Pentingnya Mengelola Keuangan Si Buah Hati Pasca Lebaran
13-11-2020

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mengapa tidak, di masa inilah orang berbondong-bondong pulang kampung untuk bersilahturahmi dengan keluarga besar, mungkin saja termasuk keluarga Bunda.
Bagi mereka yang tidak mudik, Lebaran pun menjadi momen liburan yang tak kalah mengesankan. Namun, tak sedikit orang yang terlalu bersemangat menyambut hari besar ini hingga lupa untuk memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran.
Hasilnya, kondisi keuangan pasca Lebaran pun menjadi tiris, membuat Ayah dan Bunda jadi kelimpungan. Untuk menghindari hal itu, perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie SE, MCom, GCertFP, CFP menyarankan agar Bunda dan Ayah mengelola dengan tepat keuangan pasca Lebaran. Mengapa?
Sebab tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, bisa jadi muncul risiko Bunda dan keluarga mengalami kesulitan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Itu terjadi lantaran Bunda menggunakan banyak dana untuk memenuhi kebutuhan Lebaran yang harganya meninggi dibanding bulan biasa," ujarnya.
Lalu, apa keuntungannya jika Bunda dan Ayah melakukan perencanaan keuangan untuk menghadapi situasi pasca Lebaran? Menurut Prita, pengaturan keuangan ini akan membuat Ayah dan Bunda tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup secara ideal.
Apalagi pengeluaran menjelang, saat, atau setelah Lebaran kemungkinan besar lebih tinggi ketimbang hari-hari sebelumnya.
"Nah, waktu yang tepat untuk mengelola keuangan pasca Idul Fitri adalah sebelum Bunda melakukan belanja Lebaran. Sehingga penghasilan yang diperoleh, baik dari gaji, bonus, dan THR bisa dialokasikan untuk kebutuhan Idul Fitri, pasca lebaran, dan kebutuhan Lebaran Idul Adha," menurut Prita.
Kalau tidak sempat mengelola keuangan jauh sebelum Lebaran, Bunda dan Ayah tetap bisa melakukan pengaturan setelah momen Lebaran dan liburan. Misalnya, Bunda melakukan pengelolaan dengan menghemat belanja sesuai kecukupan dana yang tersisa.
Sementara jika Bunda merasa kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan seperti biasanya, maka perlu ada pengaturan ulang keuangan keluarga agar pengeluaran kembali terkontrol, lanjutnya.
"Dalam perencanaan keuangan pasca Lebaran, pos yang harus diprioritaskan adalah pos kebutuhan pokok seperti makanan bergizi selama 1 Bulan kebutuhan susu Si Buah Hati hingga dana pendidikan jika Si Buah Hati sudah memasuki usia sekolah . Sementara itu, Bunda juga perlu mengurangi pengeluaran yang bersifat konsumtif untuk tiga bulan ke depan jika dirasa tidak perlu," ujar Prita Gohzie.
Selain Lebaran, Bunda dan Ayah tetap perlu mengatur keuangan keluarga secara berkala. Tujuannya agar Ayah dan Bunda bisa memastikan bila pendapatan bulanan keluarga bisa memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, juga kebutuhan rekreasi dan tetap dapat menabung untuk dana pendidikan Si Buah Hati.
"Mengatur keuangan keluarga secara berkala juga memungkinkan Ayah dan Bunda untuk memiliki tabungan dana tak terduga," tambah Prita. "Ini penting, sehingga Bunda dan Ayah selalu mempunyai persiapan dana untuk segala hal yang di luar perkiraan," ujarnya.
Nah, bagaimana Bunda? Sudahkah Bunda mengatur keuangan keluarga setelah Lebaran berlalu? Bila ya, jangan lupa juga untuk mulai mengatur keuangan keluarga secara berkala.
Dukung perkembangan Si Buah Hati dengan memberikan Susu DANCOW 3+ Nutritods. Ini adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.