Lebaran Datang, Yuk Simak Tips Mudik Bersama Anak Usia Ini!
13-11-2020

Ramadan tiba, Lebaran pun akan segera menjelang. Sudahkah Bunda dan Ayah mempersiapkan tradisi mudik bersama Si Buah Hati? Bila beberapa tahun lalu, mungkin Bunda dan Ayah hanya pulang kampung berdua saja. Tentu persiapannya tidak akan terlalu rumit kala membawa dia yang masih balita. Bersama Si Buah Hatil, Bunda dan Ayah harus selalu memastikan bila perjalanan mudik dan tempat menginap cukup nyaman baginya. Sehingga ia tidak rewel karena terlalu lelah atau tidak betah.
Menurut situs American Academy of Paediatrics (AAP), melakukan perjalanan jauh dengan balita merupakan petualangan yang menyenangkan sekaligus menantang. Sebab Bunda dan Ayah akan menemukan beragam kejadian lucu, namun tidak jarang juga hal yang membuat stres. Lalu apa yang sebaiknya Bunda dan Ayah persiapkan agar perjalanan mudik menjadi seru tanpa stres? Berikut tipsnya:
Merencanakan Perjalanan Mudik Jauh sebelum Ramadan
Sudah menjadi pengetahuan umum jika Ayah dan Bunda harus merencanakan agenda pulang kampung dari jauh-jauh hari. Terutama bila memutuskan pergi dengan transportasi umum, seperti pesawat, kereta, bus, atau kapal. Bila saja Bunda baru membeli tiket perjalanan saat sudah Ramadan, atau beberapa minggu sebelumnya, kemungkinan besar tiket yang dicari sudah habis terjual. Kalau pun masih tersedia, harganya bisa melejit beberapa persen dari tarif normal.
Perencanaan matang juga perlu dilakukan bila Bunda dan Ayah memutuskan mudik dengan kendaraan pribadi. Meski bisa berangkat pada hari dan jam apapun, Bunda dan Ayah harus mempelajari kepadatan arus mudik. Jangan sampai niatan untuk bertemu sanak saudara harus terhambat belasan hingga puluhan jam terjebak macet di jalan. Kalau ini terjadi, bisa dipastikan Si Buah Hati akan rewel karena terlalu lelah. Selain itu, perlu dicari tahu juga mengenai lokasi peristirahatan. Sehingga bila Ayah lelah mengemudi, tak perlu lagi bingung mencari tempat untuk menepi dan melepas lelah.
Menjaga Kesehatan
Namanya juga melakukan perjalanan jauh, sudah pasti Bunda sekeluarga memerlukan stamina baik. Apalagi agenda mudik itu dilakukan saat bulan puasa, yang mana Bunda dan Ayah tengah menahan lapar dan haus selama belasan jam. Agar acara pulang kampung tidak berubah cerita menjadi sakit di kampung, Bunda sekeluarga haruslah menjaga kesehatan, terutama dengan asupan bergizi dan bernutrisi tinggi.
Membawa Bekal Perjalanan
Nah, agar asupan nutrisi Bunda sekeluarga tetap terpenuhi selama mudik, jangan ragu untuk membawa bekal perjalanan. Pastikan makanan itu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Misalnya saja spageti dengan taburan saus tomat dan daging asap, beragam kue basah, buah-buahan, atau camilan. Bunda bisa juga membawa bekal berupa bento yang berbentuk unik, sehingga Si Buah Hati tertarik ikut menyantapnya. Jangan lupa membawa susu sebagai tambahan nutrisi agar tetap menjaga daya tahan si Buah hati dan Bunda sekeluarga.
Untuk minuman, jangan lupa membawa air putih, ya Bunda. Ini penting agar kebutuhan cairan Bunda sekeluarga tetap terjaga selama mudik. Sehingga tubuh terhindar dari dehidrasi.
Baca Juga: Yuk, Buka Puasa dengan yang Sehat dan Menyegarkan!
Menyediakan Pakaian Ganti
Bila Si Buah Hati masih mengenakan diaper, Bunda pun harus membawa stok untuk pengganti selama perjalanan. Membawa pakaian ganti dan perkakas kamar mandi, seperti bedak, tisu kering, minyak telon, tisu basah, dan juga antiseptik. Membawa persediaan kantong juga penting, sebagai antisipasi bila ada anggota keluarga yang mabuk perjalanan.
Membawa P3K
Obat-obatan pribadi atau perlengkapan P3K penting untuk Bunda bawa serta dalam perjalanan mudik. Misalnya saja obat anti-mabuk, minyak angin, perban, ataupun obat untuk luka luar. Semua ini untuk mengantisipasi bila anggota keluarga Bunda mendadak tak enak badan atau mengalami kecelakaan kecil dalam perjalanan mudik.
Baca Juga: 4 Resep Kue Lebaran Sehat untuk Si Buah Hati
Memboyong Mainan Si Buah Hati
Ada baiknya Bunda juga memboyong boneka, mobil-mobilan, atau buku favorit Si Buah Hati dalam perjalanan mudik. Meski terkesan repot dengan beragam perintilan, tapi ini bisa menjadi senjata ampuh untuk mengalihkan rasa bosannya saat terjebak macet atau lelah perjalanan. Sehingga Bunda dan Ayah tidak perlu terus-menerus berhadapan dengan kerewelannya.
Melibatkan Si Buah Hati dalam Perencanaan Liburan
Coba ajak anak untuk berdiskusi mengenai berbagai destinasi wisata apa saja yang bisa dikunjungi di kampung halaman. Berikan beberapa pilihan dan mintalah anak-anak untuk menentukan beberapa hal seperti:
Tempat liburan apa saja yang harus dikunjungi.
Ragam kuliner yang harus dicoba.
Aktivitas seru yang harus dilakukan saat sampai di kampung halaman.
Oleh-oleh apa saja yang harus dibeli.
Siapkan Aktivitas Seru selama Perjalanan
Menempuh perjalanan jauh dan macet selama mudik bersama anak usia dini tentu membuat mereka cepat merasa bosan. Untuk mengantisipasi hal ini, Bunda bisa menyiapkan beberapa aktivitas seru selama perjalanan seperti:
Membawa buku stiker favorit anak-anak, di mana mereka bisa menempelkan stiker sesuka hati selama perjalanan.
Menggambar pemandangan yang dijumpai selama perjalanan dan mewarnainya menggunakan pensil warna.
Menyalakan musik dan menyanyikan lagu favorit anak-anak agar momen mudik bersama anak menjadi lebih menyenangkan dan bebas ngantuk.
Menikmati camilan favorit selama perjalanan, seperti biskuit, susu, atau makanan lainnya.
Mencari benda atau obyek sesuai dengan huruf-huruf alfabet bersama Si Buah Hati selama perjalanan. Selain mengusir rasa bosan, kegiatan juga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk membangun kemampuan literasi awal anak-anak dan membantu mereka untuk mengenali huruf dengan baik.
Pastikan Bunda dan Ayah membawa bantal sehingga anak-anak bisa tidur dengan nyaman selama perjalanan.
Ajak anak-anak untuk memerhatikan pepohonan yang ditemukan sepanjang perjalanan dan jelaskan nama pohon dan manfaatnya sesuai dengan pengetahuan yang Ayah dan Bunda miliki.
Bagaimana, apakah Bunda sekeluarga sudah siap mudik? Bila ya, jangan lupa untuk mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari termasuk selalu memberikan asupan makanan dan minuman dengan gizi seimbang bagi Si Buah Hati. Bunda juga bisa memberikan DANCOW 1+ Imunutri, diformulasikan untuk Anak Indonesia usia 1–3 tahun.
DANCOW 1+ Imunutri tinggi Vitamin A, C, E, Selenium, Zink, Tembaga, tinggi Kalsium, Vitamin D, Protein, dan mengandung omega 3 & 6, serta kombinasi unik DHA dan zat Besi untuk mendukung pertumbuhan Si Buah Hati. Selamat mudik Lebaran!
Disclaimer
Madu penting untuk perkembangan indra perasa Si Buah Hati. Namun, sebaiknya madu tidak diberikan kepada Si Buah Hati yang berusia di bawah 12 bulan, kecuali telah diproses dengan tekanan dan suhu tinggi untuk membunuh kandungan bakteri penyebab botulisme di dalamnya.
Penggunaan madu pada setiap produk DANCOW telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Buah Hati.