Yuk, Ajak Si Buah Hati Mencoret di Kaca
10-11-2020

Pada usia 1 tahun, Si Buah Hati sudah mulai tertarik untuk menggunakan pensil. Dia akan mencoba membuat coretan di atas kertas dan merasa takjub sendiri akan karya yang dibuatnya. Sehingga dia terus bereksperimen dengan mencoba menorehkan pensil di mana saja. Hingga suatu kali Bunda akan mendapati Si Buah Hati sedang asyik mencorat-coret bajunya, lantai, atau dinding rumah. Di momen ini, sebaiknya Bunda jangan melarangnya. Tapi memberikan dukungan dan arahan agar Si Buah Hati bisa menyalurkan hobi mencoretnya, di media yang benar. Berikut beberapa media yang bisa Bunda siapkan agar Si Buah Hati bisa mencoret sepuasnya.
1. Papan Tulis Putih
Jika Si Buah Hati memang senang menulis di tembok dalam posisi berdiri dan vertikal, mengapa tak sediakan “dinding” yang bisa dicorat-coretnya? Bunda bisa memasang papan tulis putih yang warnanya mirip dengan dinding rumah. Tapi Bunda juga harus tetap mengawasi agar alat tulisnya tidak melewati batas papan.
Untuk mencoret di media papan tulis putih, Bunda bisa mengenalkan Si Buah Hati dengan spidol. Alat ini cocok buat Si Buah Hati yang baru belajar memegang alat tulis. Sebab tubuh spidol yang “gendut” mudah dipegang oleh Si Buah Hati.
2. Meja Belajar
Beberapa tahun belakangan ini, produsen alat tulis telah menemukan inovasi meja belajar yang bisa dicorat-coret. Bahan meja ini dibuat mirip dengan papan tulis putih. Sehingga Si Buah Hati dapat mencorat-coret langsung di meja belajar tanpa merusaknya. Yang lebih menarik, ada pula papan tulis berbubuk besi yang bisa dicoret dengan alat tulis berujung magnet. Dengan ini, Si Buah Hati bisa membentuk gambar apapun tanpa mengotori benda lain.
3. Kaca
Ayah dan Bunda juga bisa menyediakan kaca agar Si Buah Hati agar bisa mencoret. Kaca yang digunakan seperti yang ada pada ruang rapat di berbagai kantor. Seperti halnya papan tulis putih atau whiteboard, Bunda bisa memberikan Si Buah Hati alat tulis berupa spidol non-permanen. Selain bentuknya yang mudah dipegang, tinta spidol ini bisa dihapus dengan mudah.
4. Pasir
Pada tahap awal pelajaran menulis, Bunda tidak perlu selalu memberikan pensil atau pena kepada Si Buah Hati. Tapi bisa pula menstimulasi motorik halus Si Buah Hati dengan mengajaknya menulis di atas pasir dengan jari. Untuk cara mudah, siapkanlah sebidang lahan kecil di sudut halaman atau tuang pasir di atas baskom, bila halaman rumah kecil. Sebelum belajar menulis berlangsung, sebaiknya Bunda ratakan dulu permukaan pasir, sehingga hasil tulisan dapat terlihat jelas. Untuk awalan, Bunda bisa mencontohkan cara menulis di atas pasir dengan membuat bentuk sederhana seperti lingkaran. Selanjutnya, biarkan Si Buah Hati bereksperimen sendiri.
Selama kegiatan menulis di pasir, Bunda dapat melakukan variasi dengan mengubah pasir kering menjadi pasir basah, cukup menambahkan sedikit air. Di tahap ini, Si Buah Hati akan merasakan perbedaan saat menulis di atas pasir kering dan basah. Biarkan ia mencari perbedaan tersebut dan menceritakan pengalamannya.Bunda juga bisa mengajak Si Buah Hati ke pantai atau taman yang dilengkapi kolam pasir. Bunda dapat mencontohkan padanya menulis di atas pasir menggunakan jari atau ranting. Selain belajar, ia bisa bermain dengan gembira.
Yuk stimulasi terus kemampuan motorik halus Si Buah Hati dengan variasi media tulis. Dengan demikian, Si Buah Hati bebas membuat coretan, tapi rumah tidak jadi berantakan.