Kapan Si Buah Hati Siap Masuk Sekolah?
11-11-2020

Banyak para Bunda bingung, kapan sebaiknya mendaftarkan Si Buah Hati ke sekolah. Lalu bagaimana memilih sekolah yang tepat untuk Si Buah Hati? Tentunya ada banyak pertanyaan lain yang ingin dilontarkan para Bunda.
Nah, mempersiapkan Si Buah Hati bersekolah, tentunya tidak hanya mempersiapkan kebutuhan sehari- sehari seperti buku, tas, bekal, seragam dan lainnya. Akan tetapi, menurut dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, hal yang lebih penting diperhatikan juga ada kesiapan Si Buah Hati. Berikut penjelasannya;
Anak masuk Playgroup
- Perhatikan rentang usia. Usia masuk playgroup idealnya 3–4 tahun. Playgroup menekankan pada prinsip bermain sambil belajar yang merangsang tumbuh kembang Si Buah Hati, bukan pada kemampuan akademiknya. Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensinya semenjak dini agar anak dapat berkembang secara wajar sesuai dengan tingkat usianya.
- Bantu anak beradaptasi. Dapat dilakukan dengan cara mengajak Si Buah Hati untuk observasi atau mengunjungi langsung sekolah agar mengenal sekolahnya sebelum ia menjalani hari pertama sekolah. Misalnya, mengajaknya berkeliling sekolah sambil berkenalan dengan para guru, menunjukkan fasilitas sekolah seperti ruang kelas, taman bermain, lapangan, dan sebagainya untuk membantu Si Buah Hati beradaptasi. Disini Bunda dan Ayah dapat melihat respons Si Buah Hati dan mendengarkan pendapatnya tentang sekolah tersebut. Dalam kesempatan ini, Bunda dan Ayah juga dapat mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai playgroup yang akan dipilih dan mengetahui apakah playgroup tersebut cocok untuk Si Buah Hati terutama dalam membentuk kepribadiannya.
- Latih Si Buah Hati bersopan-santun/bertatakrama yang baik. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran nilai-nilai kesopanan sangat penting dalam membentuk kepribadian. Selain itu, ajari Si Buah Hati untuk belajar berbagi, bekerja sama dengan teman, mengendalikan emosi dan sebagainya.
Anak masuk TK
- Perhatikan rentang usia. Usia tepat anak masuk TK antara 4 - 5 tahun karena pada usia ini kemampuan emosi dan kognitifnya sudah berkembang dengan baik.
- Latih kemampuan social help. Hal ini perlu dilakukan agar Si Buah Hati mengerti kebutuhan orang lain, misalnya tidak bersikap egois, mau mendengarkan orang lain, mau berbagi dengan teman, mengendalikan emosi, dan sebagainya.
- Latih kemampuan memahami instruksi, menyimak, mau mengikuti perintah guru, mengenal aturan serta belajar bersama teman-temannya sehingga saat ia melanjutkan ke sekolah selanjutnya, ia dapat memiliki tanggung jawab, bisa mengikuti peraturan, tata tertib dan disiplin, serta bisa memahami keberadaan di lingkungannya.
- Latih kemandirian dan percaya diri anak. Hal ini perlu dilakukan agar Si Buah Hati tidak perlu ditemani masuk kelas oleh Bunda dan Ayah atau pengasuhnya saat di sekolah. Selain itu, ajari juga Si Buah Hati untuk mengeluarkan tempat makan dari dalam tas, membuka sendiri tempat makan dan botol minumnya, memasang kancing baju, kaos kaki, tali sepatu, membuka celana, dan sebagainya.
Bila ada kesempatan free trial class, tidak ada salahnya dicoba. Hal ini dapat membantu orangtua dan anak untuk mengevaluasi apakah kurikulum dan program yang tersedia sesuai dengan minat dan kemampuan Si Buah Hati.
Kelas percobaan juga bertujuan memberi waktu pada Si Buah Hati untuk mengenal lingkungan dan mendapatkan pengalaman di sekolah tersebut. Hal ini bermanfaat bagi Bunda dan Ayah dalam mengamati dan mengevaluasi apakah Si Buah Hati merasa nyaman dengan lingkungan di lembaga pendidikan itu, termasuk dengan guru/karyawan dan sarana prasarana yang tersedia di sana.
Bagi pihak lembaga pendidikan, masa trial ini membantu mereka untuk memberi evaluasi apakah Si Buah Hati cukup sesuai dan mampu untuk mengikuti kurikulum sekolah tersebut.
Kesimpulannya, dengan mengikuti kelas trial, Bunda dan Ayah jadi tahu potensi dan kemampuan Si Buah Hati, apakah bisa atau tidak ia mengikuti kurikulum atau program di sekolah itu. Dengan demikian, mengurangi kemungkinan Si Buah Hati mengalami stres, kurang percaya diri, rendah diri, kurang bersemangat bahkan frustasi bila memang kemampuan/potensinya tidak memadai untuk mengikuti kurikulum di sekolah tersebut.
Untuk mendukung kesiapan Si Buah Hati masuk sekolah, pastikan Bunda memberikan nutrisi, lengkap dan seimbang sesuai dengan usianya, stimulasi serta cinta Bunda dan Ayah agar Si Buah Hati tumbuh dan berkembang secara optimal.
Bunda yuk baca juga artikel tentang sekolah Si Buah Hati di artikel "Tips Memilih Sekolah Untuk Si Buah Hati.”