Melatih Si Buah Hati Menggunakan Training Cup
05-11-2020

Melatih Si Buah Hati agar mau menggunakan training cup tidaklah mudah, dibutuhkan beberapa cara dan trik agar ia mau minum dengan training cup.
Maryan Jacobsen yang merupakan pakar nutrisi keluarga sekaligus penulis buku Fearless Feeding: How to Raise Healthy Eaters from High Chair to Haigh School melakukan beberapa riset akan hal tersebut, dan mencari tahu sejak kapan orang tua sudah harus memperkenalkan training cup kepada anak. Menurutnya, ada 2 hal yang harus diketahui oleh orangtua tentang training cup itu sendiri, diantaranya adalah:
Memperkenalkan training cup sejak dini kepada anak
Secara umum, anak sudah mulai aktif terhitung sejak 6 bulan pertamanya, maka di momen tersebut orangtua hendaknya sudah mulai memperkenalkan secara perlahan tentang gelas sebagai wadah minum air ataupun susu.
Tidak hanya itu, Jacobsen juga menjelaskan bahwa langkah awal yang sangat baik adalah dengan memperkenalkan training cup yang memiliki pegangan tangan kepada sang bayi, agar ia lebih cepat memahami bahwa untuk minum cairan tidak harus dari botol ataupun payudara bunda.
Ajarkan anak menggunakan training cup secara bijak
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh situs bawahan AAP, Healthy Children, dikatakan bahwa orangtua dianjurkan untuk memantau terus penggunaan training cup pada anak saat usia 2-3 tahun, dan anak tidak diperbolehkan menggunakan training cup untuk minum selama satu hari penuh. Hal ini bertujuan agar anak tidak selamanya terpaku dengan gelas isap dan mulai mempelajari menggunakan gelas biasanya.
Fi Star-Stone pun lantas memberikan beberapa tips singkat tentang bagaimana perlakuan yang tepat pada anak saat masa peralihan menggunakan training cup:
1. Atur waktu yang tepat bagi anak untuk menggunakan training cup
Waktu yang paling tepat untuk anak menggunakan training cup adalah saat makan siang serta saat memberi makanan ringan. Selalu hindari penggunaan training cup ketika Si Buah Hati hendak sarapan, karena biasanya ia akan merasa sangat lapar saat waktu tersebut.
2. Memberikan rasa pada ujung training cup
Cara ini bisa dikatakan cara yang sangat klasik, namun tetap ampuh digunakan bagi anak. Bunda bisa mencoba mencelupkan ujung sedotan pada ASI, agar ia lebih berselera untuk menghisapnya, dan akan terbiasa dengan cairan apapun.
3. Bereksperimen dengan cairan lain
Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa anak lebih menyukai minum air putih dari training cup, namun lebih memilih minum susu dari botol. Untuk menyeimbangkan hal tersebut, orangtua bisa sedikit bereksperimen dengan menggunakan beberapa cairan lain yang diisi di training cup untuk mengetahui mana yang paling ia suka, sekaligus membuatnya terbiasa menggunakan training cup untuk minum segala cairan.
4. Memiliki tidak hanya satu training cup
Untuk mengetahui minat dan kesukaan buah hati, tidak ada salahnya bagi orangtua untuk membeli beberapa jenis training cup. Dan dengan porsi yang seimbang, orangtua bisa mengganti-ganti berbagai model training cup tersebut, hingga ia mulai terbiasa dan tidak tersedak saat meminumnya.
Bunda yuk baca juga artikel mengenai cara minum Si Buah Hati di artikel 6 Cara Agar Si Buah Hati Minum Pakai Gelas