buah Hati lebih sedikit, tetapi peran Ayah sangat penting bagi anak. Berikut ini beberapa peran Ayah dalam pengasuhan Si Buah Hati:
- Menumbuhkan rasa percaya diri dan kompetensi kepada Si Buah Hati melalui kegiatan bermain yang melibatkan fisik baik di dalam maupun di luar ruangan.
- Menumbuhkan kebutuhan akan berprestasi pada Si Buah Hati melalui kegiatan mengenalkan anak tentang berbagai kisah tentang cita-cita.
- Membangun kecerdasan emosional Si Buah Hati. Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi akan berkembang menjadi anak yang lebih mandiri, kuat dan memiliki pengendalian emosi yang lebih baik.
- Pada anak lelaki, mengajarkan tentang peran jenis kelamin kepada anak laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang laki-laki.
- Berbeda dengan interaksi antara ibu dan anak, interaksi ayah dan anak lebih sering dilakukan dengan bercanda dan bermain fisik. Interaksi fisik antara anak dan ayah dapat menunjukkan kepada anak bagaimana menangani emosi, seperti kejutan, rasa takut, dan kegembiraan.
- Ayah menjadi panutan kesuksesan/prestasi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Father Involvement Research Alliance di Amerika Serikat pada 2013 menunjukkan bahwa jika ayah menunjukkan kasih sayang, mendukung, dan terlibat dalam kegiatan anaknya, ayah dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak, serta berkontribusi pada prestasi akademik, kepercayaan diri, dan jati diri anaknya.
Untuk anak laki-laki, mereka akan menjadikan ayah sebagai panutan untuk dirinya. Mereka akan meminta persetujuan ayah atas segala sesuatu yang mereka lakukan dan sebisa mungkin melakukan kesuksesan yang sama seperti ayah mereka, bahkan jika bisa lebih dari ayahnya.
Dokter Bernie mengungkapkan, pola asuh sejatinya berdasar pada tiga pilar utama, yaitu nutrisi, cinta dari orangtua dan stimulasi yang tepat. “Memenuhi kebutuhan nutrisi adalah kunci utama untuk memenuhi kebutuhan energinya sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh agar Si Buah Hati nggak gampang sakit saat bereksplorasi.”
Nutrisi
Sumber gizi dan nutrisi Si Buah Hati yang utama adalah makanan sehari-hari. Makanan itu sejatinya harus menerapkan pola gizi seimbang yang cukup serat, karbohidrat, protein dan mineral. Pemberiannya pun harus disesuaikan usia Si Buah Hati. Misalnya, di usia 1-3 tahun, Si Buah Hati butuh asupan yang lebih banyak mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang otak seperti omega-3, AHA dan DHA. Hal ini berdasarkan pada banyak studi di mana 1000 hari pertama kehidupan merupakan momen pembentukan 98% otak anak.
Stimulasi
Sebagai bentuk stimulasi, Bunda Ayah dapat mendukung eksplorasi Si Buah Hati sesuai kebutuhannya. “Ingat, di masa balita, pertumbuhan anak sedang pesat-pesatnya. Ia sedang aktif bergerak, sehingga senang menjelajah ke sana kemari. Rasa ingin tahunya juga sangat besar, sehingga senang mengamati, menyentuh, dan mencoba tentang hal-hal baru. Tugas Bunda Ayah untuk mengakomodasi perkembangan anak tersebut. Jangan sedikit-sedikit melarang karena rasa khawatir yang berlebihan.”
Cinta
Terakhir, berikan cinta yang utuh kepada Si Buah Hati. Misalnya memberikan waktu yang berkualitas pada saat bersamanya. Dokter Bernie mencontohkan, saat bersama Si Buah Hati, jauhkan gadget dari jangkauan. “Fokuslah hanya pada anak, jangan terganggu oleh hal-hal lain. Lakukan ini secara konsisten niscaya anak akan tumbuh dalam suasana penuh cinta yang pada akhirnya bisa mendorongnya menjadi pribadi yang penuh kasih sayang dengan rasa percaya diri tinggi.”
Bunda, yuk baca juga artikel tentang cara mengasuh Si Buah Hati di artikel "Pentingnya Kolaborasi Mengasuh Si Buah Hati”